Cerita/Kesaksian

Pukulan Paskah terhadap Apatisme Sosial Saya

Mula-mula, rekaman pria, wanita, dan anak-anak yang berbintik-bintik, pucat, hitam dan putih dijejerkan dan ditembak, tubuh mereka ditendang ke kuburan terbuka, tampak seperti sesuatu dari film bisu. Tetapi ini adalah gambar dari peristiwa nyata. Kemudian, ketika saya berjalan melewati koridor yang dingin dan sempit dari Yad Vashem, museum Holocaust di Yerusalem, mendengarkan narator membimbing saya melalui sejarah, melihat instrumen brutal kematian, dan menjalankan tangan saya di sepanjang artefak yang dikumpulkan dari kematian, semuanya terasa aneh dan aneh. Kengerian yang digambarkan dan digambarkan di tempat ini tidak terjadi di dalam film, tetapi terjadi pada orang-orang nyata, beberapa di antaranya berada di pohon keluarga saya.

Apakah Anda Memercayai Paskah?

Edith Burns adalah seorang wanita Kristen yang luar biasa, dia tinggal di San Antonio. Edith Burns memiliki kebiasaan untuk memperkenalkan dirinya sendiri kepada semua orang, dengan cara: "Halo, nama saya Edith Burns. Apakah anda mempercayai Paskah?" Kemudian dia akan menjelaskan arti Paskah pada orang yang ditemuinya, dan melalui dia banyak orang diselamatkan.

Pengertianku tentang Paskah

Paskah

Aku bukan seorang teolog, bukan pula seorang pujangga. Akan tetapi, bolehkah aku bercerita tentang "Seorang Anak Manusia" yang aku kenal?

Aku ingin bercerita tentang Seorang Anak Manusia yang mempunyai Kuasa Langit dan Bumi, aku dan teman temanku seperjalanan menganggap-Nya bukan sekadar Manusia yang Luar Biasa atau seorang Nabi, akan tetapi aku dan teman teman seperjalanan percaya bahwa Ia jelmaan Allah yang datang dengan kerendahan hati yang luar biasa untuk menyapa seluruh manusia.

Kematian Suamiku Tak Seperti Lazarus

Ditinggalkan oleh orang yang kita kasihi untuk selama-lamanya akan mengurangi sukacita, semangat, dan pengharapan hidup. Akan tetapi, Allah dengan cara-Nya, menghadirkan semangat, pengharapan, dan sukacita. Kematian Yesus Kristus membawa keselamatan bagi orang yang percaya kepada-Nya.

Plass.....Aku Tak Bisa Memegang Kartu Lagi

Ia pulang duduk seorang diri dengan suasana hening dan damai sedamai hatinya. Tadi ketika seorang hamba Tuhan berbicara dengan penuh kuasa Ilahi, hatinya dikuasai penyesalan yang sangat dalam teringat kehidupannya yang penuh dosa. Ia melihat bagaimana hari-harinya dilewati dengan berjudi, sampai tubuhnya payah dan tidak pernah sedikitpun terpikir akan anak dan istrinya.

Yesus Sungguh Mengasihimu

Pada setiap Minggu siang, yaitu sesudah ibadah pagi berakhir, Pak Pendeta dengan anak laki-lakinya yang berumur 11 tahun selalu pergi ke kota untuk membagikan traktat. Namun pada hari Minggu siang itu udara di luar terasa sangat dingin karena hujan telah menyirami bumi sejak pagi.

Ketika saat untuk membagikan traktat tiba, anak laki-laki itu mulai bersiap-siap mengenakan baju hangatnya dan berkata, "Aku sudah siap, Pa!"