Kuasa Salib

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Judul asli buku: Explaining the Cross
Penulis: Bob Gordon
Penerjemah: Lily Christianto
Penerbit: ANDI, Yogyakarta 2004
Ukuran buku: 11,8 x 19,1 cm
Tebal: 110 halaman

Manakah yang lebih penting, kelahiran Yesus atau kematian-Nya?
Keduanya sama-sama penting. Untuk melakukan kehendak Bapa, Yesus harus
lahir dan mati untuk menebus dosa manusia. Dosa-dosa manusia telah
ditanggung oleh Yesus di Kalvari. Seseorang tidak akan mungkin
menerima anugerah keselamatan apabila ia tidak percaya kepada
peristiwa tersebut. Kekristenan juga mengakui ketidakberdayaan manusia
dalam menghadapi persoalan dengan kekuatannya sendiri. Untuk
memperoleh kemenangan atas segala pergumulan, manusia memerlukan kuasa
dari Sang Sumber Kemenangan, Tuhan Yesus. Kemenangan Yesus di atas
kayu salib memberikan kuasa yang luar biasa bagi orang-orang percaya.
Apakah ini yang dimaksud dengan kuasa salib?

Pertanyaan-pertanyaan yang mengusik Anda tentang kuasa salib bisa Anda
jawab dengan membaca buku "Kuasa Salib" yang ditulis oleh Bob
Gordon -- seorang pengajar Alkitab, penginjil, dan mantan dosen Studi
Perjanjian Lama di London Bible College. Penulis mengupas peristiwa
salib yang dialami oleh Tuhan Yesus beserta segala misterinya dan
salib yang harus dipikul oleh orang percaya. Buku ini membahas hal-hal
yang terkait dengan kuasa salib, antara lain Kuasa Salib, Kebaikan
Salib Sepenuhnya, Penderitaan dan Penguasa, Penderitaan Kristus, dan
Pikullah Salib Anda. Melalui buku ini, Anda dapat belajar bagaimana
memiliki kehidupan yang senantiasa mengalami kuasa Tuhan, yang membuat
kita selalu hidup berkemenangan melalui kuasa salib-Nya.

Hal yang menarik dari buku ini adalah setiap pembahasannya selalu
dilandaskan pada Alkitab. Jika dilihat dari judulnya, buku ini
terkesan "berat". Mungkin Anda menduga bahwa penjelasan-penjelasan
penulis akan disampaikan dengan bahasa-bahasa teologis. Tidak!
Sekalipun isinya membahas hal pokok kekristenan, penulis mampu
memaparkannya dengan bahasa yang enak dibaca dan tidak membebani
pembaca.

Peresensi: Fitri Nurhana

Resensi ini sudah pernah dipublikasikan di e-Buku edisi 72