Taat Sampai Mati

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Taat Sampai Mati

Oleh: Peserta Kelas Diskusi Paskah Maret 2011 - Vika

Fil 2:8
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Dari tempat tertinggi, seorang anak raja yang memiliki jagat semesta menjadi seorang manusia, menempatkan diri-Nya sama dengan ciptaan-Nya. Seberapa besar kemampuan kita untuk bisa sama seperti Dia, pencipta manusia yang berkorban untuk ciptaan-Nya sendiri atas nama cinta kasih?

Kita sebagai orang percaya telah dikaruniai penghargaan terbesar untuk memperoleh penebusan atas dosa kita. Tuhan Yesus Kristus rela mati untuk kita, disiksa, didera , diludahi bahkan mati di kayu salib demi menebus dosa yang tidak diperbuat-Nya. Adakah pengorbanan yang pernah kita lakukan setara dengan yang telah dilakukan oleh-Nya?

Jawabannya adalah tidak bisa dan tidak ada, sudahkah kita merelakan diri kita untuk bisa melayani dan melakukan pengorbanan terbesar dalam hidup kita untuk orang-orang yang kita kasihi?

Kristus telah membayar harga yang termahal yang dapat dilakukan dengan menyerahkan nyawa-Nya sendiri di atas kayu salib menjadi tebusan bagi banyak jiwa. Ia telah merendahkan diri-Nya. Dia mengesampingkan segala hak dan kepentingan pribadi untuk memastikan kesejahteraan orang lain.

Kuncinya adalah rendah hati, mau melayani dan mengasihi dengan sepenuh hati, memberikan yang terbaik dari diri kita untuk orang yang kita kasihi baik itu keluarga, teman bahkan orang yang membenci kita agar kemuliaan Allah mengisi hati dan pikiran kita. Sehingga kita dipenuhi roh kudus dan tetap berada terus di hadirat-Nya dan setia senantiasa.

"Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu supaya kamu mengikuti jejak-Nya". (1 Petrus 2:21) karena ... "Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salib dan mengikut Aku".

Pengorbanan Yesus untuk menebus dosa manusia adalah inti kebenaran pengajaran-NYA, kebenaran yang mutlak, kebenaran yang tidak terbantahkan supaya kita sebagai umat yang percaya, tidak sia-sia mempercayai Tuhan Yesus Kristus yang adalah juru selamat manusia dan kita menerima anugerah keselamatan abadi dan bukan kematian kekal.

Sumber renungan:
Santapan Harian -- Kamis, 27 Mei 2004 [Teladan Kristus] (Filipi 2:5-11)
Tafsiran Alkitab Wycliffe
http://www.klinikrohani.com/2009/01/tujuh-teladan-kristus-di-dalam.html