Taat Sampai Mati di Kayu Salib

Oleh: Peserta Kelas Diskusi Paskah Maret 2011 - Mimin

Filipi 2:8
"Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."

Setiap menerima gelas anggur dalam perjamuan kudus, pasti tebersit dipikiran saya, apakah anggurnya asli atau aspal alias hanya beraroma anggur saja. Dari baunya, saya sudah tahu jika anggurnya asli atau tidak. Saya senang kalau pakai anggur yang asli karena badanpun terasa hangat setelah meminumnya.

Pikiran sayapun berkilas balik, kalau darah Yesus tidak tercurah di atas kayu salib tak mungkin ada perjamuan ini, kalau Dia tidak taat dengan Bapa-Nya tidak mungkin Dia Mati disalib, kalau dia tidak menjadi manusia, Dia tidak perlu melakukan semua itu, karena Dia punya hak prerogatif atau hak istimewa karena Dia Allah itu sendiri, tapi Dia telah melakukannya, Dia memutuskan untuk menggunakan hak prerogatif, tak seorangpun bisa mengganggu gugat atas pilihan-Nya tersebut. Dia, Sang Pencipta, Raja Maha Besar tapi Dia juga seorang manusia bahkan posisinya menjadi seorang hamba, derajat terendah dari manusia, dan dengan ketaatannya Dia rela menanggung kutuk dosa yang bukan diakibatkan karena perbuatan-Nya, bahkan kutuk saja masih belum cukup, kematian pun ditimpakan ke atas-Nya.

Kira-kira di dunia ini, pengorbanan terbesar apa yang telah dilakukan oleh umat manusia? Menurut saya, pengorbanan terbesar di dunia ini adalah jika kita dengan rela memberikan nyawa kita untuk menyelamatkan musuh kita, bukan orang yang kita cintai. Dan hanya Yesus yang telah menoreh karya terbesar dalam sejarah umat manusia, seorang yang tak bersalah tapi harus menanggung dosa seluruh umat manusia dan berkorban sampai mati dengan cara yang sangat terkutuk pada zaman itu, tergantung di kayu salib. Dengan satu kayu salib Yesus dan tiga paku yang dipakukan di kedua tangan-Nya dan di kaki-Nya maka kita mendapat pengampunan akan dosa, dan pengampunan itu tidak akan kita terima kalau tidak ada pengorbanan terbesar dari Yesus Kristus, Sang Raja yang telah mengambil rupa seorang hamba dan taat bahkan sampai mati di kayu salib.

Salam
Mimin