Hidup bagi Kristus

Oleh: Peserta Kelas Diskusi Paskah Maret 2011 - Lidia

Roma 14:9
"Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup."

Kebangkitan Kristus merupakan peristiwa yang sangat misterius. Suatu peristiwa yang tidak terbayangkan, yang diluar batas-batas pemikiran kita manusia. Kebangkitan Yesus ditandai dengan:

1. Kubur kosong.
Ketika fajar menyingsing, Maria Magdalena dan Maria yang lain menengok kubur Yesus, mendapati kubur itu sudah terbuka dan kosong, dan malaikat Tuhan ada didalamnya memberitakan bahwa Yesus telah bangkit. (Matius 28:1-6, Markus 16:1-8, Lukas 24:1-12, Yohanes 20 :1-10)

2. Sejumlah peristiwa dimana Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya.
Selama 40 hari Dia berkali-kali menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Dia dapat berkomunikasi langsung dengan mereka, dan membuktikan siapa diri-Nya, sehingga murid-murid-Nya dapat mengenali Dia dan tahu benar bahwa Dia bangkit dan hidup. Disini membuktikan bahwa kebangkitan yang dimaksud adalah betul-betul kebangkitan dari Orang Mati, bukan hanya hidup seterusnya jiwa dan roh sesudah mati.

Makna kebangkitan-Nya bagi kita:
1. Dengan Kebangkitan Yesus menjadikan kita manusia yang berpengharapan.
Kita bukan lagi manusia yang hanya mengetahui bahwa hanya sedang berjalan menuju kematian. Tetapi punya pengharapan. Manusia yang tidak mempunyai harapan. Yaitu sebagai manusia yang hanya mengetahui bahwa sedang berjalan menuju kematian. Sebab Yesus Kristus sudah dibangkitkan sebagai yang pertama, yang mendahului kita menyeberangi dunia maut sampai kepada hidup, supaya kita juga hidup dalam harapan akan pembaruan yang besar yang akan diwujudkan Allah.
" Tetapi nyatanya Kristus sudah dihidupkan kembali dari kematian. Inilah jaminan bahwa orang-orang yang sudah mati akan dihidupkan" (1Korintus 15:20).
Paulus: Mengatakan pada saat sebelumnya "Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang di dunia" (1 Korintus 15:19).

2. Tubuh dosa kita hilang kuasanya, kita hidup dalam kehidupan baru.
Sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Manusia lama kita telah turut disalibkan supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa (Roma 6:4-5)
Hal ini mendorong kita supaya kita hidup dalam hidup ini, disini dan kini, menjadi orang-orang baru, yang menginsyafi bahwa kita sudah dibebaskan dari cengkeraman dosa, maut dan iblis, maka kita harus "berjalan didalam satu hidup yang baru "

Pengertian hidup dalam Perjanjian Lama adalah menunjukkan pada keadaan hidup di dunia sekarang ini, yang akan diakhiri dengan mati. Tetapi hidup ini adalah pemberian Allah (Ulangan 30:19)
Pengertian hidup dalam Perjanjian Baru: Kata hidup sering menunjuk pada kehidupan kekal "tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup...." (Roma 6:13)

Maka pengertian dari "Ia adalah Tuhan untuk orang-orang hidup dan orang-orang mati (Roma 14:9) adalah bahwa Dia adalah Tuhan dari orang-orang "hidup" yang sudah dilahirkan kembali oleh Roh, dan yang sudah mati dari dosa. Ayat ini berhubungan dengan ayat sebelumnya (Roma 14:8). Kalau kita hidup, kita hidup untuk Tuhan dan kalau kita mati kita mati untuk Tuhan. Jadi hidup atau mati kita adalah milik Tuhan.

Nyatalah anugerah Tuhan atas kita. Lalu apa yang kita lakukan, sebagai rasa syukur kita? Dalam diskusi, saya pernah membaca uraian seorang teman yang intinya "Kalau keselamatan adalah anugerah berarti kita tidak usah melakukan apa-apa", bagi yang tidak merasakan pentingnya "keselamatan", mungkin saja menanggapi seperti itu. Tetapi bagi yang merasakan betapa pentingnya dan berharganya keselamatan yang Tuhan karuniakan kepada kita sebagai karunia, anugerah, hadiah ( Roma 6:23, Efesus 2:8-9), pasti akan merasa bertanggungjawab, setelah menerima hadiah/anugerah itu, apa yang harus kita lakukan? Kita menjalani hidup baru - melakukan hal-hal yang menyenangkan hati Tuhan, bukan sebagai upaya mendapatkan keselamatan, melainkan sebagai bukti ungkapan rasa syukur, penghargaan dan terima kasih kita kepada Sang Pemberi Hadiah, juga untuk membuktikan kepada dunia bahwa kita sudah diperbaharui supaya duniapun percaya.

Kita juga mempersiapkan diri untuk menghadiri undangan istimewa dengan mengenakan pakaian pesta, yaitu pakaian kebenaran. Supaya kita tidak seperti orang yang hadir dalam perjamuan kawin dengan tidak mengenakan pakaian pesta (Matius 22:11)
Dia bangkit dan Dia hidup, marilah kita hidup bagi Dia. "Karena bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup didunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah" (Filipi 1:21-22).

Tuhan memberkati.

Dalam kasih-Nya
Lidia Nani S