Selesai!

Nats : Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia, "Sudah selesai" (Yohanes 19:30)

Bacaan : Yohanes 19:25-30

Gambar: Tetelestai

Banyak harapan dan impian manusia yang kadang tidak terpenuhi. Seorang komposer yang bernama Franz Schubert wafat dengan meninggalkan karyanya Unfinished Symphony (Simponi yang Belum Selesai). Kejadian serupa juga dialami oleh penulis
produktif Charles Dickens yang tidak dapat mengembangkan plot novelnya yang berjudul The Mystery of Edwin Drood.

Kita tentu juga memiliki banyak aspirasi yang belum dapat terpenuhi sampai saat ini. Namun, alangkah terberkatinya diri kita karena mengetahui bahwa karya penebusan kita secara total dan sempurna telah diselesaikan oleh Yesus di atas kayu salib.

Pengurbanan Kristus adalah hal yang dikehendaki Allah dan hal yang dibutuhkan oleh dosa-dosa kita

FacebookTwitterWhatsAppTelegram

Ucapan terakhir Yesus, "Sudah Selesai," sebenarnya hanya terdiri dari satu kata dalam bahasa aslinya (Yohanes 19:30). Namun, kata tersebut mengandung makna yang luas. Yang diucapkan oleh Yesus menjelang wafat-Nya dapat berarti "Lengkap!" atau "Berakhir!". Seruan dari atas salib itu menyatakan bahwa tidak hanya penderitaannya yang berakhir, tetapi juga karya penebusan-Nya yang kekal telah selesai. Semua yang telah dilakukan selama Dia menjalani hidup sebagai manusia, telah usai. Selesai!

Kita tidak dapat berbuat apa-apa untuk menambahkan sesuatu pada kurban-Nya. Kematian Kristus yang menyerahkan diri-Nya sudah sangat cukup. Kita cukup mengulurkan tangan kosong dengan penuh iman, maka Allah dalam kemuliaan-Nya akan memberikan hidup kekal kepada kita.

Sudahkah Anda mengulurkan tangan dengan penuh iman untuk menerima karunia-Nya? -VCG

PENGURBANAN KRISTUS ADALAH HAL YANG DIKEHENDAKI ALLAH DAN HAL YANG DIBUTUHKAN OLEH DOSA-DOSA KITA