Puisi Paskah

Milikku yang Terbaik

Saat-saat menjelang Paskah adalah saat yang menyenangkan
Orang-orang akan berkumpul dari seluruh penjuru kota
Aku menyukainya, dan saudariku pun menyukainya

Hari itu enam hari menjelang paskah
Seorang kerabat kami bernama Simon mengadakan perjamuan
Simon itu dulunya terkena penyakit memalukan
Penyakit yang dilihat bangsa kami sebagai kutukan, najis

Sajak Si Pendosa untuk Sang Penebus Dosa

Sajak Si Pendosa untuk Sang Penebus Dosa

Aku adalah si pendosa.
Tanganku berlumuran dosa.
Hatiku berlumuran dosa.
Pikiranku berlumuran dosa.
Kakiku pun berlumuran dosa.

Tidak secuilpun dari aku yang bersih dari dosa.
Sejak lahirpun aku telah berlumuran dosa.
Hatiku ingin bebas dari dosa, nuraniku menjerit ingin bebas dari dosa.
Segala upaya kucoba untuk membebaskan diriku dari jerat dan belenggu dosa.
Tapi semuanya sia-sia.

Aku adalah si pendosa.
Pendosa yang merindukan kebebasan dari jerat dan belenggu dosa.
Hari-hari dalam hidupku ku jalani dengan terseok-seok.

Telingaku…bagiNya

Pernahkah Anda merasa sangat terkejut?
Sampai-sampai Anda bingung apa yang sedang terjadi?

Aku pernah…
Suatu peristiwa yang mengubahkan hidupku…

Aku adalah seorang hamba..
Aku melayani Kayafas, Imam Besar
Aku menjadi telinga, pesuruh dan informannya
Suatu posisi yang membanggakan…setidaknya menurutku saat itu

SYAIR TIGA BABAK

PERTAMA : TAMAN GETSEMANI
Lalu pergilah Yesus bersama-sama murid-muridNya keluar kota menuju Bukit Zaitun, di mana terdapat Taman Getsemani, tempat yang sering dikunjungi Yesus.