Pengajaran dan pelayanan Yesus dimulai dengan sekelompok kecil pria biasa yang tidak terpelajar, lalu berkembang menjadi sebuah gerakan yang dengan cepat menyebar dan masih terus menyebar ke seluruh dunia. Setelah bangkit dari kematian, Yesus menyerahkan pelayanan itu kepada murid-murid yang telah Dia bina.
Saya pernah menulis tentang bagaimana Yesus membina murid-murid-Nya selama pelayanan-Nya di bumi, tetapi kali ini saya ingin berfokus pada bagaimana Yesus memimpin murid-murid-Nya setelah kebangkitan-Nya dari kematian. Hari-hari sesudah kebangkitan itu semakin menunjukkan kepada kita karakter Yesus sekaligus cara yang efektif untuk membina dan mengutus orang lain. Berikut enam cara Yesus memimpin murid-murid-Nya setelah kebangkitan-Nya:
1. Dia menghampiri.
Tomas bersikeras bahwa kesaksian murid-murid lain tidak cukup baginya untuk percaya bahwa Yesus hidup; dia perlu melihat "bekas paku". Yesus menghampiri Tomas dalam keraguannya dan menunjukkan tangan serta lambung-Nya kepadanya (Yohanes 20:27). Dalam kasih karunia-Nya, Yesus masih menjumpai kita dalam keadaan kita.
2. Dia melibatkan.
Suatu hari, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya ketika mereka sedang menangkap ikan, dan Dia melibatkan mereka dalam mukjizat lain. Dia mengundang mereka untuk menebarkan jala ke sebelah kanan perahu, lalu mereka menangkap begitu banyak ikan sehingga tidak dapat menarik jalanya (Yohanes 21:6). Yesus masih melibatkan kita. Dia tidak membutuhkan kita, tetapi karena mengasihi kita, Dia memilih untuk menyertakan kita.
3. Dia melayani.
Pada hari yang sama, ketika para murid tiba di pantai, Yesus telah menyiapkan sarapan bagi mereka. Alih-alih menuntut mereka melayani-Nya, Sang Raja yang telah menaklukkan maut justru membuat sarapan bagi murid-murid-Nya (Yohanes 21:9). Hakikat iman Kristen bukanlah bahwa kita melayani Dia, melainkan bahwa Dia telah melayani kita.
4. Dia memulihkan.
Setelah memberi makan murid-murid-Nya, Yesus mengambil inisiatif untuk memulihkan Petrus. Petrus telah menyangkal bahwa dia mengenal Yesus. Alih-alih mengucilkannya, Yesus menghampirinya dengan sebuah pertanyaan: "Petrus, apakah engkau mengasihi Aku?" (Yohanes 21:15). Syukurlah, Yesus masih mencari dan memulihkan umat-Nya.
5. Dia menantang.
Ketika Petrus menyatakan kasih dan kesetiaannya kepada Yesus, Yesus menantangnya untuk "gembalakanlah domba-domba-Ku" (Yohanes 21:17). Yesus menantang Petrus untuk mengabdikan hidupnya bagi pengajaran dan penggembalaan umat-Nya. Yesus juga menantang kita untuk menggunakan satu kehidupan yang telah Dia berikan ini bagi kemuliaan-Nya dan perluasan Kerajaan-Nya.
6. Dia memberdayakan.
Yesus memberdayakan murid-murid-Nya untuk "pergilah... dan muridkanlah semua bangsa" (Matius 28:19, AYT) dan mengingatkan mereka bahwa Dia memiliki otoritas untuk melakukannya. Yesus membagikan tanggung jawab misi itu kepada murid-murid-Nya. Dia memberdayakan mereka untuk mengajar orang-orang supaya menaati segala sesuatu yang telah Dia perintahkan. Amanat yang Dia berikan kepada murid-murid-Nya adalah amanat kita juga.
Tomas bersikeras bahwa kesaksian murid-murid lain tidak cukup baginya untuk percaya bahwa Yesus hidup; dia perlu melihat "bekas paku".
Tentu saja, semua ini memiliki implikasi bagi para pemimpin.
Cara Yesus memimpin murid-murid-Nya dan cara Dia memimpin kita seharusnya memengaruhi cara kita memimpin orang lain. Kita harus menghampiri orang lain dan menjumpai mereka dalam keadaan mereka. Kita harus melibatkan dan menyertakan mereka. Kita harus melayani orang lain, bukan menuntut mereka melayani kita. Kita harus memulihkan orang lain karena kita mengasihi mereka. Kita harus menantang orang lain untuk menyerahkan hidup mereka kepada hal yang paling penting. Kita juga harus memberdayakan orang-orang yang kita pimpin agar mereka dapat memimpin orang lain. Karena Yesus hidup dan tinggal di dalam kita, kita dapat memimpin orang lain sebagaimana Dia telah memimpin kita. (t/Jing-jing)
| Diambil dari: | ||
| Nama situs | : | Eric Geiger |
| Alamat artikel | : | https://ericgeiger.com/2016/03/29/six-ways-jesus-led-his-disciples-after-the-resurrection/ |
| Judul asli artikel | : | Six Ways Jesus Led His Disciples After the Resurrection |
| Penulis artikel | : | Eric Geiger |