Kesaksian Para Wanita

Pada suatu hari, yang sekarang disebut hari Paskah, lebih dari dua ribu tahun yang lalu, sekelompok wanita pergi ke kubur Yesus pagi-pagi dengan membawa rempah-rempah untuk mengurapi jenazah-Nya sebagai tindakan penghormatan. Ketika mereka tiba di kubur Yesus untuk meminyaki tubuh-Nya dengan rempah-rempah, terjadilah gempa bumi, dan sesosok malaikat turun dari langit serta menggulingkan batu yang menutup pintu masuk ke kubur Yesus.

Karena dipandang dengan rasa heran dan takut, malaikat itu berkata kepada para wanita, "Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. Dan, segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia." (Matius 28:6-7) Setelah mendengar dan melihat bahwa Yesus telah bangkit dari kematian, sekelompok wanita tersebut segera pergi dan memberi tahu orang lain.

Dalam kisah ini, kita mengetahui bahwa wanita-wanita itu adalah orang-orang pertama yang memberi tahu murid-murid lainnya tentang kebangkitan Yesus (Matius 28:1โ€“10; Markus 16:7โ€“8; Yohanes 20:11โ€“17).

Kesaksian yang Mengejutkan

Ini adalah masalah besar bagi para wanita karena menjadi saksi pertama kebangkitan Yesus! Ini berarti mereka tidak hanya menjadi pihak pertama yang melihat kubur Yesus kosong, tetapi juga menjadi pihak pertama yang membawa pesan kepada orang lain tentang Yesus yang bangkit. Betapa luar biasanya hak istimewa yang diberikan kepada para wanita ini, khususnya pada era mereka hidup.

Kebudayaan Romawi dan Yahudi memperlakukan wanita sebagai warga negara kelas dua. Kesaksian seorang wanita tidak dihargai, tidak dianggap di pengadilan, bahkan diremehkan secara terang-terangan dan dengan sengaja disingkirkan. Kita melihat praktik budaya yang tidak jelas ini, demikian juga respons awal para murid ketika wanita-wanita tersebut memberi tahu mereka bahwa Yesus telah bangkit dari kematian.

Seperti yang dikatakan Lukas, "Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu." (Lukas 24:11) Kejadian itu mendorong Petrus untuk segera pergi ke kubur dan melihat bukti resmi bahwa Yesus benar-benar bangkit dari kematian.

Jika para penulis Alkitab ingin membuat catatan kebangkitan Yesus yang lebih dapat dipercaya pada zaman mereka, mereka dengan mudah dapat mengarang sebuah laporan bahwa murid-murid-Nya menemukan kubur kosong, ketimbang mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal bahwa yang memberi kesaksian adalah sekelompok wanita. Seperti yang dikhotbahkan suami saya, jika Anda akan membuat cerita tentang kebangkitan, Anda setidaknya menghadirkan peran pria sebagai lakon utama dalam cerita yang hebat sehingga ketika mereka pergi ke pengadilan, pria tersebut setidaknya bisa bersaksi. Dalam kebudayaan ini, wanita-wanita tersebut berperan sebagai saksi pertama perihal kubur kosong Yesus dan kebangkitan-Nya, yang menguatkan kebenaran bahwa Yesus benar-benar bangkit dari kematian.

Penduduk Kelas Pertama dalam Kristus

Ini merupakan salah satu dari sekian banyak kisah dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa Allah mengambil orang-orang yang disingkirkan dalam masyarakat dan memakai mereka untuk kemuliaan-Nya. Secara berulang-ulang, Alkitab menunjukkan bagaimana Allah bekerja melalui orang-orang miskin, orang-orang berdosa, orang-orang terbuang, dan orang-orang asing dalam kisah penebusan-Nya. Bahkan, Yesus lahir dari garis keturunan pelacur dan dilahirkan dalam keluarga miskin, melalui seorang petani perempuan yang masih muda.

Dalam kisah kebangkitan, dengan menyingkapkan diri-Nya sendiri untuk pertama kalinya kepada para wanita, Allah sekali lagi menjungkirbalikkan hal tabu dalam budaya dan mengatakan bahwa para wanita, meskipun dipandang sebagai penduduk kelas dua di Israel, adalah penduduk kelas pertama dalam kerajaan-Nya. Paulus yang banyak mengajarkan hal ini di Galatia menulis, ".... Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus."

Sebuah Panggilan untuk Menjadi Saksi-Saksi yang Setia Saat Ini

Walaupun kita hidup pada hari dan masa yang berbeda dari kelompok wanita yang pertama kali melihat dan memberitahukan kebangkitan Yesus, sebagai wanita, kita perlu jujur dan berani untuk bercerita kepada orang lain tentang kisah yang sama, "Kubur sudah kosong! Yesus telah bangkit dari kematian!"

Teguhkanlah hati kita melalui contoh para wanita ini. Mereka menghadapi pertempuran berat ketika pertama kali memberi tahu para murid tentang kebangkitan Yesus. Siapa yang akan memercayai mereka? Mengapa mereka memercayai cerita mereka? Meskipun demikian, mereka meninggalkan kubur kosong untuk memberitakan kabar baik.

Saat ini, kita diberi kuasa oleh Roh Kudus untuk berani menyaksikan kebangkitan Yesus. Kita tidak perlu mengumpulkan kekuatan dan keberanian dari diri sendiri, tetapi lebih dari itu, kita dapat memercayai janji Allah bahwa Ia akan memberi kita roh keberanian.

Itulah sebabnya, temukanlah sesuatu yang akan menahan Anda untuk menceritakan iman Anda dalam Yesus kepada orang lain. Apakah Anda khawatir tentang apa yang orang lain katakan dan pikirkan tentang Anda? Apakah Anda khawatir jika ditolak? Atau, apakah Anda hanya tidak ingin menceritakan iman Anda?

Apa pun yang menahan Anda, sadarilah itu, akuilah itu, bertobatlah, dan ketahuilah bahwa Allah akan mengampuni Anda dan menguatkan Anda untuk menjadi saksi yang berani.

Sebagai seorang wanita, kita memiliki kumpulan kesaksian yang sangat besar dalam kelompok kecil wanita yang pertama kali melihat Yesus, serta banyak wanita yang lebih dari ribuan tahun terus menyaksikan tentang Dia dan melayani orang lain sebagai gereja. Saya mendorong Anda pada masa Paskah ini untuk menceritakan iman Anda, sedikitnya kepada satu orang dan mengajak mereka ke salah satu ibadah Paskah kita. (t/S. Setyawati)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Pastor Mark Driscoll
Alamat URL : http://pastormark.tv/2012/04/03/women-witnesses
Judul asli artikel : Women Witnesses
Penulis : Grace Driscoll
Tanggal akses : 17 Desember 2013