Renungan

Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Oleh: Peserta Kelas Diskusi Paskah Maret 2010 - Theresia Christanti

Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. (Yohanes 1:29)

Ayat pokok di atas adalah sebuah kalimat yang diucapkan oleh Yohanes Pembabtis kepada orang banyak tentang Yesus, dan itu terjadi sebelum Yesus disalibkan di bukit golgota. Bila kita membaca dan merenungkan ayat pokok di atas adalah 3 (tiga) bagian yang bisa kita bahas dari ayat tersebut, yaitu: Selanjutnya ... about Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Mengapa Yesus dibunuh

Oleh: Peserta Kelas Diskusi Paskah Maret 2010 - Johny Sinaga

"Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya (Lukas 23:46).

Mengapa Yesus dibunuh? Jawaban atas pertanyaan itu cukup jelas. Kejahatan-Nya diumumkan pada sebuah papan kecil di kayu salib, "Raja orang Yahudi" (Markus 15:26). Pontius Pilatus satu-satunya orang yang berkuasa untuk menghukum Yesus hanya memberi perhatian pada identitas politik Yesus saja. Pertanyaan yang diajukan oleh Pontius Pilatus dalam keempat Injil adalah, "Apakah Engkau raja orang Yahudi? Pontius Pilatus menegakkan kekuasaan religius dan duniawi kaisar yang didewakan, sehingga ditingkat dasar ini bahwa agamalah yang membunuh Dia. Pada saat itu Yesus menjawab Pontius Pilatus, "Engkau sendirilah yang mengatakannya" (Mat 27:11, Mark 15:2, Luk 23:3). Itulah gelar Yesus yang dengannya Ia telah memprakarsai pemerintahan surgawi. Selanjutnya ... about Mengapa Yesus dibunuh

Kemenangan yang Memberi Kemenangan

Kapankah Kristus mendapatkan kemenangan-Nya? Banyak orang menjawab: pada waktu Ia bangkit. Jawaban itu kurang tepat, sebab Kolose 2:14- 15 mengatakan, "dengan menghapus surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka." Selanjutnya ... about Kemenangan yang Memberi Kemenangan

Cinta Itu Buta

Banyak orang mengatakan bahwa cinta itu buta. Anda percaya? Kalau Anda tidak, saya percaya.

Ketika seorang pemuda jatuh cinta, ia tidak akan melihat gadis pujaannya itu berasal dari mana, apa pekerjaannya, bahkan sifat-sifat buruknya tidak akan diperhatikannya. Yang ia lihat hanyalah semua keelokan dan kebaikan si gadis, entah kecantikannya, kecerdasannya, atau kelemahlembutannya. Ia pun hanya memikirkan bagaimana caranya menyenangkan gadisnya atau membuat sang gadis menjadi miliknya. Ia tidak mempedulikan omongan miring dari teman-temannya tentang si gadis. Baginya, gadis itu begitu sempurna dan tak ada gadis lain yang dapat menandingi pujaan hatinya itu. Pokoknya gadis itu paling hebat! Selanjutnya ... about Cinta Itu Buta

Penderitaan Kristus (Ibr. 13:20-21)

Kematian Kristus bukan hanya mendahului kebangkitan-Nya, kematian- Nya
tersebut merupakan harga yang harus dibayar untuk mendapatkan
kebangkitan. Itulah alasan mengapa Ibrani 13:20 berkata bahwa Allah
membangkitkan Dia dari kematian "oleh darah perjanjian [kovenan] yang
kekal."

"Darah perjanjian [kovenan]" adalah darah Yesus. Seperti kata Yesus,
"Inilah darah-Ku, darah perjanjian [kovenan]" (Matius 26:28). Ketika
Alkitab berbicara mengenai darah Yesus, Alkitab mengacu kepada
kematian-Nya. Tidak ada keselamatan yang bisa didapat hanya melalui Selanjutnya ... about Penderitaan Kristus (Ibr. 13:20-21)

Ki Le-Olam Hasdo

Barang siapa membaca Mazmur 136, saya yakin, akan segera melihat ciri
khas mazmur ini. Ia mempunyai 26 ayat. Dan setiap ayat selalu diakhiri
dengan kalimat yang sama: "... bahwasanya untuk selama-lamanya kasih
setia-Nya". Atau, dalam bahasa aslinya: "ki le-olam hasdo". Ada 26
ayat! Berarti tidak kurang dari 26 kali "kile-olam hasdo".

"Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Dia baik!
Ki le-olam hasdo.
Bersyukurlah kepada Allah segala allah!
Ki le-olam hasdo.
Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan!
Ki le-olam hasdo.
..." Selanjutnya ... about Ki Le-Olam Hasdo

Semerbak Bau Narwastu

Bayang-bayang Golgota semakin nyata. Awan pekat semakin dekat. Dan
aroma kematian pun kian akrab.

Yesus tahu, hidupnya tak akan lama. Hati-Nya mulai resah dan gundah.
Namun bukan kematian yang amat menekan jiwa-Nya, melainkan sakitnya,
pedihnya, dan ngerinya penderitaan yang harus Dia alami sebelum
kematian tiba. Piala pahit yang mesti direguk-Nya. Tepat sekali apa
yang dikatakan Napoleon: sesungguhnyalah, penderitaan itu lebih
mengerikan daripada kematian! Selanjutnya ... about Semerbak Bau Narwastu

Minggu Palma

Minggu Palma pertama! Ketika itu seluruh penduduk kota tumplak
memadati tepi-tepi jalan raya. Dengan ranting daun palma, mereka
melambaikan tangan mereka. Jubah-jubah bertebaran di jalan-jalan
bagaikan permadani berwarna-warni. Mereka melompat. Mereka menari.
Mereka berteriak. Hosana!

Itulah ketika Yesus memasuki kota. Menunggang keledai. Bukan kuda
putih atau kereta kencana. Hosana! Selanjutnya ... about Minggu Palma

Kunci

"Dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus." (Kolose 1:20)

Korsase, kamera, dompet, dan jaket! Ya, kami berangkat untuk menghadiri pesta penghargaan yang istimewa -- malam yang mengesankan. Mengesankan karena kami melupakan satu benda kecil -- kunci! Tidak ada yang lebih mengesankan dari memanjat jendela tinggi dengan mengenakan pakaian pesta. Selanjutnya ... about Kunci

Halaman