Hari Pahlawan

Nats : Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur dan memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya, "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku" (Lukas 22:19)

Bacaan : 1 Korintus 11:23-24

Suatu kali saya sedang berada di bandara Heathrow London, untuk melanjutkan penerbangan berikutnya ke Amerika Serikat. Di situ saya melihat sebuah pemberitahuan di papan pengumuman bahwa hari itu adalah "Hari Pahlawan" di negara Inggris. Pada hari yang khusus itu semua orang menghormati orang-orang yang telah gugur dalam perang. Oleh sebab itu diumumkan bahwa pada pukul 11.00, setiap orang diminta untuk mengheningkan cipta sejenak selama dua menit dan sangat dihargai jika setiap orang menggunakan waktu itu untuk mengenang para pahlawan. Ketika saatnya tiba, ribuan orang dari berbagai negara berdiri mengheningkan cipta untuk menghormati para tentara, pelaut, marinir, dan pasukan udara yang gugur.

Semangat untuk mengenang orang-orang yang telah memberikan hidup mereka bagi negara adalah suatu hal yang mulia. Namun, walaupun demikian hal itu tidak sebanding dengan hak istimewa yang kita miliki saat kita diundang untuk mengikuti Perjamuan Tuhan. Ketika kita merayakan Perjamuan Kudus, kita memenuhi perintah Kristus untuk selalu mengingat kematian-Nya (Lukas 22:19) dan melakukannya "sampai Ia datang" (1 Korintus 11:26). Ketika Dia mengurbankan hidup-Nya bagi kita, Dia menganugerahkan pengampunan dosa sehingga kita bebas dan mendapat jaminan hidup kekal di surga.

Alangkah baiknya jika kita mengikuti upacara Perjamuan Tuhan tidak sebagai rutinitas belaka. Dan jadikanlah setiap kesempatan dalam Perjamuan Tuhan untuk menghormati Dia sampai hari kedatangan-Nya --WEC

DENGAN MENGINGAT KEMATIAN KRISTUS BAGI KITA
KITA DIDORONG UNTUK HIDUP BAGI DIA