Kabar Buruk, Kabar Baik

Panggung drama perlu ditata dengan perlengkapan kita perlukan seperti lampu, kamera dan mik. Pembawa berita duduk di tempat dan meja membaca berita. Seperti biasa, direktur dan wartawan-wartawan dapat membawa papan catatan, dengan naskah, jadi pemain tidak perlu susah payah menghafalkan barisnya.

Pemainnya terdiri dari tim pembawa berita dan orang-orang yang diwawancarai:

Dave: Direktur

Trevor Cheeseburger: Pembawa Acara

Kate Grady: Reporter

Daley Bulletin: Reporter

Julie-Sayang: Penata rias

Simon dari Kirene

Maria Magdalena

Dave berjalan mondar-mandir di depan panggung, dengan headphones, mengatur aksinya. Dia orang yang agak unik, menyebut semua orang dengan panggilan "Sayang" dan "Cinta". Dia menggenakan kaos dengan pola bungga dan jins. Trevor Cheeseburger adalah pembawa berita yang menyampaikan berita dengan mik di belakang meja. Dia perlu mengenakan jaket dan dasi. Kate Grady dan Daley Bulletin adalah dua reporter yang antusia, menyampaikan laporan-laporan mereka dengan berapi-api dan penuh semangat. Mereka ditempatkan di pojok panggung dengan mik tangan untuk mewawancara karakter-karakter lainya. Mereka bisa menggunakan sesuatu seperti jaket kecoklatan.

Pengantar

Naskah ini adalah laporan berita di televisi tentang kematian Tuhan Yesus. Karena kekhidmatan topik ini, tidaklah pantas menyertakan humor yang konyol. Akan tetapi, bentuk drama ini memunculkan drama dan emosi tentang peristiwa ini. Laporan ini terjadi pada malam minggu setelah penyaliban. Setelah itu, Kristus bangkit dari kematian, tetapi berita ini hanyalah awalannya saja.

(Dave masuk dan memanggil setiap orang untuk bekerja. Tim TV sibuk menyiapkan studio. Dua karakter Alkitab dalam drama ini sebaiknya memakai kostum tradisional ketika nantinya diwawancara.)

Dave: Oke, semuanya, dua menit lagi. Ayo Cinta. Ambil posisimu. Benahi studio ini. Secepatnya. Studio ini berantakan sekali. Trevor, perbaiki dasimu. Di mana tata rias? Julie-Sayang! Ada yang melihatnya?

(Juli-Sayang datang berlari membawa laporan berita.)

Julie Darling: (Dengan penuh semangat) Dave, cepatlah lihat ini. Saya baru saja menerimanya dari kantor kita di Yerusalem.

Dave: Jangan sekarang, Juli-Sayang. Program kita mulai satu menit lagi. Satu menit, semuanya.

Juli-Sayang: Sebaiknya kamu baca dulu Dave. Ini cerita besar.

Dave: (Membaca dan terlihat terkejut) Oh Tidak! (Langsung bertindak)

Oke. Dengarkan semuanya, kita mendapat berita besar dari Yerusalem. Tunda dulu yang lainnya. Cepat Trevor, lihatlah laporan ini dan coba bawakan. (Dia menyerahkan laporan itu kepada Trevor.)

Waktu kita singkat. Lakukan apa yang bisa kalian lakukan. Ini serius! Kita akan mencoba menghubungi Kate secepatnya untuk laporan di tempat. Baiklah. Hitung mundur untuk siaran. Ayo kita mulai. Sepuluh detik, sembilan, delapan, tujuh, enam, lima, empat, tiga, dua, satu... masuk pendahuluan.

Julie Darling: Dan sekarang di saluran TV 5, inilah berita minggu malam, Berita pukul Enam Sore, yang disampaikan oleh Trevor Cheeseburger.

Dave: Beri musik. Ya, mulai Trevor.

Trevor: Selamat malam. (sangat serius)

Yesus dari Nazaret, guru dan penyembuh yang terkenal, sekarang meninggal. Kami baru saja menerima laporan-laporan bahwa pada Jumat sore, sosok yang disebut banyak orang sebagai Mesias dan juga disebut beberapa orang Anak Allah, diberi hukuman mati oleh keputusan Pontius Pilatus. Yesus dari Nazaret disalibkan, bersama dengan dua pencuri biasa, di bukit di luar kota Yerusalem.

Dave: Bagus, Trevor-Cin, ada Kate di Yerusalem.

Trevor: Kate Gradi membawa laporan di tempat dari Yerusalem untuk Berita pukul Enam Sore. Kate.

Kate: Di tengah kekacauan luar biasa yang terjadi di sini pada hari Jumat, Yesus, seorang guru dari Nazareth, diseret dan disalibkan di bukit yang dikenal sebagai Bukit Tengkorak.

Trevor: Kate tahukah Anda apa dakwaannya?

Kate: Saya tidak tahu. Pemimpin-pemimpin Yahudi menuduhnya menghujat Allah dengan menyatakan bahwa dialah Anak Allah, tetapi Pilatus, gubernur Roma, menekankan bahwa dia tidak bisa "menemukan kesalahan pada orang itu." Pilatus tampaknya mencoba apapun untuk menenangkan pemimpin-pemimpin Yahudi dan mencari cara untuk membebaskan Yesus. Tetapi, dia tidak berhasil

Trevor: Kate, apakah ada tradisi bahwa gubenur Roma bisa melepaskan satu penjahat saat paskah Yahudi?

Kate: Ya Trevor, itu benar. Tetapi ketika dia menawarkan kepada orang banyak kesempatan untuk membebaskan Yesus atau Barabbas, si pembunuh, mereka justru menyerukan nama Barabbas. Kemudian, ketika gerombolan orang banyak menyerukan "Salibkan Dia, salibkan Dia' Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka dan mereka menyeret-Nya pergi. Dia membawa salibnya sendiri sepanjang jalan keluar kota, sampai jatuh karena berat, dia tersandung dan mereka memilih seseorang dari kerumunan orang banyak di sana untuk membawa salib itu untuk-Nya. Orang itu adalah Simon. Dia berada bersama saya saat ini.

(Simon masuk untuk diwawancara oleh Kate.)

Kate: Simon, bisakah Anda menceritakan apa yang terjadi?

Simon: Ya saya datang ke kota dari desa untuk perjamuan Paskah. Dan saya mendengar kegaduhan ini, orang-orang berteriak dan menjerit, dan semua wanita-wanita ini, menangis tersedu-sedu. Saya pergi untuk melihat-lihat, dan di sanalah Dia, memikul salib yang besar. Kemudian ketika dia mulai berjalan tertatih-tatih, mereka mendatangi orang banyak, dan salah satu prajurit mengatakan, "Kemari, kamu, ya kamu, kamu cukup kuat dan sehat, bawa dan pikulah salib itu. " Dan aku membawa salib itu. Uh, berat sekali.

Kate: Dan apakah Yesus berbicara kepada Anda?

Simon: Tidak sama sekali. Tetapi saat saya mengikutinya dalam perjalanan itu, memikul salib, dia berbalik dan melihat saya. Tatapan matanya seolah-olah berkata, "Jangan hanya hari ini saja, Simon. Jangan hanya hari ini saja."

Kate: Jadi ketiganya, Yesus dan dua perampok itu, dipaku di salib dan dibiarkan mati di bukit?

Simon: Kejadiannya mengerikan sekali. Penderitaan yang ditanggungnya. Anda tahu, Dia tidak bersalah. Dia tidak pernah melakukan kesalahan apapun juga, saya yakin mengatakan hal itu kepada Anda. Saya tidak tahan menyaksikannya. Sebaiknya, Anda mewawancarai beberapa wanita itu.

(Simon keluar, sangat kecewa. Maria mengambil tempatnya)

Kate: Bersama saya sekarang salah satu pengikut Yesus, wanita bernama Maria dari Magdalena. Maria, apa yang terjadi selanjutnya?

Maria: Luar biasa! Dia tersalib di sana, sekarat, dan dipaku di salib yang mengerikan itu, dan mereka semua mencela dan menghinanya, dan dia benar-benar menyerukan, "Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"

Kate: Anda benar-benar mengasihi-Nya ya?

Maria: Tentu saja. Saya telah menyerahkan segalanya untuk mengikuti-Nya! Dan sekarang Dia menyerahkan segalanya...

Kate: Ceritakan kepada kami perasaan Anda Maria.

Maria: (Gembira dan yakin) Oh, saya baik-baik saja. Anda tahu, pagi ini...

Kate: Tidak, sore Jumat, saat di salib...

Maria: Oh saat itu, saya patah hati. Saya menangis dan menangis. Kami para wanita di sana, kami mengira inilah akhir dunia. Akhir segala sesuatu hidup kami.

(Berubah mood)

Tetapi saat ini baik-baik saja, karena...

Kate: Jam berapa tepatnya Yesus mati?

Maria: Kira-kira tengah hari langit menjadi hitam pekat dan gelap itu berlangsung selama tiga jam, dan kemudian, ya, kira-kira jam tiga sore.

Kate: Apakah kamu mendengar kata-kata terakhirnya?

Dia hanya berkata, dengan pelan, "Usai sudah." Seolah-olah aku tidak tahu, seolah-olah dia sudah menang? Anda tahu maksudku? Ini bukanlah kekalahan. Dan dia berseru, "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan dia meninggal.

Kate: Akhir dari segalanya.

Maria: Itu perkiraan Anda. Kemudian. Tapi...

Kate: Apa Anda menghadiri pemakamannya?

Maria: Saya mengikuti di belakang wanita-wanita lain. Dua lelaki di sana, Yusuf dan Nikodemus, mengambil tubuh itu dari salib dan meletakkannya di kuburan Yusuf sendiri di taman, di situ saja. Dan mereka menutup batu itu dengan batu yang besar.

Kate: Terima kasih Maria. Anda sangat berani. Pasti Anda sulit membicarakan hal ini.

Maria: Oh tidak, saya baik-baik saja. Anda tahu, karena...

Dave: OK, Kate, cukup sekian. Kembali ke studio.

Kate: (Menghadap ke kamera) Jadi itulah akhir Yesus dari Nazareth.

Maria: Tidak... bukan...

Kate: Sosok yang telah banyak memberikan janji kepada pengikutnya sekarang meninggal dan dikuburkan. Tubuhnya dibaringkan di kubur yang tertutup di taman di Yerusalem. Akhir perjalanan Yesus dari Nazareth. Saya Kate Grady membawakan berita menyedihkan dari Yerusalem, kembali ke studio.

Maria: Tunggu biarkan saya...

Dave: Lanjutkan Trevor.

(Kate dan Maria keluar)

Trevor: Jadi, Yesus dari Nazaret, orang yang menyatakan bahwa diri-Nya membawa kabar baik bagi dunia, sekarang mati. Jadi apakah ini semua mimpi kosong? Siapa yang tahu? Tetapi kita tahu bahwa Yesus adalah kenangan yang indah di dalam pikiran murid-muridnya yang sedang patah hati dan berduka. Saya Trevor Cheesburger. Demikianlah berita pada malam minggu yang menyedihkan ini. Sekarang, mari kita lihat ramalan cuaca hari ini.

(Daley Bulletin masuk dan mengambil tempatnya, siap membuat laporan.)

Dave: Tunggu Trev. Tunda dulu laporan cuacanya. Kita mendapat berita yang sangat besar dari Emmaus. Ganti dengan Daley. Cepat, cepat. Ini benar-benar berita utama.

Trevor: Ya, tampaknya hari ini kita memunyai banyak sekali berita. Repoter kami, Daley Bulletin, berada di desa kecil bernama Emmaus, sekitar 7 mil dari Yerusalem. Daley.

Daley: (sangat gembira) Berita ini pasti adalah berita sensasional, Trevor. Jika laporan yang saya dengar itu benar, ini adalah cerita terhebat dalam sejarah penyiaran...

(Semua mematung)

(t/Uly)

Diterjemahkan dan disunting dari:

Judul asli buku : Plays on the Word
Judul asli artikel : Here is the News, Sad News and Amazing News
Penulis : Derek Haylock
Penerbit : Church House Publishing, London, 1993
Halaman : 102 -- 107