Mengapa Yesus Mengadakan Perjamuan Tuhan pada Hari Raya Paskah?

Ketika kitab Keluaran dimulai, bangsa Israel telah berada di Mesir selama lebih dari empat ratus tahun (lih. Kel. 12:40). Mereka sekarang berada dalam perbudakan di bawah Firaun yang kejam. Pasal-pasal awal kitab Keluaran menggambarkan panggilan Musa untuk menjadi orang yang akan memimpin umat Allah keluar dari perbudakan di Mesir. Dia datang ke hadapan Firaun untuk meminta agar bangsa Israel diizinkan pergi dan menyembah Tuhan, tetapi Firaun menolak. Allah kemudian mengirimkan serangkaian tulah yang semakin intens ke Mesir. Kekerasan hati Firaun dalam menghadapi sembilan tulah pertama mengakibatkan Allah mengumumkan tulah terakhir yang akan menghasilkan penebusan Israel dari perbudakan. Allah memperingatkan bahwa Dia akan masuk ke tengah-tengah Mesir dan setiap anak sulung di negeri itu akan mati. Dalam konteks peringatan tulah terakhir inilah kita menemukan instruksi Allah mengenai Paskah dalam Keluaran 12.

Allah memulai dengan sebuah pernyataan yang mengindikasikan bahwa Paskah dan Keluaran akan menandai awal yang baru bagi bangsa Israel. Bulan Abib (akhir Maret dan awal April) akan menjadi bulan pertama dalam setahun bagi umat Allah. Hal ini menekankan fakta bahwa keluar dari Mesir adalah peristiwa penting, titik balik, dalam sejarah penebusan. Begitu sentralnya peristiwa ini sehingga sejak saat itu, Allah sering digambarkan dengan merujuk pada peristiwa keluaran (misalnya, Kel. 20:2; Im. 11:45; Bil. 15:41; Ul. 5:6; Yos. 24:17; Hak. 6:8; 1 Sam. 10:18; 2 Raja-raja 17:36; Maz. 81:10; Yer. 11:4; Dan. 9:15; Hos. 11:1; Amos 2:10). Dia diidentifikasi sebagai Dia yang menebus umat-Nya dari perbudakan.

Pada tahun-tahun berikutnya, perayaan Paskah akan melibatkan keimaman (lih. Ul. 16:5-7), tetapi pada malam Paskah yang pertama, tanggung jawab untuk upacara ini berada di tangan kepala keluarga. Setiap kepala keluarga diperintahkan untuk mengambil seekor anak domba jantan yang berumur satu tahun dan tidak bercacat. Anak domba pengganti ini haruslah menjadi simbol kesempurnaan. Dengan demikian, ini menjadi pertanda bagi Anak Domba Allah yang sejati, Yesus Kristus, yang secara unik tidak bercacat (bdk. 1 Petrus 1:19). Pada waktu senja, anak domba untuk setiap keluarga harus disembelih.

Tuhan kemudian menyatakan apa yang harus dilakukan oleh orang Israel dengan anak domba yang telah disembelih dan mengapa mereka harus melakukannya. Setiap kepala keluarga harus mengambil darah anak domba dan membubuhkannya pada tiang pintu dan ambang pintu rumahnya. Allah menjelaskan bahwa darah itu akan menjadi sebuah tanda. Ketika Dia melihat darah di pintu, Dia akan melewati rumah itu, dan anak sulung di dalamnya akan terhindar dari penghakiman yang akan menimpa Mesir. Setelah domba-domba itu disembelih oleh kepala keluarga, mereka harus dipanggang dan dimakan bersama orang-orang yang berpakaian dan siap untuk pergi pada saat itu juga. Karena Paskah adalah sebuah "pengorbanan" (lih. Kel. 12:27; 34:25; Ul. 16:2), maka makan anak domba adalah makanan pengorbanan seperti yang terkait dengan korban pendamaian yang dijelaskan dalam Imamat 3 dan 7 . Dalam makanan seperti itu, tubuh kurban diberikan kepada orang-orang percaya untuk dimakan setelah persembahan kurban dilakukan (Im. 7:15).

Dalam Keluaran 12:14-20, Allah menyatakan cara generasi Israel pada masa depan untuk merayakan Paskah. Keluar dari Mesir harus diperingati dalam Perayaan Roti Tidak Beragi selama tujuh hari, yang akan dimulai dengan perayaan Paskah. Umat Israel harus selalu mengingat perbudakan mereka di Mesir dan tindakan penebusan Allah dalam membebaskan mereka dari perbudakan ini. Oleh karena itu, Paskah harus dirayakan oleh semua generasi mereka.

Gambar: bersyukur

Keluaran 12:21-28 berisi instruksi Musa kepada bangsa Israel mengenai Paskah dan respons bangsa Israel. Musa memerintahkan umat untuk menandai pintu-pintu dengan menggunakan hisop, sebuah tanaman yang nantinya akan digunakan dalam kaitannya dengan berbagai ritual penyucian (bdk. Im. 14:49-52; Bil. 19:18-19). Meskipun beberapa ahli telah menyangkal bahwa Paskah adalah sebuah persembahan kurban, Musa secara khusus menyebutnya sebagai persembahan kurban dalam Keluaran 12:27. Meskipun tidak ada dosa tertentu yang disebutkan, darah anak domba memalingkan murka Allah. Di sini sekali lagi Paskah menjadi pertanda bagi karya penebusan Kristus (1 Korintus 5:7). Tulah kesepuluh dan terakhir datang ke Mesir seperti yang telah diperingatkan Allah melalui Musa dan Harun, dan anak-anak sulung di seluruh negeri akan mati. Hanya mereka yang dilumuri oleh darah anak domba yang selamat. Akibat tulah terakhir ini, Firaun akhirnya mengalah dan memerintahkan Musa dan bangsa Israel untuk pergi. Awal dari peristiwa keluaran itu sendiri dijelaskan dalam Keluaran 12:33-42. Alasan dari perintah Allah untuk bersiap-siap pergi dengan tergesa-gesa sekarang menjadi jelas. Orang Mesir ingin agar orang Israel segera keluar dan mendesak mereka untuk pergi. Bangsa Israel mengambil perak dan emas milik orang Mesir, dan setelah 430 tahun, mereka memulai perjalanan keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian.

Survei singkat kami terhadap Keluaran 12 mengungkapkan beberapa fakta penting tentang Paskah. Darah anak domba Paskah membedakan umat Allah dengan orang Mesir yang tidak percaya, dan perayaan Paskah adalah tanda iman kepada Allah. Paskah juga menandai penebusan Israel dari perbudakan di Mesir. Perayaan ini juga memperingati kelahirannya sebagai sebuah bangsa. Di sepanjang generasi Israel, Paskah menjadi peringatan akan tindakan penebusan Allah yang agung. Perayaan ini juga menjadi kesempatan untuk mengajar bagi para orang tua Israel, yang harus menjelaskan maknanya kepada anak-anak mereka.

Dalam kitab-kitab nubuat Perjanjian Lama selanjutnya, keluaran akan dipandang sebagai tindakan paradigmatik penebusan. Ketika para nabi memandang kepada karya penebusan Allah pada masa depan, mereka membandingkannya dengan keluaran yang pertama dan membicarakannya dalam konteks keluaran yang baru dan lebih besar. Kita melihat bahasa seperti itu, misalnya, dalam Yesaya 52:11-12, di mana Allah memerintahkan Israel untuk keluar dari Babel dengan menggunakan bahasa yang mengingatkan kita akan peristiwa Keluaran yang pertama dari Mesir. Pada akhir Perjanjian Lama, bangsa Israel menantikan jenis Keluaran yang baru dan lebih agung.

Ketika Kitab-kitab Injil dibuka, bukanlah suatu kebetulan bahwa banyak kesamaan yang terlihat antara Yesus dan Musa dan antara Yesus dan Israel. Yesus bahkan dibawa ke Mesir hanya untuk kembali setelah kematian Herodes. Hal ini dikatakan terjadi "supaya digenapilah yang difirmankan Tuhan melalui nabi: 'Dan dari Mesir Kupanggil Anak-Ku'" (Matius 2:15, AYT). Keputusan Herodes untuk membunuh semua anak laki-laki di Betlehem merupakan gema yang mengerikan dari keputusan Firaun untuk membunuh semua anak laki-laki bangsa Israel (Mat. 2:16; bdk. Kel. 1:15-22). Para penafsir mendiskusikan lebih banyak lagi kesamaan, tetapi inti dari kesamaan-kesamaan ini adalah untuk menyampaikan kepada pembaca bahwa waktu penebusan yang telah lama ditunggu-tunggu sudah dekat. Keluaran baru yang dinubuatkan sudah dekat.

Yesus mengadakan Perjamuan Tuhan pada malam itu untuk menandakan bahwa keluaran yang baru akan segera dimulai. Tindakan ini menunjukkan bahwa waktu penebusan telah tiba.


Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Lalu, mengapa Yesus mengadakan Perjamuan Tuhan pada hari Paskah pada malam sebelum penyaliban-Nya? Pertama-tama, karena Dia adalah penggenapan dari semua yang telah dinubuatkan oleh anak domba Paskah. Darah-Nya, darah perjanjian yang baru, menghindarkan murka Allah bagi mereka yang menaruh iman kepada-Nya. Kedua, karena Perjamuan Tuhan adalah malam dari tindakan penebusan perjanjian baru yang lebih besar yang dinubuatkan -- tindakan penebusan yang dijanjikan yang digambarkan oleh para nabi dalam bentuk keluaran baru -- dan seperti halnya keluaran pertama didahului dengan pelaksanaan Perjamuan Paskah, keluaran yang lebih besar didahului dengan pelaksanaan Perjamuan Tuhan. Yesus mengadakan Perjamuan Tuhan pada malam itu untuk menandakan bahwa keluaran yang baru akan segera dimulai. Tindakan ini menunjukkan bahwa waktu penebusan telah tiba. (t/Jing-jing)

Diambil dari:
Nama situs : Ligonier
Alamat artikel : https://www.ligonier.org/learn/articles/why-institute-lords-supper
Judul asli artikel : Lord’s Supper on the Passover?
Penulis artikel : Keith Mathison