Perjumpaan dengan Raja yang Telah Bangkit (Paskah)

Ringkasan Khotbah

Mengeksplorasi kisah tentang perjumpaan Maria Magdalena dengan Yesus yang telah bangkit, khotbah ini mencoba menyejajarkan keraguan akan pesan tentang sebuah warisan besar dengan peristiwa kebangkitan. Khotbah ini menonjolkan janji yang unik tentang kebangkitan – sesuatu yang baru di dunia yang sudah dipulihkan, sebuah tanah air sejati di mana kita dapat tinggal bersama dengan Allah dan orang-orang yang kita kasihi. Doktrin kebangkitan digambarkan sebagai sesuatu yang logis, penuh kasih, pribadi, dan luar biasa.

1. Kebangkitan Yesus adalah rasional

Gambar: bersyukur

Rasionalitas ajaran akan kebangkitan Kristiani berakar dari bukti dan penalaran, seperti yang ditunjukkan oleh para murid pertama yang mencari pemahaman yang sungguh-sungguh setelah menemukan kubur kosong. Signifikansi historis dari Maria Magdalena, seorang wanita, yang menjadi orang pertama yang menyaksikan kebangkitan Yesus, ditambah dengan ratusan saksi mata yang rela mati demi keyakinan mereka, semakin memperkuat hal ini. Transformasi kehidupan orang-orang Kristen mula-mula dan kesiapan mereka untuk mati demi iman mereka, bersama dengan belas kasihan yang ditunjukkan dalam penampakan Yesus kepada Maria, menggarisbawahi dampak yang mendalam dari kebangkitan.

2. Kebangkitan Yesus penuh dengan belas kasihan

Pemahaman Maria Magdalena yang terbatas tentang Yesus, terlepas dari kasihnya yang mendalam kepada-Nya, menerangi perjuangan manusia untuk memahami realitas ilahi. Kisah ini menekankan pentingnya campur tangan Yesus dalam mengungkapkan diri-Nya karena iman tidak dapat dicapai tanpa pencerahan-Nya. Selain itu, pilihan Yesus terhadap Maria Magdalena, seorang penderita mental yang sudah diubahkan, menjadi duta-Nya, menunjukkan bahwa keselamatan tidak bergantung pada status sosial, moralitas, bakat, atau perbuatan baik.

3. Kebangkitan Yesus bersifat pribadi

Kebangkitan adalah peristiwa yang sangat pribadi, dengan menyatakan diri-Nya sebagai Juru Selamat yang hidup dan mencari hubungan pribadi, Yesus menawarkan identitas sejati melalui kasih-Nya.


Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Iman kepada kebangkitan didasarkan pada anugerah, mengakui bahwa keselamatan datang melalui Yesus, bukan karena usaha kita sendiri. Kebangkitan adalah peristiwa yang sangat pribadi, dengan menyatakan diri-Nya sebagai Juru Selamat yang hidup dan mencari hubungan pribadi, Yesus menawarkan identitas sejati melalui kasih-Nya. Meskipun telah naik ke surga, Yesus memastikan kehadiran dan kasih-Nya yang berkelanjutan melalui Roh Kudus, yang memungkinkan kita untuk memahami jati diri kita yang sebenarnya dan memenuhi tujuan kita melalui iman dalam kematian dan kebangkitan-Nya.

(t/Jing-jing)

Diambil dari:
Nama situs : Gospel in Life
Alamat situs : https://gospelinlife.com/sermon/encountering-the-risen-king/
Judul asli artikel : Encountering the Risen King (Easter)
Penulis artikel : Tim Keller
Tanggal akses : 25 Januari 2024