Sejarah Membagi Telur pada Hari Paskah

"Mengapa gereja membagikan telur pada anak-anak SM pada hari PASKAH?"
Ternyata banyak orang Kristen bahkan guru SM yang kurang jelas
tentang sejarah membagi telur ini. Untuk Edisi Khusus PASKAH ini
Tips Mengajar akan diganti dengan penjelasan singkat tentang sejarah
membagi Telur PASKAH.

Tradisi membagi telur sebenarnya bukan tradisi gereja/Kristen (juga
jelas tidak disebutkan dalam Alkitab). Sebelum kekristenan muncul,
di negara 4 musim (Eropa) ada tradisi untuk merayakan datangnya
musim-musim. Dewa musim Semi, yang bernama "Eostre" adalah dewa yang
disembah pada perayaan "vernal equinox". Nama dewa ini juga yang
akhirnya dipakai untuk menyebut hari PASKAH, "Easter" (bhs Inggris).

Pada abad-abad pertama kekristenan, tradisi ini sulit dihapus karena
hari PASKAH memang kebetulan jatuh pada setiap awal musim Semi.
Perayaan musim Semi selalu dirayakan dengan meriah mengiringi
kegembiraan meninggalkan musim dingin yang suram dan beku (mati).
Tumbuh-tumbuhan dan bunga mulai tumbuh dan bermekaran, dan suasana
keceriaan seperti ini menjadi saat yang tepat untuk membagi-bagikan
hadiah. Membagi-bagikan telur pada hari PASKAH akhirnya diterima
oleh gereja selain untuk merayakan datangnya musim Semi, juga karena
telur memberikan gambaran/simbol akan adanya kehidupan.