Kubur yang Kosong

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Pemain:

Prajurit Roma 1, Prajurit Roma 2, Maria, Maria Magdalena, Yohana,
Malaikat, Yesus, Yohanes, Petrus.

Peralatan:

  1. Pakaian.
  2. Kubur (dapat dibuat dari kayu dan ditutup dengan kain supaya
    terlihat seperti batu, dapat berupa sebuah tenda (dome) yang
    ditutup dengan kain abu-abu, atau dapat juga lorong buntu yang
    ditempatkan di panggung).
  3. Pintu yang dibuat seperti pintu batu.
  4. Pelbet yang ditutup dengan kain putih.
  5. Jubah putih dengan kerudung untuk Yesus.
  6. Lampu yang terang di dalam kubur.
  7. Tombak dan perapian untuk para prajurit (jika ada).
  8. Efek suara batu digeser.
  9. Tiga jambangan atau kotak tempat rempah-rempah untuk orang mati.

Dekorasi:

Kubur dengan perapian di depannya. Akan lebih baik jika adegan
didukung dengan pencahayaan yang redup. "Kubur yang Kosong" paling
efektif jika dimainkan pada awal kebaktian segera setelah pujian.

Skenario:

[Prajurit 1 dan 2 masuk. Prajurit 1 duduk di dekat perapian;
prajurit 2 berjalan mondar-mandir.]

Prajurit 1 : Apa yang kita kerjakan di sini? Masa kita harus menjaga kuburan orang mati? Siapa juga Dia ini sebenarnya?
Prajurit 2 : Dia seorang tukang kayu dari Nazaret, tapi banyak orang yang percaya bahwa Dia lebih dari itu. Ada legenda yang dipercayai bangsa ini bahwa Raja dari segala raja akan dilahirkan di sebuah kota kecil yang bernama Betlehem, di dekat daerah ini. Mereka akan memanggil Raja ini Kristus. Banyak orang yang percaya bahwa orang dari Nazaret ini adalah Kristus yang dijanjikan itu.
Prajurit 1 : Hmm, Dia sekarang adalah Raja yang sudah mati dan kuburan-Nya ini adalah kerajaan-Nya. Bagaimana kamu tahu semua itu?
Prajurit 2 : [mengangkat bahu dan berpura-pura tidak tertarik sambil menjelaskan dengan berjalan mondar-mandir lagi] Kepercayaan orang-orang di sini menarik juga. Dan ... aku melihat Dia mati. Ada tulisan di salib-Nya. Tulisan itu bunyinya Raja orang Yahudi. Ada juga gempa bumi, tidak seperti biasanya ....
Prajurit 1 : O, ya? Kalau memang Dia raja, Dia sekarang sudah mati. Apa yang bisa Dia lakukan?
Prajurit 2 : [berhenti berjalan dan berbicara menghadap jemaat] Dia menyembuhkan orang buta, tuli, dan lumpuh. Dia mengusir roh jahat dan membangkitkan orang mati.
Prajurit 1 : Kamu tidak percaya itu semua, kan?
Prajurit 2 : [berjalan lagi] Aku tidak tahu. Aku dengar Dia mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Dia akan mati dan akan bangkit lagi pada hari yang ketiga.
Prajurit 1 : Tak seorang pun akan keluar dari kubur batu itu.
Prajurit 2 : Bagaimana jika para pengikut-Nya mencoba untuk mencuri mayat-Nya dan kemudian mengatakan bahwa Dia telah menepati janji-Nya?
Prajurit 1 : Kita ini prajurit. Kita punya tombak. Kita bisa mengatasi masalah seperti itu. Sekarang, aku mau tidur dulu sebentar. Kamu yang menjaga batu itu kalau memang kamu begitu khawatir tentangnya. [menyandarkan kepalanya ke lutut lalu tidur]

[Terdengar suara batu digeser ketika muncul cahaya yang terang dari
dalam kubur dan malaikat menggeser batu penutup kubur itu tanpa
terlihat.]

Prajurit 2 : [membangunkan Prajurit 1] Batu itu bergeser!
Prajurit 1 : [berjalan mendekati kubur] Mayat itu hilang! Ada
di mana mayat itu?
Prajurit 2 : Aku tidak tahu! Aku tidak melihat apa-apa!
Prajurit 1 : Lebih baik kita laporkan saja kejadian ini! Ayo!

[Para prajurit lari keluar dan meninggalkan tombak mereka. Kuburan
menjadi sunyi dan perlahan cahaya diatur lebih terang. Yohana,
Maria, dan Maria Magdalena masuk membawa rempah-rempah untuk
mengurapi orang mati.]

Yohana : Aku senang matahari sudah terbit. Lebih mudah
melihat jalan setapak ini. Aku yakin prajurit yang
disuruh menjaga kubur itu akan menghadang kita di
sini.
Maria : Mereka tidak punya alasan untuk menghadang kita.
Kita harus meminyaki tubuh Guru kita dengan baik.
Apakah menurutmu kita bisa membujuk para prajurit
itu untuk menggeser batu itu untuk kita?
Maria Magdalena : Ah, prajurit Roma! Sepertinya tidak. Kita harus
meminta tolong pada orang lain.
Yohana : [nampak terkejut dan menjatuhkan kotak rempah-
rempah] Lihat! Batu itu sudah bergeser!

[Ketiga wanita itu bergegas menuju kubur itu dan melihat ke
dalamnya.]

Malaikat : [muncul] Jangan takut. Aku tahu kalian mencari
Yesus yang disalibkan itu. Dia tidak ada di sini.
Dia sudah bangkit dari kematian seperti yang
dikatakan-Nya kepada kalian. Pergilah dan
katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah
bangkit!

[Maria dan Yohana segera keluar, Maria Magdalena tetap tinggal di
situ sambil menangis. Yesus masuk.]

Yesus : Ibu, mengapa engkau menangis?
Maria Magdalena : Mereka sudah mengambil Tuhanku dan aku tidak tahu
ke mana mereka membawa-Nya.
Yesus : Siapa yang engkau cari?
Maria Magdalena : [melihat Dia untuk yang pertama kalinya] Apakah
Engkau penunggu taman? Apakah Engkau yang mengambil
Tuhanku itu? Tuan, katakanlah di mana Dia sekarang
dan aku akan pergi mencari-Nya.
Yesus : Maria, apakah Engkau tidak mengenali Aku?
Maria Magdalena : [berlutut dan berniat memegang Dia] Rabuni!
Yesus : Janganlah engkau memegang Aku, Maria, sebab Aku
belum pergi kepada Bapa. Pergilah dan katakan
kepada saudara-saudara-Ku bahwa Aku akan kembali
kepada Bapa-Ku.

[Maria Magdalena segera keluar; Yesus diikuti oleh Malaikat keluar
melalui arah yang berlawanan lebih perlahan-lahan. Yohanes, kemudian
Petrus dan Maria Magdalena masuk.]

Yohanes : [berlutut di luar kubur] Dia tidak ada di tempat
kami meletakkan Dia.
Petrus : [masuk ke dalam kubur dan menyentuh kain kafan]
Dia sudah bangkit! Sekarang aku tahu. Kuasa-Nya
lebih besar dari para raja yang ada; Dia telah
mengalahkan maut!

[Mereka bertiga berdiri dan berkata satu kepada yang lain dan kepada
jemaat: "Kristus telah bangkit! Tuhan Yesus Kristus telah bangkit
hari ini!" Keluar melalui tiga arah yang berbeda jika memungkinkan.]