Dalam kalender gereja tahunan, Jumat Agung menjadi hari ketika orang percaya memperingati kematian Juru Selamat kita, Yesus Kristus, di kayu salib, ketika Dia menanggung murka yang seharusnya kita terima karena dosa-dosa kita. Ini adalah hari yang besar, dan Pekan Suci menjadi minggu yang sangat penting. Paskah, yang memperingati kebangkitan Kristus, kemudian mengarahkan perhatian kita pada kemenangan-Nya atas maut. Karena itu, dalam podcast ini, kita memusatkan perhatian pada kebangkitan Kristus. Email kali ini berasal dari seorang pendengar bernama Allison. "Pastor John, halo dan terima kasih untuk podcast ini. Karena kematian dan kebangkitan Kristus, kita memiliki pengharapan akan kebangkitan tubuh di masa depan -- sebuah kenyataan yang luar biasa, tetapi masih akan terjadi nanti. Tampaknya Rasul Paulus juga berbicara tentang beberapa cara kita sekarang mengambil bagian dalam kebangkitan Kristus. Bisakah Anda menjelaskannya kepada saya? Secara khusus, saya memikirkan perkataan Paulus bahwa kita dapat mengenal 'kuasa kebangkitan-Nya' dalam hidup kita hari ini (Filipi 3:10). Dia juga mengatakan bahwa Allah 'membangkitkan kita dengan Dia dan mendudukkan kita dengan Dia di tempat surgawi dalam Yesus Kristus' (Efesus 2:6, AYT). Bisakah Anda menjelaskan kedua implikasi Paskah ini bagi hidup kita hari ini?"
Pengaruh kebangkitan Kristus atas kehidupan kita sebagai orang Kristen sangatlah besar dan tak terukur, Tony dan Allison. Tidak seorang pun dari kita telah sepenuhnya menyelami segala kemungkinan dari apa yang Allah kehendaki untuk Dia kerjakan di dalam dan melalui kita oleh kuasa kebangkitan Kristus. Saya mengatakan hal ini karena Paulus berkata dalam Efesus 3:20, "Bagi Dia, yang sanggup melakukan jauh lebih melimpah daripada semua yang kita minta atau pikirkan, sesuai dengan kuasa yang bekerja di dalam kita" (Efesus 3:20, AYT). Lalu, dalam pasal 1, dia menjelaskan bahwa kuasa itu adalah "dan kekuatan besar yang tak terukur bagi kita yang percaya ... sebagaimana ditunjukkan dalam kemahabesaran kekuatan-Nya ini Ia tunjukkan ketika Ia membangkitkan Kristus dari antara orang mati" (Efesus 1:19–20, AYT).
Di situlah hubungan antara Efesus 3:20 dan Efesus 1:19: kuasa yang memampukan kita melakukan jauh lebih banyak daripada yang bahkan dapat kita bayangkan adalah kuasa Allah yang sama, yang Dia kerjakan ketika Dia membangkitkan Kristus dari antara orang mati. Jadi, pertanyaan Allison seperti mencolokkan kabel listrik ke stopkontak bertegangan 10.000 volt.
Hidup Kebangkitan
Bagaimana Alkitab menjelaskan hal ini? Alkitab memulainya dengan mengajarkan bahwa ketika kita bertobat kepada Kristus dan mengalami kelahiran baru, kita dipersatukan secara rohani dengan Yesus Kristus melalui iman. Allah menetapkan suatu ikatan, suatu kesatuan -- keterikatan hidup yang tidak dapat diputuskan -- dengan Yesus Kristus. Tujuan dari kesatuan ini adalah agar kematian dan kebangkitan Kristus diperhitungkan sebagai kematian dan kebangkitan kita.
"Melalui iman, kabel kehidupan kita terhubung pada kematian dan kebangkitan Yesus Kristus yang berdaya 10.000 volt."

Teks kuncinya adalah Roma 6:5 (AYT): "Sebab, jika kita telah dipersatukan dengan Dia dalam keserupaan kematian-Nya, kita pasti juga akan ada dalam keserupaan kebangkitan-Nya". Saya dapat membayangkan ada pendengar yang berkata, "Tunggu, Anda mengatakan bahwa kita dipersatukan dengan Kristus; lalu, bagaimana saya dapat mengenali hal itu dalam pengalaman saya?" Jika Anda bertanya, "Bagaimana saya secara pribadi mengalami kesatuan dengan Kristus dalam kematian dan kebangkitan-Nya?" jawaban Alkitab adalah: melalui iman kepada Kristus. Ketika Roh Kudus menuntun Anda untuk menerima Kristus -- percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juru Selamat, Tuhan, dan harta terbesar dalam hidup Anda -- itulah cara-Nya menetapkan kesatuan antara Anda dan Kristus yang bangkit.
Kita melihat hal ini, misalnya, dalam Galatia 2:20: "Aku sudah disalibkan dengan Kristus. Bukan lagi aku yang hidup, melainkan Kristus [yang bangkit] yang hidup dalam aku. Hidup yang sekarang ini kuhidupi dalam daging adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah, yang mengasihi aku dan telah memberikan diri-Nya untuk aku" (AYT). Jadi, melalui iman, kabel kehidupan kita terhubung pada kematian dan kebangkitan Yesus Kristus yang berdaya 10.000 volt. Kesatuan ini menjamin kebangkitan kita pada masa depan. "Namun, jika Roh Dia yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati tinggal dalam kamu, Dia yang membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati juga akan memberi hidup kepada tubuhmu yang fana melalui Roh-Nya yang tinggal dalam kamu" (Roma 8:11, AYT). Jadi, jika Kristus ada di dalam Anda sekarang, jika Kristus yang bangkit tinggal di dalam Anda sekarang, Anda juga akan dibangkitkan dari kematian.
Lima Dampak Kesatuan dengan Kristus yang Bangkit
Berikut ini lima implikasi atau pengalaman yang dapat kita alami sekarang karena kesatuan kita dengan Kristus yang bangkit dan karena kepastian akan kebangkitan kita sendiri. Keyakinan bahwa kebangkitan kita pada masa depan benar-benar akan terjadi membawa perbedaan yang sangat besar dalam hati kita.
1. Kita mengambil bagian dalam hidup Kristus yang tidak dapat binasa.
Kita memiliki rasa aman yang baru dan keyakinan pengharapan yang baru. Dalam arti yang mendalam, orang Kristen memiliki hidup yang tidak dapat binasa. Kita tidak akan pernah mengalami kuasa kematian yang menghancurkan secara penuh, karena Yesus berkata dalam Yohanes 11:25–26, "Akulah kebangkitan dan kehidupan; siapa pun yang percaya kepada-Ku, dia akan hidup walaupun dia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan percaya kepada-Ku tidak akan pernah mati" (AYT). Sungguh menakjubkan. Betapa luar biasa janji itu!
Kepastian akan masa depan ini membuat kehidupan kita sekarang di dunia dipenuhi sukacita -- sukacita yang membebaskan kita dari ketakutan, serta memberi kita rasa aman, keyakinan, dan pengharapan. Petrus berkata dalam 1 Petrus 1:3, "Terpujilah Allah dan Bapa dari Tuhan kita, Kristus Yesus, yang sesuai dengan anugerah-Nya yang sangat besar, telah melahirkan kita kembali dalam pengharapan yang hidup melalui kebangkitan Kristus Yesus dari antara orang mati" (AYT). Kita semua tahu ada perbedaan besar antara hidup dalam keputusasaan, ketidakpastian, dan ketakutan, dengan hidup dalam rasa aman, keyakinan, pengharapan, sukacita, dan kebebasan dari ketakutan karena kita mengambil bagian dalam hidup yang tidak dapat binasa -- yaitu kehidupan kebangkitan Yesus.
Itulah dampak pertama kebangkitan Kristus bagi pengalaman kita sekarang.
2. Kita menerima identitas baru.
Kita memiliki identitas baru yang mulia dan tidak tergoyahkan. Dunia memandang kita setelah pertobatan kepada Kristus, lalu apa yang mereka lihat? Tidak ada yang tampak luar biasa. Kita tidak menjadi setinggi seratus kaki. Hidup sejati kita tersembunyi. Kita adalah anak-anak Allah. Maksud saya, menjadi anak Allah itu seperti sebuah galaksi -- begitu mulia dan besar. Hidup sejati kita memang tersembunyi. Perhatikan Kolose 3:3–4: "Sebab, kamu sudah mati dan hidupmu tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah. Ketika Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri-Nya, kamu juga akan dinyatakan dalam kemuliaan bersama-sama dengan Dia" (Kolose 3:3–4, AYT).
Jadi, dalam kesatuan dengan Kristus yang bangkit, kita bukan sekadar manusia fana. Identitas sejati kita sebagai anak-anak Allah tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah, dan akan dinyatakan dalam kemuliaan yang luar biasa pada kedatangan-Nya.
3. Kita mengalami pertolongan yang tidak pernah berhenti.
Pastor John, halo dan terima kasih untuk podcast ini.
Dalam kesatuan dengan Kristus yang bangkit, kita memiliki Sahabat yang hidup, hadir, dan menolong kita setiap saat. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya sebelum dia mati, "Aku tidak akan meninggalkanmu seperti yatim piatu. Aku akan datang kepadamu" (Yohanes 14:18, AYT). Pada akhir Injil Matius, di ayat terakhir, Yesus juga berkata, "Dan lihatlah, Aku selalu bersamamu, bahkan sampai kepada akhir zaman" (Matius 28:20, AYT). Jadi, kita mengalami kehadiran Kristus yang bangkit melalui Roh-Nya, yaitu Roh Kudus.
"Identitas sejati kita tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah, dan akan dinyatakan dalam kemuliaan yang menakjubkan pada saat kedatangan-Nya."
Dalam Yohanes 7:39, sebelum Yesus mati dan bangkit, Yohanes menjelaskan bahwa Roh belum diberikan karena Yesus belum dimuliakan, belum dibangkitkan dan dimuliakan. Maksudnya bukan bahwa Roh Kudus tidak bekerja di dunia sebelum kebangkitan Yesus, melainkan bahwa Roh belum dinyatakan, dialami, atau dikenal sebagai Roh Kristus yang bangkit. Itulah hal yang baru. Itulah hak istimewa kita sebagai orang Kristen: Kristus yang bangkit ada di dalam kita dan bersama kita sebagai Sahabat serta Penolong sepanjang perjalanan menuju rumah kekal.
4. Kita menerima kuasa untuk hidup benar.
Dalam kesatuan dengan Kristus yang bangkit, kita menerima kuasa baru untuk mengalahkan dosa dan berjalan dalam kebenaran. Teks kuncinya adalah Roma 6; bahkan, hampir seluruh pasal itu dan bagian awal Roma 7 membahas hal ini.
- Roma 6:4: "Sama seperti Yesus dibangkitkan dari antara orang mati ... kita juga boleh hidup dalam kehidupan yang baru" (AYT).
- Roma 6:13: "jangan menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa sebagai alat kejahatan. Akan tetapi, serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang yang sudah dibawa dari kematian kepada hidup" (AYT).
- Roma 7:4: "Kamu telah menjadi milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, supaya kita menghasilkan buah bagi Allah".
Jadi, dalam kesatuan dengan Kristus yang bangkit, kita memiliki kuasa baru untuk hidup dalam kekudusan dan kasih.
5. Kita dapat menderita dengan baik bersama Juru Selamat kita.
Ini poin terakhir, meskipun masih banyak hal lain yang dapat ditambahkan. Kebenaran ini sangat kaya -- kita sedang terhubung dengan kuasa yang sangat besar.
Dalam kesatuan dengan Kristus yang bangkit, kita menerima kuasa baru untuk menderita bersama Yesus. Allison secara khusus menanyakan hal ini. Filipi 3:10 berkata, "Kiranya aku dapat mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya" (AYT). Mengapa? Inilah jawabannya: supaya aku "bersatu dalam penderitaan-Nya untuk menjadi seperti Dia dalam kematian-Nya" (AYT).
Kita memiliki kuasa untuk menderita dengan baik bersama Yesus; rasa aman dan keyakinan pengharapan yang baru; identitas baru yang mulia dan tidak tergoyahkan; Sahabat yang selalu hadir dan menolong kita sepanjang perjalanan; kuasa baru untuk hidup dalam kekudusan dan kasih; serta kuasa baru untuk menderita bersama Yesus. Karena itu, kita berkata, "Tuhan telah bangkit."
Dia benar-benar telah bangkit.
Dan di dalam Dia, kita pun mengambil bagian dalam kebangkitan itu.
(t/Jing-jing)
| Diambil dari: | ||
| Nama situs | : | Desiring God |
| Alamat artikel | : | https://www.desiringgod.org/interviews/how-does-easter-change-us |
| Judul asli artikel | : | How Does Easter Change Us? |
| Penulis artikel | : | John Piper |