Paskah dan Yesus Kristus

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Bagi orang Kristen, Paskah penuh dengan lambang yang bersifat nubuat karena menunjuk kepada Yesus Kristus. PB dengan tegas mengajarkan bahwa hari raya Yahudi merupakan "bayangan dari apa yang harus datang" (Kol 2:16-17; Ibr 10:1), yaitu penebusan melalui darah Yesus Kristus. Perhatikan hal-hal berikut dalam pasal Kel 12:1-51 yang mengingatkan kita pada Sang Juruselamat dan kehendak-Nya bagi kita.

  1. 1) Inti dan jiwa peristiwa Paskah adalah kasih karunia Allah yang menyelamatkan. Allah mengeluarkan orang Israel dari Mesir bukan karena mereka itu layak, tetapi karena Ia mengasihi mereka dan setia kepada perjanjian-Nya (lih. Ul 7:7- 10). Demikian pula, keselamatan yang kita terima dari Kristus sampai kepada kita melalui kasih karunia Allah yang menakjubkan (lih. Ef 2:8-10; Tit 3:4-5).
  2. 2) Darah yang dipercikkan pada tiang pintu dan ambang atasnya dimaksudkan untuk menyelamatkan anak sulung dalam setiap keluarga dari kematian; darah ini menunjuk kepada penumpahan darah Yesus di salib supaya menyelamatkan kita dari kematian dan dari murka Allah terhadap dosa (Kel 12:13,23,27; Ibr 9:22).
  3. 3) Anak domba Paskah itu adalah sebuah "korban" (Kel 12:27) yang berfungsi sebagai pengganti anak sulung; korban ini menunjuk kepada kematian Yesus Kristus sebagai ganti kematian orang percaya

    (lihat cat. --> Rom 3:25).

    [atau --> Rom 3:25]

    Paulus secara tegas menyebut Kristus anak domba Paskah kita yang dikorbankan demi kita (1Kor 5:7).

  4. 4) Anak domba jantan yang akan disembelih haruslah "tanpa cacat" (Kel 12:5); anak domba itu melambangkan ketidakberdosaan Kristus, Anak tunggal Allah yang sempurna (bd. Yoh 8:46; Ibr 4:15).
  5. 5) Memakan daging anak domba itu melambangkan pemanunggalan masyarakat Israel dengan kematian anak domba itu, kematian yang menyelamatkan mereka dari kematian jasmaniah. Demikian pula, ikut serta dalam Perjamuan Kudus melambangkan keikutsertaan kita dalam kematian Kristus, kematian yang menyelamatkan kita dari kematian rohani (1Kor 10:16-17; 1Kor 11:24-26). Sebagaimana halnya dengan Paskah, hanyalah korban yang pertama, kematian-Nya di salib, menjadi korban yang efektif. Kita mengadakan Perjamuan Kudus sebagai suatu "peringatan" akan Dia (1Kor 11:24).
  6. 6) Pemercikan darah pada tiang pintu dan ambang atasnya dilaksanakan dengan iman yang taat (Kel 12:28; bd. Ibr 11:28); tanggapan iman ini mendatangkan penebusan melalui darah (Kel 12:7,13). Keselamatan melalui darah Kristus diperoleh hanya melalui "ketaatan yang disebabkan oleh iman" (Rom 1:5; bd. Rom 16:26).
  7. 7) Anak domba Paskah harus dimakan bersama dengan roti yang tidak beragi (Kel 12:8). Karena ragi dalam Alkitab biasanya melambangkan dosa dan pencemaran

    (lihat cat. --> Kel 13:7;

    lihat cat. --> Mat 16:6;

    lihat cat. --> Mr 8:15),

    [atau --> Kel 13:7; Mat 16:6; Mr 8:15]

    roti yang tidak beragi ini melambangkan pemisahan orang Israel yang ditebus dari Mesir, yaitu dari dunia dan dosa

    (lihat cat. --> Kel 12:15).

    [atau --> Kel 12:15]

    Demikian pula, umat Allah yang ditebus dipanggil untuk memisahkan diri mereka dari dunia yang penuh dosa dan menyerahkan diri kepada Allah saja

    (lih. art.PEMISAHAN ROHANI ORANG PERCAYA,

    dan art.HUBUNGAN ORANG KRISTEN DENGAN DUNIA).