The Centurion’s Diary

 Bahan Paskah lainnya dapat diakses di:live.sabda.org

Sudah waktunya…
Aku bersama prajurit-prajurit bawahanku…
Akan menangkap seseorang

Aku tak tahu apa kesalahannya
Kami diperintahkan oleh Imam Besar
Katanya orang ini berbahaya dan harus dihukum mati

Malam itu,
Aku dan rombonganku pergi ke sebuah taman
Katanya sasaran kami ada di sana
Kami mendapat informasi dari salah seorang muridnya

Ketika kami tiba di taman itu
Tampak dia bersama tiga orang muridnya
Kelihatannya dia sudah siap dengan kedatangan kami
Tapi murid-muridnya…kelihatannya mereka sangat terkejut

Kami menangkap Dia
segera setelah murid pengkhianat itu mencium dia
Ciuman pengkhianatan

Dia sama sekali tidak melawan
Tidak seperti penjahat yang biasa kami tangkap
Mereka biasanya menyumpah dan mengata-ngatai kami

Bahkan satu kejadian membuatku sangat bingung…

Salah satu muridnya, muridNya yang lain
Menghubus pedang dan memotong telinga Malkus
Hamba Imam Besar, yang mengutus kami

Dia bukannya memuji muriNya
Dia malah mengambil telinga yang terjatuh
Memasangkannya lagi
Dan telinganya kembali seperti sedia kala

Orang macam apa Dia ini?

Kami membawanya, pertama-tama kepada Imam Besar
Orang yang memerintahkan kami menangkapnya
Begitu banyak saksi palsu…ya, aku tahu itu saksi palsu
Tapi sulit sekali mencari kesalahannya

Kemudian kami membawanya ke Pilatus
Yang biasa mengadili para penjahat
Seorang Wali Negeri
Namun Pilatus pun tidak dapat menemukan kesalahanNya

Kemudian Dia dikirim lagi kepada Herodes
Raja Israel…
Walaupun ia tidak menemukan kesalahan orang itu
Dia tetap mengolok-olok dan menghinanya
Mungkin karena dia juga iri…sama seperti imam besar itu

Dari Herodes, ia dikirim lagi kepada Pilatus
Kerja kami memang berat hari itu…
Tak ada yang bisa menemukan cukup alasan untuk membunuhNya

Di hadapan Pilatus, imam-imam itu berteriak-teriak
Mereka menuntut dan membujuk Pilatus
Sampai akhirnya aku melihat Pilatus mencuci tangannya
Sebagai tanda bahwa ia tidak akan ikut campur

Sebagai gantinya, mereka membebaskan Barabas
Menurutku itu keputusan yang bodoh
Barabas adalah pembunuh
Kami sulit sekali ketika menangkapnya

Orang ini tidak pernah mengumpat,
Beda dengan Barabas
Orang ini tidak memberontak
Beda dengan Barabas
Menurut pendapatku, Dia tidak pantas mati
Apalagi menurut kabar, banyak hal baik yang dilakukannya
Menurutku, Dia ini orang benar…

Mungkinkah seorang benar menggantikan orang berdosa?
Mungkinkah seorang benar harus mati, dan orang berdosa menjadi bebas?

Akhirnya kami membawanya ke sebuah bukit
Bukit tengkorak…
Tempat para penjahat yang melakukan dosa sangat berat
Mendapat hukuman

Ada tiga orang yang akan dihukum hari itu
Dia ini, dan dua orang lainnya
Katanya Dia akan disalibkan di antara dua penjahat yang lain

Aku ada di kaki salib itu,
Ketika Dia berdoa agar Tuhan mengampuni kami
Sungguh doa yang tidak biasa
Diucapkan dari seorang yang mendapat perlakuan tidak adil seperti ini

Jam 12 siang tiba-tiba langit menjadi gelap
Matahari tak bersinar selama tiga jam
Kami dilingkupi oleh kegelapan, dan kebingungan
Siapa Dia sebenarnya…

Jam tiga, aku mendengar Dia berkata
“Ya Bapa, ke dalam tanganMu ku serahkan nyawaku”
Apakah yang dimaksud Bapa olehNya adalah Tuhan?

Baru saja aku berpikir begitu
Tiba-tiba terjadi gempa bumi
Gempa bumi yang dahsyat
Yang menyebabkan bukit-bukit batu terbelah
Dan kuburan-kuburan terbuka
(Esoknya aku baru tahu bahwa orang-orang mati bangkit)

Aku ada di bawah salib itu
Aku menyaksikan pemandangan dahsyat itu
Dia pasti bukan orang sembarangan
Dia pasti Orang Benar….Tuhan…

Kupejamkan mataku saat itu
“Ampuni aku” bisikku
“Aku percaya sekarang”

Ketika aku membuka mataku
Ku lihat orang-orang memukul-mukul diri
Mungkin mereka menyesal
Entahlah, aku tak tahu perasaan mereka
Yang jelas, aku memutuskan untuk memuliakan Tuhan
“Terpujilah Nama-Mu”

Hari Minggunya, aku mendengar dari anak buahku
Mereka melihat malaikat yang wajahnya bagaikan kilat
Dan berpakaian seputih salju
Ia menggulingkan batu itu

Beberapa orang mengatakan melihat Dia…
Katanya Dia bangkit…

Ku dengar para imam menyebarkan berita
Bahwa mayatnya dicuri

Saat mendengar kisah dari para penjaga itu,
aku hanya tersenyum…dan bertanya
“Bagaimana menurut kalian? Apa yang terjadi padaNya?”

Menurut pendapatku sih…
Dia itu Tuhan…
Dan Tuhan berkuasa atas kematian, bukan?
Aku yakin Dia pasti bangkit…

Note:

Seorang kepala prajurit menyaksikan sendiri, dari kaki salib..bagaimana kejadian luar biasa mengikuti kematian Yesus, yang disalibkan.

Firman Tuhan mengatakan, ketika ia melihat semua hal itu, dia memutuskan untuk MEMULIAKAN TUHAN…dan mengakuinya…wow…

Para produser mencatat ini, dan hampir di setiap film tentang penyaliban, tokoh ini dimasukkan…

Banyak orang sudah melihat hal-hal besar yang dilakukan Tuhan, di depan matanya, tapi tetap tidak mengakui kebesaran Tuhan… bagaimana dengan kita?

Mau tau kisah ini ada di mana? Baca Alkitabmu ya….Matius 27 : 45 – 46, Markus 15:33-41, Lukas 23:44-49)