Korban Pendamaian

Oleh: Peserta Kelas Diskusi Paskah Maret 2011 - Rinto

"Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." Filipi 2:8

Berbicara tentang paskah (pass over), maka pemikiran kita akan diproyeksikan kembali kepada sejarah paskah, saat bangsa Israel akan keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan, tanah yang dijanjikan oleh Tuhan kepada Abraham sebagai miliki pusaka mereka. Dimana ketika Tuhan hendak menghukum bangsa Mesir dengan "membinaskan" semua anak sulung yang ada di kota tersebut (Kel 11:4-6; 12:12), pada saat itu Tuhan melewati (pass over) rumah setiap orang Israel (Keluaran 12:13). Kenapa Tuhan melewati rumah bangsa Israel? Karena setiap ambang pintu dan ambang batas rumah dari bangsa itu diberi tanda dari darah anak domba yang dikorbankan (Kel 12: 4,13). Tuhan meluputkan bangsa Israel dari malapetaka yang akan terjadi karena ada pengorbanan. Dan paskah ini menjadi peringatan bagi bangsa Israel secara turun temurun sebagai hari raya untuk Tuhan (Kel 12:14). Menilik kembali apa yang dicatat di dalam kebenaran Firman Tuhan di kemudian hari setelah bangsa itu keluar dari tanah Mesir, maka kita akan menemukan bahwa pengorbanan binatang merupakan sesuatu yang lazim dilakukan sebagai korban penghapus dosa, korban pendamaian dan persembahan kepada Tuhan. Binatang yang paling lazim untuk dipersembahkan adalah domba.

Beribu-ribu tahun kemudian, pengorbanan inilah juga yang dilakukan oleh Tuhan Yesus ketika Dia merendahkan diri-Nya untuk turun ke dunia bahkan sampai mati di kayu salib untuk mengampuni manusia yang berdosa dan memperdamaikan manusia dengan Bapa. Sebenarnya bukan Tuhan tidak sanggup menyelamatkan manusia tanpa harus turun ke dalam dunia. Tuhan sanggup berkata kepada seseorang: "bertobatlah.. !" Jika tidak kamu akan mati" maka saya yakin orang tersebut akan bertobat. Tapi, Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang setia, Dia setia kepada apa yang sudah pernah dikatakan-Nya bahwa manusia boleh mengalami pendamaian lewat pengorbanan. Bagaimana pengorbanan Tuhan Yesus dan apa dampaknya bagi kita?

1. Yesus Datang Kepada Umat Kepunyaan-Nya

Di dalam Yohanes 1:3; "Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan." Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa segala yang ada di bumi, baik tumbuhan, hewan melata, yang hidup di air, yang hidup di udara dan binatang buas serta manusia adalah diciptakan oleh Tuhan Yesus. Ayat ini juga menyangkal pengajaran yang berkembang yang mengkotak-kotakkan tugas Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Dengan ayat tersebut, pengajaran yang mengatakan bahwa penciptaan adalah tugas Allah Bapa adalah pernyataan yang keliru dan tidak berdasar kepada firman Tuhan. Jadi sekali lagi ditegaskan bahwa segala sesuatu yang ada di bawah langit di atas bumi semuanya terjadi dengan peran Allah Tri Tunggal, di dalamnya termasuk Tuhan Yesus. Tidak ada sesuatupun yang terjadi tanpa oleh-Nya. Hal ini berarti, jika hidup saudara dan saya terpelihara saat ini juga karena Tuhan Yesus, kalau saudara boleh menikmati apa yang ada saat ini, semuanya karena Tuhan Yesus.

2. Yesus Ditolak Umat Kepunyaan-Nya

Di atas sudah dijelaskan bahwa segala sesuatu yang ada terjadi oleh karena kehendak-Nya, tapi apa yang terjadi ketika Tuhan Yesus datang kepada orang kepunyaan-Nya, manusia yang sudah diciptakan-Nya, dipelihara-Nya itu? Yohanes 1:11 "Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya". Milik kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya bahkan menolak. Hal ini dapat kita lihat mulai dari kelahiran Tuhan Yesus, Dia lahir di kandang domba di kota Betlehem (Mikha 5:1-2; Matius 2:1; Lukas 2:4-7; Matius 2:4-8), karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan (Lukas 2:7), kemudian Yesus di tolak di Nazaret (Lukas 4:16-30), bahkan sampai di salibkan oleh umat pilihan-Nya sendiri (Lukas 23:33-43; Mat 27:33-44; Mr 15:22-32; Yoh 19:17-24).

Saya membayangkan betapa "sedihnya" hati Tuhan Yesus saat itu, ketika Dia datang kepada umat kepunyaan-Nya, umat pilihan-Nya, umat yang telah dituntun-Nya tapi Dia di tolak.

3. Yesus Disalibkan

Pengorbanan terbesar yang Tuhan Yesus lakukan adalah ketika Dia rela disalibkan untuk menebus dosa pelanggaran manusia. Dalam hal inilah hakekat paskah sesungguhnya, yaitu ketika Tuhan Yesus merendahkan diri sampai mati dikayu salib untuk menggantikan manusia yang seharusnya dihukum (II Korintus 5:21). Yesus disalibkan bukan karena kesalahan-Nya tetapi karena pelanggaran-pelanggaran kita (Yesaya 53:4-5). Harta termahal yang dimiliki oleh Bapa diberikan kepada manusia sebagai korban penebusan dan korban pendamaian, sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya ditebus dan diperdamaikan dengan Allah (Yohanes 3:16).

4. Orang Percaya Diselamatkan

Hal apa yang harus dilakukan oleh manusia untuk meresponi kasih dan pengorbanan Tuhan Yesus? Yaitu dengan menerima bukan menolak. Mungkin saudara akan berkata: "saya tidak pernah berkata, saya tidak mengenal Engkau Tuhan", seperti orang-orang yang saya jelaskan sebelumnya atau "Saya kan orang yang rajin beribadah dan rajin memuji Tuhan, bukankah hal itu sudah menunjukkan bahwa saya tidak menolak Tuhan?". Tunggu dulu. Memang kamu tidak pernah berkata seperti itu, tapi saya akan berikan bentuk penolakan yang lain ketika saudara mengandalkan kesalehan hidup dalam memperoleh Anugerah keselamatan yang Tuhan Yesus janjikan, maka sesungguhnya saudara sedang menolak Tuhan Yesus, sedang tidak mengakui Karya Agung Tuhan Yesus di kayu salib. Ketika saudara bertindak seperti itu (mengandalkan perbuatan baik, kesalehan hidup, ibadah, pujian penyembahan, persepuluhan) sebenarnya saudara tidak hanya sedang menolak Tuhan Yesus, tapi saudara juga sedang membuat diri saudara berada di bawah kutuk. Yeremia 17: 5 berkata: terkutuklah orang yang mengandalkan manusia dan mengandalkan perbuatannya.

Efesus 2: 8-9 Menjelaskan bahwa: Sebab karena kasih karunia kamu di selamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah. Itu bukan hasil pekerjaanmu, jangan ada orang yang memegahkan diri. Jadi jelaslah bahwa keselamatan itu bukanlah hasil usaha, kesalehan hidup, ibadah, pelayanan kita, tetapi semata-mata hanya karena Anugerah (Sola Gracia). Yohanes 6:47; Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Sangat jelaslah bagi kita sesungguhnya barang siapa yang percaya kepada Tuhan Yesus, ia mempunya hidup yang kekal/ keselamatan/kepastian masuk sorga. Saat kapan kepastian itu kita dapatkan? Saat saudara dan saya percaya kepada Tuhan Yesus, maka pada saat itu juga keselamatan itu sudah menjadi milik saudara dan saya. Roma 10:9 mengatakan "Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan". Dan keselamatan yang Tuhan Yesus anugerahkan adalah keselamatan yang kekal (Yohanes 10:28).

Dalam Kristus
Rinto