Matius 26:26-29 dan Artinya

Perjamuan Tuhan

Yesus merayakan Paskah bersama murid-murid-Nya dan memimpin mereka yang saat ini dikenal sebagai Seder Paskah Yahudi (=perayaan ritual Yahudi yang menandai permulaan hari raya Paskah Yahudi, Red.). Matius meringkas catatannya dengan memasukkan tiga momen dari kisah Paskah Yesus yang paling menonjol. Selama perjamuan ini, Yesus mengungkapkan bahwa yang terutama dari Roti dan Anggur dalam Seder Paskah Yahudi adalah tentang diri-Nya sendiri dan peran-Nya sebagai Mesias.

Catatan Injil paralel tentang peristiwa ini dapat ditemukan dalam Markus 14:22-25 dan Lukas 22:15-23.

Lihat "The Bible Says Timeline of Jesus's Final 24 Hours" (Kata Alkitab Tentang 24 Jam Terakhir Hidup Yesus, Red.) untuk mempelajari lebih lanjut tentang waktu dan urutan peristiwa ini.

Dalam bagian Alkitab ini, Matius merangkum tiga momen penting dari perjamuan Paskah Yesus.

Di bagian bawah halaman ini terdapat urutan dari semua peristiwa Paskah terakhir Yesus. Peristiwa-peristiwa dalam urutan ini diambil dari keempat Injil. Urutan ini mencoba menggambarkan tentang semua peristiwa yang disebut "Ruangan Atas" yang disebutkan dalam Alkitab tentang perjamuan Paskah terakhir Yesus dapat terjadi.

Gambar:gambar

Orang Yahudi menyebut perjamuan Paskah sebagai "Seder Paskah Yahudi" karena ada urutan liturgisnya. (Seder berarti "urutan"). Tujuan umum dari Seder Paskah adalah untuk mengingatkan kita akan kesetiaan Allah dengan menceritakan kembali peristiwa Paskah yang pertama ketika Ia menyelamatkan umat-Nya dari perbudakan di Mesir. Perjamuan Seder secara tradisional memiliki jenis makanan dan minuman yang telah ditentukan (seperti roti tidak beragi, rempah-rempah pahit, secangkir anggur, dll.), serta berbagai kegiatan, seperti doa berkat, nyanyian, dll. yang melambangkan berbagai elemen Paskah.

Pemimpin Seder mencoba untuk menarik makna dari simbolisme ini melalui penceritaan ulang atau "Haggadah" Paskah. Tujuannya adalah untuk mengingatkan orang Yahudi akan kesetiaan Allah pada masa lalu, membangkitkan kembali iman mereka akan kesetiaan-Nya di tengah-tengah situasi mereka saat ini, dan menghidupkan kembali harapan mereka terhadap masa depan dari janji Mesias.

Pada zaman Yesus, Seder Paskah Yahudi menjadi cara umum orang Yahudi dalam mengikuti perintah untuk memperingati Paskah dan Hari Raya Roti Tidak Beragi secara bersama-sama (Keluaran 12:14, 17-18; Imamat 23:4-6). Seder Paskah Yahudi terus berkembang dan masih dirayakan oleh orang Yahudi setiap Paskah di seluruh dunia setiap musim semi.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang Seder Paskah Yahudi, lihat artikel The Bible Says: "The Passover Seder." (Kata Alkitab tentang Seder Paskah Yahudi, Red.)

Sebagai orang Yahudi yang setia, Yesus dan para murid-Nya pasti sudah sangat akrab dengan elemen-elemen dasar dan aktivitas-aktivitas dalam Perayaan Paskah. Pasti ada harapan dan momen tertentu yang mereka semua antisipasi dalam setiap perayaan Seder yang mereka ikuti. Namun, karena setiap perayaan Seder dan pengisahannya sedikit berbeda -- ada ruang untuk kejutan.

Dalam arti tertentu, perjamuan Seder mirip dengan ekspektasi orang Amerika terhadap makanan Thanksgiving atau pembukaan hadiah Natal-akan ada kalkun dan saus, pai labu, pertandingan sepak bola; atau akan ada kado yang dibungkus di sekitar pohon Natal yang dihias dan dinyalakan -- tetapi, bahkan dengan tradisi ini dan yang lainnya, setiap Thanksgiving dan Natal adalah acara yang unik.

Karena pembaca pertama Injil Matius adalah orang Yahudi, para pembacanya pasti sudah sangat akrab dengan Seder Paskah Yahudi. Jadi, masuk akal jika Matius hanya mengomentari momen-momen unik dalam Perjamuan Terakhir Yesus. Selain pengumuman mengejutkan dari Yesus bahwa Ia akan dikhianati dan cara Dia mengidentifikasi Yudas sebagai pengkhianat-Nya (Matius 26:21-25), ada tiga momen dari Perjamuan Terakhir Yesus yang paling berkesan bagi Matius:

ROTI: Wahyu Mesianik Yesus yang mengidentifikasikan tubuh-Nya yang telah dipecah-pecahkan sebagai Roti Paskah yang tidak beragi (Matius 26:26).

CAWAN: Wahyu Mesianik Yesus yang mengidentifikasikan darah-Nya yang ditumpahkan sebagai Cawan Anggur Paskah (Matius 26:27-28).

JANJI: Pernyataan Yesus bahwa Ia tidak akan minum cawan itu sampai Ia melakukannya bersama mereka setelah kerajaan Bapa-Nya didirikan di bumi (Matius 26:29).

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana perjamuan terakhir Yesus dilaksanakan sebagai Perjamuan Paskah, lihat artikel The Bible Says: "Jesus's Last Supper as a Passover Seder. " (Kata Alkitab tentang Perjamuan Terakhir Yesus sebagai Seder Paskah Yahudi, Red.)

Ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya, dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu berkata, "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku."

ROTI

Hal pertama yang menonjol bagi Matius dari Perjamuan Paskah terakhir Yesus adalah perkataan-Nya ketika Ia mengambil sebagian dari roti itu.

Matius menuliskan bahwa Yesus melakukan hal ini ketika mereka sedang makan Paskah. Frasa ketika mereka sedang makan menunjukkan bahwa Yesus melakukan dan mengatakan hal ini pada saat perjamuan Paskah. Sebagai Rabi (guru) dari murid-murid-Nya, Yesus tentu saja menjadi orang yang memimpin Seder Paskah Yahudi mereka.

Roti dalam hal ini adalah roti tidak beragi, yang oleh orang Yahudi disebut "Matzah." Biasanya pemimpin Seder Paskah Yahudi mengambil sepotong Matzah dan mengucapkan berkat sebelum memecah-mecahkannya menjadi beberapa bagian untuk diberikan kepada para peserta lainnya. Saat pemimpin Seder melakukan hal ini, ia juga biasanya berbagi beberapa pemikiran tentang pentingnya roti tidak beragi dan Paskah. Hal ini biasanya terjadi di tengah-tengah perjamuan Seder, yang tampaknya selaras dengan ekspresi Matius saat mereka makan.

Roti tidak beragi adalah roti yang dimasak tanpa ragi, yaitu bahan (biasanya ragi) yang membuat tepung mengembang dan menjadi lembut. Roti tidak beragi tetap keras dan rata, seperti biskuit. Hanya dibutuhkan sedikit ragi untuk mengubah biskuit menjadi roti.

Pada saat Paskah, orang Israel diharuskan membuat roti mereka tanpa ragi karena kurangnya waktu. Allah akan menyelamatkan mereka dari Mesir segera setelah malam Paskah. Adonan mereka tidak akan sempat mengembang, dan mereka akan pergi dengan tergesa-gesa (Keluaran 12:8-13). Setelah itu, bangsa Israel diperintahkan untuk makan roti tidak beragi selama tujuh hari untuk mengingat dan memperingati momen penting dalam sejarah nasional mereka (Imamat 23:6).

Alkitab sering menggambarkan ragi sebagai simbol dosa atau kesombongan (yang semakin bertambah). Sebagaimana hanya membutuhkan sedikit ragi untuk mengubah tepung menjadi roti yang lembut, hanya dibutuhkan sedikit dosa untuk mengubah hidup kita. Namun, alih-alih membuat kita menjadi baik, dosa justru membuat kita menjadi buruk. Seperti ragi dengan tepung, sedikit saja dosa merasuk ke dalam hati kita dan memengaruhi setiap aspek kehidupan kita.

Ketika Yesus mengambil sebagian dari roti yang tidak beragi itu, Ia mengucapkan berkat. Setelah mengucapkan berkat, Ia memecah-mecahkan roti itu menjadi beberapa bagian dan memberikan potongan-potongan matzah itu kepada para murid. Semua tindakan ini adalah hal yang umum dan diharapkan untuk dilakukan oleh seorang pemimpin Seder selama perjamuan Paskah. Seorang pemimpin Seder juga diharapkan untuk menjelaskan sesuatu tentang makna roti pada saat itu. Yesus melakukan hal ini. Namun, perkataan Yesus tentang arti penting roti sama sekali tidak seperti yang diperkirakan.

Perkataan yang Yesus katakan ketika Ia memecah-mecahkan roti dan memberikannya kepada para murid adalah "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku."

Dengan pernyataan ini, Yesus tidak hanya menceritakan kembali peristiwa Paskah, Ia mengungkapkan bahwa Paskah yang pertama dan perayaan Seder menunjuk kepada diri-Nya dan peran-Nya sebagai Mesias.

Dengan menyebut diri-Nya sebagai Roti Tidak Beragi, Yesus mengklaim banyak hal sekaligus.

Sebagai Roti Tidak Beragi, Yesus adalah makanan rohani kita. Inilah yang Yesus maksudkan ketika Ia berkata bahwa kita harus "makan tubuh-Ku".

Pertama, Yesus menyatakan bahwa Roti Paskah Tidak Beragi yang menopang bangsa Israel selama pelarian mereka adalah lambang bahwa kehidupan dan kematian-Nya akan menopang manusia untuk melepaskan diri dari hukuman dan kuasa dosa. Sebagaimana orang Israel tidak boleh makan roti beragi dari Mesir, hanya Roti Tidak Beragi dari Paskah, demikian juga kita harus menemukan nutrisi kita dari kehidupan dan teladan Yesus. Kita tidak boleh makan ragi dunia. Sebagai Roti Tidak Beragi, Yesus adalah makanan rohani kita. Inilah yang Yesus maksudkan ketika Ia berkata bahwa kita harus "makan tubuh-Ku". Ia harus menjadi sumber penopang hidup kita, pikiran kita, inspirasi kita, kasih kita.

Kedua, Yesus menyatakan bahwa sama seperti roti Matzah yang tidak beragi, demikian pula hidup-Nya yang tidak berdosa.

Ketiga, Yesus menubuatkan bahwa sebagaimana Roti Tidak Beragi dipecah-pecahkan, demikian pula tubuh-Nya akan dipecah-pecahkan dan disalibkan demi kebaikan para murid dan semua orang yang percaya kepada-Nya. Lukas mencatat ungkapan Yesus yang lebih lengkap tentang matzah, yaitu, "Roti ini adalah tubuh-Ku yang diberikan kepadamu" (Lukas 22:19a, AYT).

Dalam perintah Ulangan untuk merayakan Paskah dan Hari Raya Roti Tidak Beragi, matzah juga disebut sebagai "roti penderitaan" (Ulangan 16:3, AYT). Gambaran ini mengingatkan kita akan penderitaan bangsa Israel ketika mereka masih menjadi budak di Mesir. Namun, hal ini juga mengantisipasi penderitaan yang akan dialami Yesus bagi dunia.

Kata yang diterjemahkan sebagai "penderitaan" dalam Ulangan 16:3 dilafalkan "on-ee'." Kata ini dapat berarti "penderitaan," "kesengsaraan," atau "kemiskinan." Kata ini terkait dengan kata yang diterjemahkan sebagai "menderita," "aw-naw'," yang digunakan oleh Yesaya dalam nubuat Mesianik hamba yang menderita:

"Sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggung-Nya,

kesengsaraan kitalah yang dipikul-Nya.

Namun, kita mengira Dia kena tulah,

dipukul dan ditindas Allah."

(Yesaya 53:4, AYT)

"Dia ditindas dan Dia menderita,

Tetapi Dia tidak membuka mulut-Nya,

seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian,

dan seperti seekor domba betina yang terdiam di depan para penggunting bulunya,

demikianlah Dia tidak membuka mulut-Nya."

(Yesaya 53:7, AYT)

Perlu diketahui bahwa menurut tradisi, matzah harus dibuat "berlubang dan bergaris-garis" untuk mencegahnya mengembang dengan ragi. Hal ini menjadi bayangan tentang Kristus. Yesus ditikam dan diremukkan, seperti yang dinubuatkan oleh Yesaya:

"Akan tetapi, Dia ditikam karena pelanggaran-pelanggaran kita.

Dia diremukkan karena kejahatan-kejahatan kita.

Hukuman yang mendatangkan kesejahteraan bagi kita ditimpakan ke atas-Nya,

dan oleh bilur-bilur-Nya kita disembuhkan."

(Yesaya 53:5, AYT)

Sebagai roti yang tidak beragi, Yesus adalah "roti penderitaan" kita. Atau seperti yang Paulus jelaskan, "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita supaya kita dibenarkan Allah di dalam Dia" (2 Korintus 5:21, AYT). Kita menerima kebenaran kita di hadapan Allah dari kebenaran-Nya, yang diperhitungkan kepada kita ketika kita percaya. Kita dapat mengalami kebenaran dalam hidup saat kita mengesampingkan diri kita sendiri dan berjalan dalam kuasa kebangkitan-Nya, melalui Roh Kudus yang berdiam di dalamnya.

CAWAN

Hal kedua yang menonjol bagi Matius dari Perjamuan Paskah terakhir Yesus adalah perkataan-Nya ketika Ia mengambil secangkir anggur.

Kemudian, ketika Ia mengambil cawan dan mengucap syukur.

Pengucapan syukur ini sesuai dengan berkat yang biasanya dipersembahkan oleh pemimpin Seder kepada Allah saat mengambil salah satu cawan anggur. Kata yang diterjemahkan sebagai terima kasih adalah bentuk dari kata Yunani, "eucharisteo," yang berarti "mengucap syukur" atau "terima kasih." Kata ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai "Eucharist" yang kadang-kadang disebut sebagai sakramen "Perjamuan Tuhan".

Sekali lagi, ini adalah hal yang biasa dilakukan oleh seorang pemimpin Seder saat makan Paskah. Secara tradisional, empat cangkir anggur dituangkan selama Seder Paskah Yahudi. (Dalam beberapa perayaan Seder, satu cawan dituangkan dan tidak diminum untuk pendahulu Mesianik, Elia, sebagai demonstrasi iman dan pengharapan).

Masing-masing dari keempat cangkir Seder ini memiliki nama:

"Cawan Pengudusan"

"Cawan Penghakiman/Pembebasan"

"Cawan Penebusan"

"Cawan Pujian atau Penyempurnaan"

Selain itu, setiap cawan sering kali berhubungan dengan salah satu dari empat janji ilahi dalam Keluaran 6:6-8,

"Aku akan mengeluarkanmu (memisahkan/menguduskan) dari kerja paksa orang Mesir,

dan Aku akan melepaskanmu dari perbudakan mereka".

"Aku juga akan menebusmu dengan tangan yang terentang, dan dengan hukuman-hukuman berat".

"Aku akan mengangkatmu menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahmu" (Israel menjadi mempelai perempuan Allah).

Ia memberikannya kepada mereka dan berkata: "Kamu semua, minumlah darinya. Sebab, ini adalah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan untuk banyak orang untuk pengampunan dosa-dosa." (AYT)

Para murid pasti mengharapkan Yesus menuangkan cawan/cawan-cawan ini dan mereka mengharapkan Ia berkomentar dan menjelaskan tentang maknanya. Sekali lagi, atau seperti yang dikatakan Lukas: dengan "cara yang sama" seperti Ia menyatakan roti sebagai lambang kehidupan dan tubuh-Nya (Lukas 22:20), demikian juga Yesus menyatakan cawan sebagai lambang pengorbanan dan pengampunan-Nya yang mahal.

Yesus berkata bahwa cawan ini adalah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan untuk banyak orang dan untuk pengampunan dosa-dosa.

Dengan mengatakan hal ini, Yesus mengidentifikasikan diri-Nya dengan cawan. Kita mungkin menduga bahwa cawan yang Yesus maksudkan berkaitan dengan tema cawan ketiga dalam Perjamuan Paskah. (Sekilas tampaknya Matius hanya menyebutkan satu cawan. Akan tetapi, kita tahu dari Lukas bahwa Yesus menuangkan beberapa cawan pada Perjamuan Terakhir (Lukas 22:17, 20). Jadi, kita tahu bahwa Matius hanya memasukkan sebagian dari perkataan dan tindakan-Nya pada saat itu). Cawan Seder yang ketiga adalah "cawan penebusan." Ini sesuai dengan janji ketiga dari Keluaran 6:6-8: "Aku juga akan menebusmu dengan tangan yang terentang, dan dengan hukuman-hukuman berat." (AYT)

Alasan cawan yang disebutkan dalam Matius (dan Markus 14:22-25) sering dikaitkan dengan "cawan penebusan" adalah karena Yesus mengatakan bahwa cawan itu melambangkan darah-Ku, yaitu darah perjanjian... untuk pengampunan dosa. Penebusan dan pengampunan dosa hanya dimungkinkan melalui pengorbanan. "Menurut Hukum Taurat, hampir segala sesuatu disucikan dengan darah, dan tanpa adanya penumpahan darah, tidak akan ada pengampunan" (Ibrani 9:22, AYT).

Ketika Yesus mencurahkan darah-Nya di kayu salib, Allah mencurahkan penghakiman murka-Nya yang besar kepada-Nya dan bukan kepada kita (Kolose 2:14). Pengorbanan-Nya lah yang membawa penebusan bagi kita (Roma 3:23-24). Oleh karena itu, sepertinya cawan yang dicatat Matius yang digambarkan Yesus adalah cawan Seder yang ketiga: "cawan penebusan."

Menarik juga bahwa sebagaimana Yesus diidentikkan dengan cawan Paskah ini, demikian juga Mazmur 116 (yang secara tradisional dinyanyikan oleh orang Yahudi pada akhir perjamuan Seder),

"Aku akan mengangkat cawan keselamatan

dan menyerukan nama Tuhan."

(Mazmur 116:13)

Kata Ibrani yang diterjemahkan sebagai keselamatan dalam ayat ini adalah "yesh-oo'-aw" / "Yeshua". Yeshua adalah nama Ibrani yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai Yesus. Yesus berarti "keselamatan". Nama harfiah Tuhan adalah Yesus/Yeshua. Matius 1 berkata, "Engkau akan menamai Dia Yesus karena Dia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka" (Matius 1:21, AYT) karena "Yesus" berarti "keselamatan". Yang paling luar biasa, Mazmur 116:13 secara harfiah mengatakan: "Aku akan mengangkat cawan Yesus dan menyerukan nama Tuhan [yaitu Yesus]." Sekali lagi, pada saat Perjamuan Terakhir-Nya, Yesus mengidentifikasikan diri-Nya sebagai cawan ini:

Cawan ini adalah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan untuk banyak orang, untuk pengampunan dosa-dosa.

Pernyataan ini mengungkapkan dua hal tentang Yesus sebagai Mesias, bahkan ketika pernyataan ini memperkuat pernyataan Yesus sebelumnya bahwa Paskah adalah Paskah yang pertama dan perayaan Seder menunjuk kepada diri-Nya sendiri.

Dua hal yang diungkapkannya tentang Yesus sebagai Mesias adalah: perjanjian yang baru; dan peran Mesianik Kristus sebagai domba Paskah.

Perjanjian Baru

Pertama, ini mengungkapkan bahwa Yesus sedang memulai perjanjian baru yang akan menggenapi sekaligus menggantikan perjanjian Musa (Matius 5:17-18; Galatia 3:23-25).

Kitab Ibrani memberi tahu kita bahwa "Hukum Taurat ... hanya memiliki bayangan tentang hal-hal baik yang akan datang," tetapi "bukan gambaran sesungguhnya" (Ibrani 10:1, AYT). Perjanjian yang lama adalah replikanya. Perjanjian yang baru adalah yang sesungguhnya: "Yesus menghapuskan yang pertama [institusi-institusi perjanjian yang lama] untuk menetapkan [institusi-institusi kekal dari perjanjian yang baru]" (Ibrani 10:9b).

Hal ini sama sekali tidak mengurangi perjanjian yang lama. Perjanjian lama yang Allah berikan kepada Israel melalui Musa sangatlah penting. Perjanjian ini mendefinisikan Israel sebagai sebuah bangsa. Perjanjian ini menginformasikan hukum-hukum mereka. Perjanjian ini menetapkan hubungan mereka dengan Allah. Perjanjian ini juga menunjukkan kepada kita bahwa cara untuk memperoleh berkat yang sebesar-besarnya adalah dengan mengesampingkan ambisi diri sendiri dan melayani orang lain, yaitu mengasihi mereka seperti kita mengasihi diri kita sendiri (Matius 22:37-40).

Perjanjian baru yang diadakan oleh Yesus sangat diperluas. Perjanjian ini menegaskan kembali Israel sebagai umat pilihan Allah, bahkan ketika perjanjian ini juga mengundang bangsa-bangsa lain untuk berpartisipasi secara penuh sebagai warga negara kerajaan rohani-Nya. Perjanjian ini mengubah kehidupan dengan menuliskan hukum-hukum Allah di dalam hati manusia (bukan di atas batu). Dan, perjanjian ini mengadopsi pria dan wanita ke dalam keluarga Allah yang kekal. Perjanjian Musa telah berlangsung selama 1500 tahun. Perjanjian baru yang Yesus umumkan adalah perjanjian yang kekal.

Para murid mungkin tidak memahami detail-detail ini pada saat itu, tetapi pada saat yang sama mereka mungkin telah merasakan betapa pentingnya perkataan Yesus kepada mereka. Karena kesempatan untuk menjadi bagian dari perjanjian inilah, para murid memutuskan untuk mengikut Yesus dan alasan mereka tetap tinggal bersama-Nya hingga saat ini (Matius 19:27).

Ketika mereka mendengar Yesus berbicara tentang perjanjian yang baru, para murid mungkin merasa bahwa nubuat Yehezkiel akan segera dimulai.

"Aku akan membuat perjanjian damai dengan mereka. Perjanjian itu akan menjadi perjanjian abadi dengan mereka, .... Kediaman-Ku juga akan ada bersama mereka; Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan, bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, menguduskan Israel ketika tempat-Ku yang kudus ada di tengah-tengah mereka selama-lamanya."

(Yehezkiel 37:26-28, AYT)

Dan sama seperti perjanjian lama yang didasarkan pada janji-janji Allah kepada Abraham dan Musa ditetapkan dan diresmikan dengan pengorbanan darah (Kejadian 15:7-21; Keluaran 24:3-8; Ibrani 9:18-20), demikian juga dengan perjanjian yang baru, yaitu dengan darah Yesus. Namun, pada saat Yesus mengatakan hal ini, para murid tampaknya tidak mengerti. Mereka tidak mengerti cara Yesus mati dan tetap mewujudkan kerajaan Mesianik-Nya (Matius 16:21-23).

Pengorbanan Mesias dan Nubuat tentang Salib

Hal kedua yang diungkapkan dalam komentar Yesus: cawan ini adalah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa adalahaa aspek penting dalam peran-Nya sebagai Mesias.

Orang Yahudi memahami Mesias sebagai: seorang Nabi seperti Musa (Ulangan 18:15); seorang Raja seperti Daud (Yehezkiel 37:24-25); dan seorang Imam seperti Melkisedek (Mazmur 110:4).

Injil Matius sangat menekankan dua peran Mesianik yang pertama. Kitab Ibrani menekankan peran yang ketiga (Ibrani 5:6, 10; 6:20; 7:1-28). Pada masa Yesus, ada harapan yang meluas bahwa Mesias akan muncul dan membebaskan Israel dari penindasan Romawi.

Mungkin inilah alasan Matius begitu menekankan bahwa Yesus merupakan penggenapan Musa dan Daud atas pengharapan Mesianik ini. Sebagai pemberi hukum dan raja, Musa dan Daud mewakili peran Mesias yang paling nasionalis.

Walaupun demikian, ada peran lain yang dinubuatkan tentang Mesias -- peran sebagai kurban penebusan, kurban penghapus dosa, yang tidak berbeda dengan anak domba Paskah. Peran ini dinubuatkan oleh Yesaya. Pasal 53 dari kitab Yesaya menggambarkan peran Mesianik ini,

"Akan tetapi, Dia ditikam karena pelanggaran-pelanggaran kita.

Dia diremukkan karena kejahatan-kejahatan kita.

Hukuman yang mendatangkan kesejahteraan bagi kita ditimpakan ke atas-Nya,

dan oleh bilur-bilur-Nya kita disembuhkan."

(Yesaya 53:5, AYT)

"Dia ditindas dan Dia menderita,

Tetapi Dia tidak membuka mulut-Nya,

seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian,

dan seperti seekor domba betina yang terdiam di depan para penggunting bulunya,

demikianlah Dia tidak membuka mulut-Nya."

(Yesaya 53:7, AYT)

"Akan tetapi, Tuhan berkehendak

Menghancurkan Dia, membuat Dia sakit.

Ketika Dia mau menyerahkan diri-Nya sebagai kurban penebus salah."

(Yesaya 53:10, AYT)

"... Hamba-Ku yang benar

akan membenarkan banyak orang

karena Dia akan menanggung kejahatan-kejahatan mereka."

(Yesaya 53:11b, AYT)

Yesaya mengingatkan kita bahwa Mesias tidak hanya akan menjadi seorang nabi, seperti Musa, raja seperti Daud, dan imam seperti Melkisedek,iIa juga akan menjadi kurban penghapus dosa seperti anak domba yang dikorbankan.

Yesus akan menderita dan menanggung semua dosa kita, sebagai anak domba yang dikorbankan di kayu salib. Dan, dalam pernyataan ini, Yesus menghubungkan penderitaan nubuat Mesias yang dinubuatkan oleh Yesaya dengan segala sesuatu yang akan terjadi pada-Nya pada hari itu juga di kayu salib. (Hari-hari orang Yahudi dimulai pada saat matahari terbenam). Ini adalah satu lagi nubuat tentang kematian-Nya sendiri.

Di kayu salib, darah Yesus dicurahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Pengorbanan hewan seperti domba, kambing, dan lembu jantan yang dipersembahkan dari tahun ke tahun untuk penebusan dosa tidaklah sempurna dan tidak efektif (Ibrani 10:1-4). Akan tetapi, pengorbanan Yesus adalah sempurna dan kekal untuk selama-lamanya (Ibrani 7:27b; 10:10). Jika kita percaya kepada Yesus, oleh darah-Nya kita telah dan akan selamanya diampuni di hadapan Allah. Kita dilahirkan ke dalam keluarga-Nya, dan akan selamanya menjadi anak-Nya. Dan "sekarang, ketika pengampunan bagi semuanya itu telah tersedia, maka tidak diperlukan lagi kurban untuk menebus dosa" (Ibrani 10:18, AYT). Yesus telah membayar semuanya. "Sudah selesai" (Yohanes 19:30).

Namun, bahkan ketika pernyataan Yesus tentang cawan Seder sebagai darah perjanjian-Ku, yang dicurahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa, mengungkapkan institusi perjanjian baru dan peran Mesianik-Nya sebagai domba kurban, dan menubuatkan kematian-Nya di kayu salib. Hal itu juga menegaskan kembali bahwa Paskah menunjuk kepada Yesus. Paskah menandakan Mesias. Hal ini berlaku baik untuk Paskah yang pertama, baik ketika Israel dibebaskan dari Mesir, maupun Paskah yang dirayakan setiap tahun sebagai sebuah perayaan. Perayaan-perayaan, seperti Paskah dan Roti Tidak Beragi, "hanyalah bayangan tentang hal-hal yang akan datang, tetapi wujud yang sesungguhnya adalah Kristus" (Kolose 2:17, AYT).

"Dengan cara yang sama" (Lukas 22:20) Yesus menjelaskan kepada para murid bahwa roti Paskah yang tidak beragi melambangkan identitas ke-Mesiasan-Nya, demikian juga cawan anggur ini melambangkan identitas ke-Mesiasan-Nya.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang Paskah yang menunjuk kepada Yesus, lihatlah artikel The Bible Says: "Jesus and the Messianic Fulfillments of Passover and Unleavened Bread."(Kata Alkitab tentang Yesus dan Penggenapan Mesianik dari Paskah dan Roti Tidak Beragi, Red.)

(Sebagai) Peringatan

Setelah memberikan cawan itu kepada mereka, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya untuk minum dari cawan itu, kamu semua. Perintah-Nya untuk minum dari cawan itu merupakan konsekuensi dari perintah-Nya untuk makan roti tidak beragi.

Injil Markus mengatakan bahwa "Mereka semua minum dari cawan itu" (Markus 14:23).

Setelah Yesus menjelaskan bahwa Ia adalah roti Paskah yang dipecah-pecahkan dan memerintahkan murid-murid-Nya untuk memakan roti tersebut, Ia memberikan perintah tambahan kepada mereka-yang dicatat oleh Lukas. Yesus menyuruh murid-murid-Nya untuk "lakukanlah ini sebagai peringatan akan Aku" (Lukas 22:19b, AYT). Paulus yang melayani bersama Lukas juga mengutip Yesus yang mengeluarkan perintah yang sama (1 Korintus 11:24).

Ketika mengeluarkan perintah ini, Yesus memberi tahu para murid bahwa Perayaan Paskah bukan terutama dilakukan sebagai peringatan Paskah seperti yang selama ini diajarkan kepada mereka. Hingga saat itu, Perayaan Paskah dan ritual memecah-mecahkan roti tidak beragi dan menuangkan cawan berisi anggur dilakukan untuk mengenang hari raya Paskah bagi orang Yahudi. Namun, sekarang Yesus menyatakan bahwa semua itu adalah tentang Dia. Ingatlah Mazmur 116:13:

"Aku akan mengangkat cawan keselamatan [Yesus]

Dan menyerukan nama Tuhan".

Sebenarnya ada petunjuk yang tertanam tentang wahyu yang mengejutkan dalam perintah Imamat untuk memperingati Paskah dan perayaan-perayaan kudus lainnya:

"Itulah hari yang ditetapkan TUHAN sebagai pertemuan kudus, yang harus kamu nyatakan pada hari yang telah ditetapkan."

(Imamat 23:4, AYT)

Kata yang diterjemahkan sebagai "pertemuan" juga dapat berarti "latihan". Yesus sedang menjelaskan kepada para murid bahwa Seder Paskah Yahudi adalah sebuah latihan Mesianik. Semua yang telah dilatih oleh orang-orang Yahudi melalui simbol roti dan anggur selama 1500 tahun, akan dilakukan oleh Yesus dengan tubuh dan darah-Nya sendiri di kayu salib.

Tidak hanya itu, dengan mengatakan kepada para murid untuk "Lakukanlah ini sebagai peringatan akan Aku," Yesus mengungkapkan bahwa Paskah itu sendiri, momen berdirinya Israel sebagai sebuah bangsa, pada akhirnya merupakan sebuah acara pemanasan untuk pendirian kerajaan-Nya sebagai seorang Mesianik. Karena sampai saat itu, Seder Paskah Yahudi dan ritual memecah-mecahkan roti tidak beragi, serta menuangkan cawan anggur dilakukan untuk mengenang hari raya pendirian bangsa Yahudi. Akan tetapi, sekarang Yesus mengatakan bahwa ritual-ritual ini sebenarnya adalah tentang Dia. Mulai sekarang, ritual-ritual itu tidak lagi dilakukan hanya untuk mengingat Paskah, tetapi terutama untuk mengingat Dia. Ini merupakan perubahan paradigma yang besar bagi para murid dan setiap orang Yahudi di Israel.

Perintah Kristus, "Lakukanlah ini sebagai peringatan akan Aku" dipegang teguh setiap kali orang percaya mengambil bagian dalam sesuatu yang kemudian dikenal sebagai "Perjamuan Tuhan." Ketika kita melakukan hal ini, Paulus berkata, "Sebab, setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang" (1 Korintus 11:26, AYT). Sebagai orang percaya, setiap kali kita mengambil bagian dalam roti dan cawan, kita merayakan Yesus dan berterima kasih kepada-Nya atas pengorbanan-Nya bagi kita sehingga melalui kematian-Nya kita dapat hidup. Sakramen Perjamuan Kudus adalah sebuah tindakan penyembahan dan ucapan syukur dalam ketaatan. Inilah alasan lain sakramen ini disebut "Ekaristi," karena "ekaristi" berarti "mengucap syukur."

Selain itu, perintah Yesus untuk makan roti dan minum dari cawan mengingatkan kita akan ajaran Yesus kepada para pengikut-Nya jauh lebih awal dalam pelayanan-Nya di sinagoge Kapernaum,

"Yesus berkata kepada mereka, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak makan tubuh Anak Manusia dan meminum darah-Nya, kamu tidak memiliki hidup dalam dirimu. Setiap orang yang makan daging-Ku dan minum darah-Ku memiliki hidup kekal, dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab, daging-Ku adalah makanan yang sejati dan darah-Ku adalah minuman yang sejati. Siapa yang makan daging-Ku dan minum darah-Ku tinggal dalam Aku dan Aku dalam dia. Seperti Bapa yang hidup mengutus Aku, dan Aku hidup oleh karena Bapa, demikian juga dia yang memakan Aku, dia akan hidup karena Aku. Inilah roti yang turun dari surga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka mati, orang yang makan roti ini akan hidup selama-lamanya."

(Yohanes 6:53-58, AYT)

Pada saat Ia mengatakan hal ini, banyak pengikut-Nya meninggalkan-Nya karena itu adalah pernyataan yang sulit (Yohanes 6:60-66). Petrus dan murid-murid yang tersisa tetap bertahan bersama-Nya karena mereka menyadari bahwa meskipun mereka tidak sepenuhnya memahami Yesus dan hal-hal sulit yang dikatakan-Nya kepada mereka, mereka tahu bahwa Ia adalah Allah dan bahwa Ia memiliki firman kehidupan (Yohanes 6:67-69). Mereka kemudian menjadi lebih mengerti setelah Yesus bangkit dan mereka dipenuhi dengan Roh Kudus.

JANJI

Hal ketiga dan terakhir yang menonjol bagi Matius dari Perjamuan Paskah terakhir Yesus adalah perkataan Kristus: "Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku."

Ketika Yesus mengatakan hal ini, Ia mengacu pada salah satu cawan Seder. Buah dari pokok anggur adalah ungkapan untuk anggur. Kita tidak tahu pasti cawan mana dari keempat cawan Seder yang Yesus maksudkan ketika Ia mengatakan hal ini, tetapi kemungkinan besar yang Ia maksudkan adalah cawan ketiga ("cawan penebusan") yang temanya baru saja Ia sebutkan, atau Ia berbicara tentang cawan keempat ("cawan pujian atau penggenapan"); atau Ia dapat juga menggabungkan tema dari cawan ketiga dan cawan keempat. Masuk akal jika Ia berbicara tentang cawan penyempurnaan karena Ia berbicara tentang penyempurnaan akhir dari kerajaan-Nya yang mengambil bentuk fisik di bumi.

Meskipun Matius tidak menyebutkan secara jelas mengenai cawan Seder tambahan, secara tematis masuk akal jika Yesus berbicara mengenai cawan keempat. Cawan Seder yang keempat sesuai dengan janji penyempurnaan yang keempat dari Keluaran 6:6-8, yaitu: "Aku akan mengangkatmu menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahmu." Peristiwa di Gunung Sinai dapat dilihat dengan tepat sebagai upacara pernikahan antara Israel dan Allah. Israel sering dikatakan sebagai pengantin perempuan Allah. Gagasan ini berlanjut ke Perjanjian Baru, karena umat Allah juga disebut sebagai mempelai perempuan-Nya (Efesus 5:31-32).

Yesus adalah Imanuel -"Allah menyertai kita" (Yesaya 7:14; Matius 1:23). Mesias dinubuatkan untuk memerintah dan hidup bersama umat-Nya di dalam kerajaan-Nya (Yehezkiel 34:24). Kerajaan Mesias akan memerintah di seluruh bumi, bertahan selama-lamanya, dan tidak dapat dihancurkan (Daniel 7:14).

Yang menarik, Yesus berjanji bahwa Ia tidak akan meminum cawan ini sampai pada hari Aku meminumnya yang baru bersama-sama dengan kamu di dalam kerajaan Bapa-Ku. Dengan kata lain, Ia tidak akan meminumnya sampai misi Mesianik-Nya untuk mendirikan kerajaan di bumi sepenuhnya selesai.

Matius dan murid-murid lainnya mungkin berasumsi bahwa maksud Yesus adalah: kerajaan Mesianik akan didirikan sebelum Paskah berikutnya. Kerajaan itu akan ada di sini pada tahun berikutnya. Pemikiran ini pasti menggetarkan hati mereka!

Para murid tampaknya tidak menyadari bahwa sebenarnya maksud Yesus adalah bahwa Ia akan mati terlebih dahulu, bangkit kembali, menugaskan mereka untuk menyebarkan berita tentang kerajaan dan kedatangan-Nya kembali, kemudian naik ke Surga di mana Ia akan tinggal selama ribuan tahun sebelum datang kembali untuk menguduskan bumi, menghakimi orang yang hidup dan yang mati, dan kemudian meresmikan kerajaan itu. Setelah semua ini terjadi, Yesus akan meminum buah dari pokok anggur yang baru bersama mereka di dalam kerajaan Bapa-Nya.

Apa yang Yesus janjikan adalah itu:

Ia akan kembali;

Ia akan mendirikan kerajaan Bapa-Nya;

Ia akan merayakan pencapaian "Paskah" dan perjanjian baru dengan murid-murid-Nya melalui Seder yang baru di dalam kerajaan Bapa-Nya.

Jika hal itu terdengar terlalu berat untuk dipahami, memang benar. Ketika kita ingat bahwa di tengah-tengah perumpamaan ini Yesus juga mengumumkan bahwa salah satu dari kedua belas murid akan mengkhianati-Nya (Matius 22:20-25), tidak mengherankan jika para murid tidak langsung menangkap semua hal yang baru saja Yesus ungkapkan kepada mereka.

Janji Kristus bahwa Ia tidak akan minum dari buah anggur ini mulai sekarang sampai pada hari Aku meminumnya bersama-sama dengan kamu di dalam kerajaan Bapa-Ku mengingatkan kita pada perkataan-Nya kepada orang-orang Farisi dan orang banyak di Bait Allah dalam ratapan-Nya atas Yerusalem: "Sebab Aku mengatakan kepadamu bahwa mulai sekarang, kamu tidak akan melihat Aku lagi sampai kamu berkata 'Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan.'" (Matius 23:39, AYT; lihat juga Mazmur 118:26). Dengan kata lain, Yesus tidak akan meminum cawan itu lagi sampai perayaan Mesianik yang dinubuatkan dalam Yesaya 25 dan Mazmur 118 menjadi kenyataan.

Tidak jelas apakah cawan yang Yesus katakan tidak akan diminum-Nya adalah cawan yang sama dengan cawan yang Ia katakan sebagai darah-Nya dalam perjanjian yang baru. Bisa jadi cawan itu adalah cawan ini. Atau, mungkin juga cawan tambahan.

Yesus menyuruh semua orang untuk minum dari cawan yang merupakan darah perjanjian yang baru. Markus mengatakan bahwa "mereka semua minum dari cawan itu" (Markus 14:23).

Jadi, tampaknya Yesus minum dari cawan itu. Namun, tampaknya Ia juga tidak minum dari cawan yang digambarkan dalam ayat 29, karena Matius melaporkan bahwa Yesus berkata bahwa Ia tidak akan meminumnya dari sekarang. Frasa dari sekarang dapat mengindikasikan bahwa Yesus meminumnya, tetapi tidak akan meminumnya lagi sampai... atau dapat juga berarti bahwa Ia tidak meminum cawan terakhir ini, bahkan ketika para murid yang lain ikut meminumnya.

Jika Yesus tidak meminumnya, mungkin saja Ia tidak meminumnya sebagai tanda untuk menunjukkan bahwa Ia tidak akan menggenapi semua peran Mesias pada saat kedatangan-Nya yang pertama. Semua peran itu baru akan digenapi pada kedatangan-Nya yang kedua.

Ia menggenapi peran Mesianik sebagai Pemberi Hukum seperti Musa pada kedatangan-Nya yang pertama (Matius 5-7). Ia akan menggenapi peran Mesianik sebagai Korban Persembahan sebagai Anak Domba Paskah Allah yang kekal (Matius 27:45-50; 1 Korintus 5:7). Pada saat kenaikan-Nya, Ia akan menjadi Imam Besar Mesianik menurut urutan Melkisedek (Ibrani 4:16; 5:19-10; 7:17).

Akan tetapi, Ia tidak akan memenuhi peran Mesianik sebagai Raja seperti Daud sampai Ia kembali ke bumi untuk kedua kalinya, ketika Ia akan datang kembali sebagai penakluk seperti Yosua (Wahyu 19:11-16). Meskipun Ia adalah Anak Daud, Ia tidak mengklaim takhta duniawi yang menjadi hak-Nya pada kedatangan-Nya yang pertama. Ia akan mengklaimnya ketika Ia datang kembali pada kedatangan-Nya yang kedua. Ada kemungkinan Yesus menunjukkan bahwa Ia tidak akan meminum cawan keempat -"cawan penyempurnaan" sampai kerajaan itu didirikan, dengan tidak meminumnya pada cawan terakhir sebelum kematian-Nya. Paling tidak, Yesus mengatakan bahwa Ia tidak akan meminumnya lagi sampai segala sesuatu dijadikan baru.

URUTAN PERISTIWA YANG MUNGKIN TERJADI SELAMA PERJAMUAN TERAKHIR

1. Yesus dan para murid tiba di Ruang Atas (Markus 14:17).

Yesus membasuh kaki para murid (Yohanes 13:3-17).

Yesus mengumumkan bahwa salah satu murid akan mengkhianati-Nya (Yohanes 13:18-20).

Seder secara resmi dimulai (Matius 26:20; Lukas 22:14).

Yesus mengumumkan bahwa Ia rindu untuk makan Paskah bersama mereka (Lukas 22:15-16).

Yesus memberkati cawan anggur yang pertama (Lukas 22:17-18).

Yesus memecah-mecahkan roti dan mengidentifikasikan diri-Nya sebagai Roti Tidak Beragi (Matius 26:26; Markus 14:22; Lukas 22:19).

Yesus mengumumkan untuk kedua kalinya bahwa salah satu dari kedua belas murid akan mengkhianati-Nya. Hal ini meresahkan para murid. Yesus mengidentifikasi Yudas sebagai pengkhianat-Nya, tetapi para murid tidak mengetahui hal ini hingga beberapa waktu kemudian. Yudas kemudian pergi untuk mengkhianati Yesus (Matius 26:21-25; Markus 14:17-21; Lukas 22:21-23; Yohanes 13:21-30).

Yesus menuangkan cawan anggur yang kedua (atau lebih) dan mengidentifikasikan diri-Nya sebagai Anak Domba Paskah (Matius 26:27-28; Markus 14:23-24; Lukas 22:20).

Yesus menuangkan cawan anggur yang ketiga (atau lebih) dan berkata bahwa Ia tidak akan meminumnya sampai Ia bersama murid-murid-Nya lagi di dalam Kerajaan Surga (Matius 26:29; Markus 14:25).

Murid-murid berdebat tentang siapa yang terbesar (Lukas 22:24).

Yesus mengingatkan mereka tentang Kebesaran Sejati (Lukas 22:25-29) dan mendiskusikan Kerajaan-Nya (Lukas 22:25-29)

Yesus memberi tahu mereka tentang perintah-Nya untuk saling mengasihi (Yohanes 13:31-35).

Yesus memberitahukan Petrus bahwa ia akan menyangkal-Nya (Lukas 22:31-34; Yohanes 13:36-38).

Yesus memberitahukan kepada para murid-Nya bahwa Ia akan melakukan perjalanan. Mereka bertanya kepada-Nya dan Ia menjawabnya (Yohanes 14, juga Lukas 22:35-38).

Yesus dan para murid menyanyikan Kidung Pujian dan berangkat ke Bukit Zaitun (Matius 22:30; Markus 14:26; Lukas 22:39; Yohanes 14:31).

Teks Alkitab (AYT)

26 Ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti. Dan, setelah memberkatinya, Yesus memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada para murid serta berkata, "Ambillah dan makanlah, ini adalah tubuh-Ku." 27 Kemudian, Dia mengambil cawan, mengucap syukur, dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya, "Kamu semua, minumlah darinya. 28 Sebab, ini adalah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan untuk banyak orang untuk pengampunan dosa-dosa. 29 Aku mengatakan kepadamu bahwa Aku tidak akan meminum hasil pohon anggur ini, dari sekarang sampai hari itu, ketika Aku meminum anggur yang baru bersama kamu dalam kerajaan Bapa-Ku."

(t/Jing-jing)

Diambil dari:
Nama situs : The Bible Says
Alamat artikel : https://thebiblesays.com/commentary/matt/matt-26/matthew-2626-29/
Judul asli artikel : Matthew 26:26-29 meaning
Penulis artikel : Tim The Bible Says