Cerita/Kesaksian

Kematian Suamiku Tak Seperti Lazarus

Ditinggalkan oleh orang yang kita kasihi untuk selama-lamanya akan mengurangi sukacita, semangat, dan pengharapan hidup. Akan tetapi, Allah dengan cara-Nya, menghadirkan semangat, pengharapan, dan sukacita. Kematian Yesus Kristus membawa keselamatan bagi orang yang percaya kepada-Nya. Selanjutnya ... about Kematian Suamiku Tak Seperti Lazarus

Pukulan Paskah terhadap Apatisme Sosial Saya

Mula-mula, rekaman pria, wanita, dan anak-anak yang berbintik-bintik, pucat, hitam dan putih dijejerkan dan ditembak, tubuh mereka ditendang ke kuburan terbuka, tampak seperti sesuatu dari film bisu. Tetapi ini adalah gambar dari peristiwa nyata. Kemudian, ketika saya berjalan melewati koridor yang dingin dan sempit dari Yad Vashem, museum Holocaust di Yerusalem, mendengarkan narator membimbing saya melalui sejarah, melihat instrumen brutal kematian, dan menjalankan tangan saya di sepanjang artefak yang dikumpulkan dari kematian, semuanya terasa aneh dan aneh. Kengerian yang digambarkan dan digambarkan di tempat ini tidak terjadi di dalam film, tetapi terjadi pada orang-orang nyata, beberapa di antaranya berada di pohon keluarga saya. Selanjutnya ... about Pukulan Paskah terhadap Apatisme Sosial Saya

Berilah Makan Domba-Ku

Perahu nelayan terayun lembut di danau, seratus meter di lepas pantai. Sesekali ombak memukul sisinya meskipun, dengan mengherankan, danau tampak tenang pagi ini.

Meski pun sangat pagi, enam nelayan di perahu melucuti pakaian untuk bekerja, dan kilau keringat di punggung mereka hanya terlihat di tengah cahaya fajar. Sepanjang malam mereka telah menarik dan memasukkan kembali jaring mereka, berkali-kali. Berulang-ulang. Mereka bekerja semalaman untuk mencari nafkah. Namun, tidak malam ini. Malam ini mereka belum menangkap satu pun ikan. Selanjutnya ... about Berilah Makan Domba-Ku

Kepuasan terhadap Salib

Sejak kecil, saya selalu rindu agar diterima oleh Allah. Orang-orang di rumah kami sangat religius. Nenek tidak perlu memaksa saya untuk pergi ke gereja, baik setiap hari Minggu maupun hari besar kristiani lainnya. Sepulang sekolah, saya sering berhenti di sebuah katedral yang memancarkan cahaya temaram di dekat rumah kami, dan bertelut di salah satu bangkunya yang kosong. Saya benar-benar tersiksa saat itu. Saya sangat merindukan pengampunan Allah, tetapi Dia terasa begitu jauh. Selanjutnya ... about Kepuasan terhadap Salib

Yohanes 3:16

Pada suatu malam bersalju yang dingin dan gelap di Chicago, seorang bocah laki-laki sedang menjual koran di pojok jalan, orang-orang berlalu lalang dalam dinginnya malam itu. Bocah laki-laki itu sangat kedinginan sampai-sampai ia tidak bersemangat menjual dagangannya. Selanjutnya ... about Yohanes 3:16

Paskah Terindah

Oleh: Eddie Ogan

Aku tidak akan pernah melupakan PASKAH tahun 1946. Saat itu, aku masih berumur 14 tahun, adikku Ocy berumur 12 tahun dan kakakku Darlene 16 tahun. Kami tinggal bersama Mama. Meskipun hidup kami pas- pasan, kami berempat tahu apa yang kami lakukan. Papaku meninggal 5 tahun sebelumnya, meninggalkan Mama seorang diri dengan 7 anak yang masih sekolah. Pada tahun 1946 itu, kakak-kakakku perempuan telah menikah dan kakak-kakakku yang laki- laki sudah meninggalkan rumah. Selanjutnya ... about Paskah Terindah

Halaman