Kasih Allah yang Sejati

Di dalam inilah kasih itu: bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allahlah yang mengasihi kita dan mengirimkan Anak-Nya sebagai kurban pendamaian bagi dosa-dosa kita.” (ay. 10)."
-- 1 Yohanes 4:10–12, AYT

Dalam mempelajari bagaimana perayaan dan hari raya di perjanjian lama dipenuhi dalam perjanjian baru, beberapa realitas perjanjian baru dari contoh dan bayangan perjanjian lama tersebut mudah untuk dilihat karena mereka melompat langsung dari halaman bagi kita. Misalnya, Hari Penebusan terpenuhi dalam salib Kristus. Ibrani 9 mengatakan kematian Tuhan kita memurnikan hati nurani kita "dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup" (ay. 14). Pendamaian, atau penghapus dosa, digambarkan oleh kambing jantan (Imamat 16:20-22), terjadi melalui hasil pembasuhan darah Yesus. Penulis Ibrani juga mengatakan kematian Juru Selamat "menebus [kita] dari pelanggaran yang dilakukan selama perjanjian yang pertama" (9:15). Kematian Kristus menjadi jalan pendamaian dari murka Allah - di dalam Dia, Pencipta kita memanifestasikan keadilan-Nya melalui mengeksekusi hukuman mati pada pengganti agar Dia tidak perlu mengeksekusinya pada orang-orang berdosa yang bertobat. Hal ini ditandai melalui kematian korban lembu dan domba jantan pada Hari Pendamaian (Imamat 16: 11-19).

1 Yohanes 4: 10-12 menegaskan bahwa kematian Yesus menebus dosa umat-Nya dan mendamaikan murka Allah (ay 10). Karena kita membahas pendamaian bulan lalu, hari ini kita akan fokus tentang bagaimana penggenapan Tuhan di Hari Penebusan didasarkan pada kasih-Nya dan merupakan model untuk bagaimana kita harus mengasihi orang lain, terutama orang-orang percaya. Sebagaimana rasul Paulus menulis, jika kita ingin memahami kasih yang sejati, maka kita harus melihat penebusan (ay. 10). Ini adalah tindakan penuh kasih yang pernah dilakukan dalam sejarah, karena tidak pernah ada dan tidak pernah bisa menjadi hadiah yang lebih besar yaitu kehidupan Anak Allah yang diberikan untuk "dosa seluruh dunia" (2:2). Tanpa Roh Allah berdiam di dalam mereka, orang-orang tidak bisa melihat kasih yang mereka miliki untuk orang lain atau bahkan "kasih" yang mereka miliki untuk Allah sebagai contoh untuk ditiru (4:10), karena kita dilahirkan egois dan tetap demikian kecuali Roh Kudus mengubah hati kita. Tidak ada yang mencari Allah (Mazmur 53), dan penebusan tidak hanya menunjukkan kasih Bapa, tetapi juga memungkinkan kita untuk mengasihi Dia sebagai balasan, karena tanpa kematian Yesus, tidak ada pencurahan Roh-Nya yang memperbaharui (Yohanes 16:7).

Menggenapi Hari Penebusan, Yesus telah memalingkan murka Allah, menunjukkan kepada kita kasih yang sejati, dan memberdayakan kita untuk mengasihi-Nya dan orang lain. Dengan Roh-Nya kita sekarang dapat mengasihi orang lain melalui tindakan pengorbanan diri itu, betapa pun samar-samarnya, menirukan kerelaan Tuhan kita untuk mengorbankan segalanya bagi kita (1 Yohanes 4:11).

Coram Deo

Dr. Joel Beeke menulis tentang surat Yohanes bahwa "motivasi besar untuk hidup seperti Kristus secara praktis, adalah doktrin salib; oleh karena itu, setiap kegagalan untuk mengasihi dapat ditelusuri kembali ke kegagalan untuk memahami salib. Ketika salib Kristus mencengkeram kita, segala sesuatu di dunia kita berubah "(hlm. 161). Kasih yang sejati adalah mahal dan baik untuk orang lain bahkan ketika ada risiko disakiti. Di mana Anda dapat berkorban untuk menunjukkan cinta sejati hari ini? (t/Jing-Jing)

Bacaan untuk studi lebih lanjut

Ratapan 3:22–23
Mikha 7:18
Yohanes 3:16
Filipi 2:3–4

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Ligonier.org
Alamat URL : http://www.ligonier.org/learn/devotionals/true-love-god/
Judul asli artikel : The True Love of God
Penulis artikel : Dr. Joel Beeke
Tanggal akses : 8 Juli 2016