Renungan

Ekstrim

Dunia melihat orang-orang Kristen merayakan kematian pada hari Jumat Agung, dan mereka tidak dapat mengetahui alasannya. Mereka berkata, "Itu sangat ekstrim! Mengapa, di hadapan Allah yang dapat mengampuni manusia, akankah Dia membutuhkan kematian Anak-Nya? Mengapa Dia tidak begitu saja dengan murah hati mengampuni dosa orang? Jika saya melakukan sesuatu yang menentang Anda, Anda hanya perlu memaafkan saya. Mengapa Tuhan tidak dapat melakukan itu?" Selanjutnya ... about Ekstrim

Kebangkitan yang Memberi Pengharapan

oleh: Denny Teguh Sutandio

14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.

15 Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus--padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan.

16 Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Selanjutnya ... about Kebangkitan yang Memberi Pengharapan

Makna Paskah

Paskah menandakan Tuhan telah melewati rumah-rumah Israel di Mesir, sehingga menyelamatkan mereka (Keluaran 12:27). Dalam Perjanjian Baru Paskah menunjukkan pengorbanan Tuhan Yesus disalib. Pengorbanan itu membebaskan manusia dari seluruh perbudakan dosa. Hal ini hanya terjadi bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Paskah bisa disebutkan sebagai tindakan Allah mengasihi manusia, dengan mengorbankan anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus. Selanjutnya ... about Makna Paskah

Cinta Golgota

Cinta Golgota

Wafatnya Yesus Kristus yang diperingati pada Jumat, 6 April 2007 ini, telah lama diparadigma dalam teologi Kristen sebagai ekspresi cinta kasih. Dalam pandangan Kristiani, kematian tokoh sentral yang dipercaya sebagai Tuhan dan Juru Selamat ini merupakan wujud bahwa Ia mengasihi umat-Nya sehingga rela menanggung hukuman menggantikan mereka (substitutional death) sekalipun menurut Alkitab Ia sama sekali tidak berbuat dosa/bersalah. Selanjutnya ... about Cinta Golgota

Menjadikan Salib-Nya sebagai Dasar Kita Bermegah

Tetapi aku berkali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. -- (Galatia 6:14)

Hal ini kelihatannya berlebihan. Bermegah hanya dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus! Benarkah demikian? Secara harafiah selain dalam (hanya karena) salib? Alkitab sendiri bicara mengenai hal-hal lain di mana kita bisa bermegah. Bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah (Roma 5:2). Bermegah juga dalam kesengsaraan kita (Roma 5:3). Bermegah atas kelemahan kita (2 Korintus 12:9). Bermegah atas umat Allah (1 Tesalonika 2:19). Apa arti kata "selain" atau "hanya" di sini? Selanjutnya ... about Menjadikan Salib-Nya sebagai Dasar Kita Bermegah

Penderitaan-Nya dan Jalan Masuk Kita

”Kemudian sampailah Yesus bersama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya ... Tinggalah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku” (Matius 26:36,38).

KITA takkan pernah memahami sepenuhnya penderitaan hebat Yesus di taman Getsemani, tetapi setidaknya kita jangan salah paham tentang hal itu. Itu adalah penderitaan Allah dan manusia dalam satu Pribadi yang berhadapan langsung dengan dosa. Kita tidak dapat belajar tentang Getsemani melalui pengalaman pribadi. Getsemani dan Kalvari melambangkan sesuatu yang sepenuhnya unik — kedua tempat itu merupakan jalan masuk menuju kehidupan. Selanjutnya ... about Penderitaan-Nya dan Jalan Masuk Kita

Krisis Waktu!

Satu ungkapan yang biasa kita dengar atau biasa kita ucapkan ketika sedang terburu-buru adalah "saya sedang mengejar waktu." Jika direnungkan lebih dalam lagi sebenarnya bukanlah kita yang mengejar waktu tetapi waktulah yang mengejar kita. Ada banyak hal yang kita anggap perlu kita kerjakan, tetapi waktu yang tersedia bagi kita hanya terbatas saja. Itulah krisis waktu. Selanjutnya ... about Krisis Waktu!

Halaman