Kesaksian Paskah

Pukulan Paskah terhadap Apatisme Sosial Saya

Mula-mula, rekaman pria, wanita, dan anak-anak yang berbintik-bintik, pucat, hitam dan putih dijejerkan dan ditembak, tubuh mereka ditendang ke kuburan terbuka, tampak seperti sesuatu dari film bisu. Tetapi ini adalah gambar dari peristiwa nyata. Kemudian, ketika saya berjalan melewati koridor yang dingin dan sempit dari Yad Vashem, museum Holocaust di Yerusalem, mendengarkan narator membimbing saya melalui sejarah, melihat instrumen brutal kematian, dan menjalankan tangan saya di sepanjang artefak yang dikumpulkan dari kematian, semuanya terasa aneh dan aneh. Kengerian yang digambarkan dan digambarkan di tempat ini tidak terjadi di dalam film, tetapi terjadi pada orang-orang nyata, beberapa di antaranya berada di pohon keluarga saya.

Kematian Suamiku Tak Seperti Lazarus

Ditinggalkan oleh orang yang kita kasihi untuk selama-lamanya akan mengurangi sukacita, semangat, dan pengharapan hidup. Akan tetapi, Allah dengan cara-Nya, menghadirkan semangat, pengharapan, dan sukacita. Kematian Yesus Kristus membawa keselamatan bagi orang yang percaya kepada-Nya.

Plass.....Aku Tak Bisa Memegang Kartu Lagi

Ia pulang duduk seorang diri dengan suasana hening dan damai sedamai hatinya. Tadi ketika seorang hamba Tuhan berbicara dengan penuh kuasa Ilahi, hatinya dikuasai penyesalan yang sangat dalam teringat kehidupannya yang penuh dosa. Ia melihat bagaimana hari-harinya dilewati dengan berjudi, sampai tubuhnya payah dan tidak pernah sedikitpun terpikir akan anak dan istrinya.

Yesus Sungguh Mengasihimu

Pada setiap Minggu siang, yaitu sesudah ibadah pagi berakhir, Pak Pendeta dengan anak laki-lakinya yang berumur 11 tahun selalu pergi ke kota untuk membagikan traktat. Namun pada hari Minggu siang itu udara di luar terasa sangat dingin karena hujan telah menyirami bumi sejak pagi.

Ketika saat untuk membagikan traktat tiba, anak laki-laki itu mulai bersiap-siap mengenakan baju hangatnya dan berkata, "Aku sudah siap, Pa!"