SMS Paskah

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Biasanya aku termasuk orang yang rajin sekali mengirimkan SMS pada saat Paskah, Natal dan Tahun baru. Tapi tahun ini, aku malah benar-benar tidak ingat sedikitpun mengirimkan SMS ucapan Paskah kepada yang lain.

Tapi Puji Tuhan,ternyata aku mendapatkan beberapa SMS dan ada yang dari teman kantor, teman gereja dan teman kuliah.

Ada Isi 2 SMS yang menarik kata-katanya dan indah bagiku.

1..We have mirror to reflect our image and say " How Beautiful I am ".

    We have Bible to reflect our soul and I only could shut my mouth.

    Sinful being I am, worthless in deeds.

    Thanks God giving Jesus, redeem  us in Calvary, show God's Glory by

    rising among the dead.

    Happy Easter and may this moment meaningful 4 us.

    ( Kita punya Cermin untuk merefleksikan rupa / imaje kita dan berkata

      "Betapa baiknya Saya". Kita punya Alkitab untuk merefleksikan jiwa kita   

      dan saya hanya bisa menutup mulut/ berdiam sejenak, betapa

      berdosanya saya, tidak bernilai sama sekali . Puji Tuhan telah memberikan

      Yesus, menebus kita di Bukit Kalvary, menunjukkan Kemenangan

      Tuhan dengan Kebangkitan dari Kematian. "

2. Through Jesus our past has bee 4given,our present is given meaning, &

     our future is secured. So offer ouvslvs as a living sacrifice to God. 

     Happy Easter:) GBus

     ( Melalui Yesus, masa lalu kita diampuni/ dilupakan, masa sekarang akan

      lebih berarti, dan masa depan kita menjadi aman/tenang ).

Dari 2 SMS itu , aku mulai berpikir :

1. Tiap tahun kita merayakan Paskah, apa benar Paskah itu memberikan arti tersendiri dalam kehidupan kita? Apakah semakin kita mendalami Alkitab, semakin kita tahu banyak tentang teologi, semakin banyak kita mendengar khotbah dan membaca banyak buku, kita akhirnya malah meragukan isi Alkitab dan akhirnya meragukan Paskah itu sendiri ??

Pada saat mengikuti Persekutuan Guru Sekolah Minggu di gereja, ada informasi dari Hamba Tuhan yang mengagetkan saya. Katanya : Di dalam Kompas hari Minggu, ada seorang Dosen STT di Jakarta yang menuliskan satu teori yang intinya mengatakan kalau tidak ada Kebangkitan Kristus.

Teorinya, Yesus telah naik ke surga, ya; dalam arti: ia telah diangkat dalam roh untuk berada di sisi Allah di kawasan rohani surgawi. Kebangkitan dan kenaikan tidak harus membuat jasad Yesus lenyap dari makamnya. Untuk keduanya terjadi, yang dibutuhkan adalah "tubuh rohani", bukan tubuh jasmani protoplasmik.

2. Apakah kita pernah menjadi Saksi dari Kebangkitan Kristus itu sendiri , ataukah kita hanya sekedar melewati Hari Paskah, dengan Puji-Pujian Kebangkitan , dengan Kesibukan mempersiapkan setiap acara dan akhirnya melupakan hal yang terpenting yaitu : duduk dan bersujud di hadapan Tuhan, mengucap syukur untuk KematianNya di Kayu Salib, dan menjadi Saksi Hidup untuk Kebangkitan Kristus itu sendiri???

3. Apakah pengorbanan Kristus itu sendiri dan Kemenangan-Nya dari kematian, boleh juga menjadi kata-kata kemenangan bagi setiap pribadi kita juga ???

Kita boleh dengan yakin berkata :" Aku juga telah mengalami kebangkitan itu sendiri. Aku yakin aku menjadi orang yang demikian berarti karena aku telah ditebus oleh Tuhan. Kasih Tuhan diatas Kalvari sedemikian berarti dalam hidupku. Dosa telah kutingggalkan, kemenangan akan kudapat bersama dengan Tuhanku:).

4. Apakah kita juga dengan yakin boleh berkata" Aku aman Tuhan, Aku tenang sekarang. Karena aku percaya , aku boleh punya satu jaminan di depanku. Jaminan Keselamatan dan Kehidupan kekal. Jaminan bahwa akupun akan selalu berada dalam penyertaan Tuhan. Pada saat aku menghadapi sulitnya kehidupan ini, aku percaya Tuhan tidak pernah meninggalkan aku???

 Biarlah Paskah ini memberikan arti bagi kita semua. Kita boleh berdiam sejenak melihat betapa kotornya hidup kita. Betapa berdosanya hidup kita. Tetapi satu hal, melalui darah-Nya yang tercurah di atas Kayu Salib, dan  KebangkitanNya menyatakan kalau Kristus telah memberikan satu Janji dan Harapan bahwa Maut / Kematian telah kalah.Tuhan telah menang. Glory Haleluya..... Amin.