Menghayati Tubuh dan Darah Kristus

Oleh: Jessica

Untuk menyambut Paskah, umat kristiani pasti menyiapkan diri lebih baik dibandingkan dari hari-hari Minggu biasa. Peringatan Paskah merupakan peringatan yang penting dalam kehidupan umat kristiani. Begitu pula dengan gereja saya. Gereja saya dari jauh-jauh hari sudah menyiapkan serangkaian ibadah, mulai dari Kamis Putih, Jumat Agung, Minggu Paskah, hingga Pentakosta. Serangkaian acara direncanakan sedemikan rupa hingga semua saling terkait dan jemaat dapat mengikutinya dengan baik. Dekorasi, ornamen, aransemen lagu, pemusik, drama kematian Tuhan Yesus, kesaksian pujian, dan tata ibadah dipikirkan secara matang untuk meninggalkan kesan yang baik bagi semua jemaat yang hadir pada kebaktian Paskah. Pertanyaannya adalah, apakah elemen-elemen pendukung ini benar-benar dapat membantu jemaat menghayati makna paskah itu sendiri?

Saya sendiri berpikir bahwa ada beberapa gereja yang kini lebih mementingkan dekorasi pendukung daripada isi ibadah itu sendiri. Alasannya bisa karena ingin memberikan yang terbaik untuk Tuhan atau mungkin untuk menarik jemaat datang. Saya merasa motivasi-motivasi dalam kebaktian dan gereja yang arahnya bukan kepada Allah membuat gereja harus banyak berintrospeksi. Peringatan Paskah adalah tentang pengharapan baru bagi orang berdosa, di mana kita sebagai umat-Nya memperingati kematian-Nya di kayu salib untuk membayar lunas dosa-dosa umat manusia. Peringatan Paskah adalah tentang perubahan hidup, bagaimana kita, umat-Nya, mau bertobat meninggalkan dosa-dosa kita dan menaati kehendak-Nya. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. "Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh." (1 Pertus 2:24). Jangan menyia-nyiakan cambukan pada tubuh Yesus sekitar dua ribu tahun yang lalu. Darah yang mengalir keluar dari tubuh-Nya adalah untuk Anda dan saya, orang-orang berdosa.

Pengorbanan Yesus adalah pengorbanan terbesar dan terhebat yang pernah terjadi dalam hidup saya. Saya pernah bertanya pada diri sendiri, 'Apa istimewanya saya sehingga ada anak manusia yang mau mengorbankan diri-Nya untuk menebus dosa-dosa saya?', 'Mengapa Dia mau berdarah-darah dan sakit demi kesalahan yang bukan perbuatan-Nya sendiri?' banyak pertanyaan yang muncul dalam benak saya. Namun, itulah Tuhan kita, perbuatan-Nya ajaib. Peringatan Paskah adalah titik tahunan untuk berbenah diri. Gereja hanya salah satu penuntun umat kristiani, jadi jangan hanya terfokus dengan indahnya dekorasi atau harunya drama Paskah di gereja, tetapi bagaimana kita dapat berproses menjadi lebih baik dalam menjadi umat Kristus yang mau mengikuti kehendak-Nya.