Tips Paskah

Merencanakan Acara Paskah bagi Anak-Anak Sekolah Minggu

Perayaan Kebaktian PASKAH SM (Sekolah Minggu) sering diadakan tanpa perencanaan yang matang. Salah satu alasannya mungkin adalah karena perayaan PASKAH selalu diadakan setiap tahun, sehingga dianggap sesuatu yang sudah biasa dan tidak lagi istimewa. Untuk seorang Kristen yang sudah lahir baru perayaan PASKAH seharusnya menjadi hari Raya umat Kristen terbesar, karena hari PASKAH mengingatkan kita akan kemenangan Kristus atas maut, yang berarti juga kemenangan kita yang telah ditebus oleh Kristus, karena Ia sungguh telah bangkit dan mengalahkan kuasa dosa. Itulah yang Paulus maksudkan ketika ia berkata "andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu" (1Kor.15:14).

Namun sayang sekali inti berita PASKAH yang luar biasa itu sering tidak sampai kepada anak-anak. Marilah kita, sebagai guru-guru SM mengisi acara PASKAH tahun ini dengan memberitakan Kebenaran akan KEBANGKITAN KRISTUS sehingga anak-anak mendapat kesempatan untuk mengenal Tuhan mereka yang HIDUP! Bagaimana mewujudkan kerinduan ini? Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita merencanakan PASKAH Sekolah Minggu: Selanjutnya ... about Merencanakan Acara Paskah bagi Anak-Anak Sekolah Minggu

Bagaimana Mengajarkan tentang Kematian pada Anak Kecil?

PASKAH adalah kisah kematian dan kebangkitan Yesus yang merupakan inti pengajaran iman Kristen kita. Tapi menceritakan kisah PASKAH kepada anak-anak kecil tidaklah mudah, khususnya karena anak-anak belum memahami benar konsep kematian. Oleh karena itu, tidak heran kalau ada guru-guru yang tidak setuju untuk menceritakan kisah "kematian" ini kepada anak-anak, tetapi mereka lebih suka memusatkan perhatian pada tema "hidup baru" sebagai berita PASKAH. Lepas dari perdebatan setuju atau tidak setuju, kita sebagai guru Sekolah Minggu mengakui bahwa kematian adalah bagian dari realita hidup yang cepat atau lambat anak akan menghadapinya. Yang menjadi masalah sebenarnya adalah kapan dan bagaimana kita mengajarkan tentang "kematian" kepada anak-anak. Perayaan PASKAH mungkin adalah waktu yang tepat untuk membicarakan tentang hal ini. Untuk itu, pada kesempatan PASKAH ini kami sajikan kutipan artikel yang dapat dipakai untuk menjadi bahan pertimbangan. Di bagian akhir ada beberapa ide kegiatan yang bisa dilakukan. Selanjutnya ... about Bagaimana Mengajarkan tentang Kematian pada Anak Kecil?

Menjelaskan Kebangkitan Yesus kepada Anak-anak

Setiap tahun saat Paskah tiba, tibalah saatnya untuk membicarakan kebangkitan kepada anak-anak Anda. Menjelaskan kebangkitan Yesus berarti Anda juga perlu menjelaskan mengenai penyaliban yang mungkin menantang, khususnya bila Anda memiliki anak-anak yang masih kecil. Langkah-langkah berikut ini akan memberi Anda beberapa ide tentang bagaimana menceritakan cerita Paskah kepada anak-anak sehingga mereka mengerti pentingnya Paskah. Selanjutnya ... about Menjelaskan Kebangkitan Yesus kepada Anak-anak

Metode dalam Mengajarkan Kematian Yesus: "Boomm Kejutan di Awal Cerita"

Salah satu teknik membuat anak-anak "tertarik" mendengarkan suatu cerita adalah dengan menyiapkan suatu "boomm kejutan", yaitu aktivitas, acara, ilustrasi, bunyi-bunyian atau cerita pendahuluan. Itu semua akan membuat anak "tertarik" dan mendengarkan dengan tekun cerita berikutnya. Teknik ini juga penting dipakai untuk mengakhiri suatu cerita agar terus meninggalkan kesan yang mendalam. Selanjutnya ... about Metode dalam Mengajarkan Kematian Yesus: "Boomm Kejutan di Awal Cerita"

Doa Berdasarkan Refleksi Ucapan-Ucapan Yesus yang Terakhir

Kita terpesona pada ucapan-ucapan Yesus ketika menderita di kayu salib. Kata-kata terakhir Yesus tidak membawa kita pada kekecewaan. Kata-kata itu tampak sempurna dan lengkap untuk dipergunakan sepanjang zaman. Ketika kita memusatkan perhatian pada kata-kata tersebut, kita seumpama membuka sebuah jendela menuju keabadian dan kita menemukan di dalamnya penerangan bagi jiwa kita.

  1. "Yesus berkata, `Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.` ..." (Lukas 23:34)