Jalan ke Emaus

 Bahan Paskah lainnya dapat diakses di:live.sabda.org

Ayat:

Lukas 24:13-33

Pemain:

Kleopas, teman seperjalanan, dan Yesus

Gambar: Paskah_Kristus_sejati

Alat-alat yang dibutuhkan:

Meja kecil dengan cangkir, piring, roti, minuman, mangkuk berisi

buah-buahan, tiga kursi, pakaian, jubah putih dengan kerudung untuk

Yesus, ceret untuk jus/sirup anggur.

Panggung:

Meja diletakkan di salah satu sisi yang panjang, yang masih bisa

dilihat saat dilewati; pemain muncul dari sebelah meja. (Kleopas

masuk bersama temannya dan berjalan pelan-pelan.)

Teman : Kleopas, aku pikir pasti ada cara yang bisa kita lakukan

untuk menyelamatkan Dia, atau ada sesuatu yang harus kita

lakukan sekarang. Kita tidak seharusnya pulang ke Emaus,

tidak seharusnya kita menyerah.

Kleopas: Semuanya sudah terjadi. Kita berdua percaya bahwa Yesus

adalah Mesias, tetapi Mesias tidak akan mati. Para nabi

mengatakan bahwa Dia akan selalu hidup.

Teman : Tetapi Yesus menyembuhkan orang-orang yang sakit parah dan

cacat. Dia membangkitkan Lazarus dari kematian. Kita ada di

sana saat Lazarus mati. Kita melihat dia dimasukkan ke

dalam kuburnya. Kita melihat dia berjalan keluar dari

kuburnya empat hari kemudian. Sejak saat itu kita makan

malam bersama dengan dia. Itu bukanlah tipuan. Yesus

memunyai kuasa atas hidup dan mati, lalu mengapa Dia tidak

menyelamatkan diri-Nya sendiri?

Kleopas: Aku sering mendengar Yesus berbicara tentang kematian,

tetapi aku tidak memahaminya dan saat ini pun aku juga

tidak mengerti.

Alkitab kami mengatakan bahwa Dia akan hidup selamanya.
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. WhatsApp
  4. Telegram

Teman : Andreas berbicara tentang kebangkitan pada hari ketiga.

Ingat, Yohana dan Maria mengatakan bahwa mereka melihat

seorang malaikat pagi ini di kubur Yesus. Dan Maria

Magdalena mengaku bahwa dia berbicara dengan Yesus.

Kleopas: Maria Magdalena pernah dirasuki setan.

Teman : (Berhenti dan melangkah pelan) Betul. Yesus mengusir

setan-setan itu. Tetapi jangan lupa bahwa Petrus dan

Yohanes juga melihat bahwa kubur itu kosong.

Kleopas: Bisa jadi itu adalah tipuan orang-orang Romawi. Aku tidak

akan melewati mereka, bila aku ingin menyembunyikan mayat

Yesus dan mereka pasti ingin menyalahkan kita karena kita

adalah pengikut Yesus. Mereka mungkin juga ingin menghukum

kita sebagai penjahat.

Yesus : (Masuk) Damai besertamu.

Kleopas: Dan bersamamu juga, Orang Asing.

Yesus : Aku dengar kalian berbicara tentang orang-orang Roma.

Apakah sedang terjadi sesuatu di Yerusalem?

Kleopas: Kamu pasti satu-satunya orang di Yerusalem yang tidak tahu

peristiwa yang paling mengerikan yang telah terjadi

beberapa hari terakhir ini.

Yesus : Apa yang telah terjadi?

Teman : Mereka menyalibkan Tuhan kita.

Kleopas: (Dengan nada ingin tahu) Maaf, Orang asing, kami tidak

mengenalmu atau tahu apa pendapatmu tentang orang yang

kami ... yang bagi orang lain dipercayai sebagai Mesias.

Namanya Yesus dari Nazaret. Para imam kepala menyerahkan

Dia kepada orang-orang Roma supaya disalib seperti seorang

penjahat.

Teman : Kami sangat berharap bahwa Dia adalah benar-benar Kristus,

yang datang untuk membebaskan kami dari penjajahan Roma.

Tetapi Dia mati tiga hari yang lalu.

(Ketiga tokoh ini berjalan pelan menuju meja.)

Kleopas: Beberapa wanita dari kelompok pengikut Yesus pagi-pagi

sekali pergi ke kubur Yesus untuk mempersiapkan mayat Yesus

sebelum dikubur. Mereka tidak menemukan mayat Yesus dan

saat kembali mereka mengatakan bahwa mereka melihat

malaikat yang mengatakan bahwa Dia telah bangkit dari

kematian.

Teman : Yohanes dan Simon Petrus juga melihat kubur itu kosong.

Kleopas: Ya, tetapi mereka tidak mengaku melihat malaikat atau

Yesus sendiri, seperti yang dikatakan Maria Magdalena.

Yesus : Betapa bodohnya kalian, kalian tidak benar-benar percaya

kepada para nabi. Tidakkah mereka mengatakan kepada kalian

bahwa Mesias akan menderita sebelum dia dimuliakan?

Kleopas: Menderita, itu betul, tetapi Yesus mati!

Yesus : Dia harus mengalami penderitaan yang paling dalam, yaitu

kematian. Itu semua adalah bagian dari rencana Allah. Saat

pertama kali Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, Allah

menjanjikan kepada mereka seorang keturunan yang akan

mengalahkan iblis. Abraham dan Sarah dijanjikan bahwa dari

keturunan merekalah Mesias akan lahir. Yesaya menubuatkan

seorang anak yang dilahirkan dari seorang wanita muda akan

dianggap hina dan ditolak oleh semua orang, seorang manusia

yang selalu diliputi dengan kesedihan. Selama berabad-abad

kamu telah mengorbankan domba yang tidak bercacat supaya

darahnya membersihkan kamu dari dosa. Sekarang kamu telah

mendapatkan Domba Allah. Melalui darah-Nya, dosa-dosamu

diampuni. Itulah pesan yang harus disampaikan ke seluruh

dunia.

Kleopas: Kamu mengetahui Alkitab kami, seperti Yesus.

Teman : (Meletakkan tangannya ke lengan Yesus) Tinggallah bersama

kami malam ini, Sobat. Hari sudah hampir malam dan sudah

mulai gelap.

Kleopas: Ya, tinggallah bersama kami. Jalanan tidak aman bila hari

gelap. Orang-orang Zelot mengaku sedang mencoba mengalahkan

Roma, tetapi pada malam hari mereka sering salah tangkap

orang karena mereka sering mengira orang yang sedang dalam

perjalanan itu sebagai orang yang bekerja untuk orang-orang

Roma.

Teman : (Berhenti di samping meja dan menggelengkan kepala) Saya

sangat sedih dan bingung. Seolah-olah kami harus melakukan

sesuatu, tetapi saya tidak tahu apa itu atau di mana harus

memulainya.

Kleopas: (Memersilakan Yesus duduk) Kamu pasti lapar. Mari kita

makan bersama-sama.

Yesus : Pasti Kristusmu akan mengatakan kepadamu bahwa sekarang

bukanlah saatnya untuk menyerah.

(Teman dan Kleopas duduk, Kleopas duduk agak jauh dari

Yesus.)

Kleopas: Tetapi bagaimana kami bisa mengatakan kepada semua orang

tentang Kristus yang mati? Alkitab kami mengatakan bahwa

Dia akan hidup selamanya.

Teman : (Menuangkan minum untuk Yesus dan Kleopas) Bagaimana bila

Maria Magdalena benar? Bagaimana bila Yesus telah bangkit

dari kematian? Bukankah itu berati Dia punya kuasa atas

kuburan? Aku pikir itu sama halnya dengan hidup selamanya.

Yesus : Kamu telah mendengarkan dengan baik perkataan Yesus.

(mengangkat roti dan pelan-pelan memecah-mecahkannya)

Pujilah Tuhan! (memberikan satu roti kepada Teman dan

Kleopas). Terimalah dan makanlah.

Teman : Yesus! Engkau hidup!

Kleopas: (Berdiri) Guru!

(Kleopas menolong temannya berdiri dan memeluk dia; Yesus

keluar saat mereka tidak melihat.)

Kleopas: (Melihat ke sekeliling) Ke mana Dia pergi?

Teman : Aku tak tahu. Tetapi aku mulai mengerti. Saat kita

berjalan dengan Dia tadi dan Dia menjelaskan Alkitab

kepada kita, tidakkah kamu merasa seolah-olah ada api yang

membakarmu?

Kleopas: (Berdiri) Ya, dan api itu masih membakar. Kita harus

melakukan apa yang Dia katakan. Ayo kita katakan kepada

yang lainnya bahwa Yesus telah hidup. (t/Ratri)

Diterjemahkan dari:
Judul buku : You are the Christ
Judul asli artikel : The Road to Emmaus
Penulis : Carol Hillebrenner
Penerbit : Augsburg Fortress, USA 1990
Halaman : 53 -- 56