Tiga Kebenaran yang Menebus

  1. Fakta yang Menebus: "Aku telah Disalibkan dengan Kristus; namun Aku Hidup, tetapi Bukan Lagi Aku Sendiri yang Hidup"

  2. Paulus sedang mengatakan sesuatu yang lebih dari pernyataan bahwa Kristus sudah disalibkan untuk dia atau bahwa Salib Kristus menguntungkan dia. Paulus sedang mengatakan bahwa ketika Kristus disalibkan, dia (Paulus) juga disalibkan. Ketika Yesus mati secara fisik, Paulus (dan semua orang percaya) mati secara rohani. Paulus melihat dirinya begitu dipersatukan dengan kematian Kristus sehingga dia dapat berkata, "Bukan lagi aku sendiri yang hidup." Apa artinya?

    Sejak lahir, setiap kita berada di bawah kendali dan kuasa dosa. Kematian Kristus bukan kekalahan, melainkan kemenangan (lihat Kol. 2:13-15). Dalam kematian fisiknya, Kristus mematahkan kuasa rohani dan otoritas yang dosa miliki atas kita. Lihat sekali lagi pada kata-kata, "Aku telah disalibkan." Pernyataan ini menunjukan kepada kita sebuah tindakan yang pasti pada masa lampau, dengan akibat yang terus-menerus dan permanen. Apa yang Kristus lakukan saat itu di Salib secara permanen mengubah siapa Anda sekarang dan akan menjadi siapa Anda seterusnya. Tetapi Paulus bahkan melanjutkan lebih jauh. Dia berkata, "Bukan lagi aku yang hidup." Paulus sedang mengatakan bahwa perubahan yang terjadi di dalam dirinya begitu mendasar terhadap siapa dia sebagai manusia sehingga seakan-akan ia tidak lagi hidup! Ya, dia masih Paulus, tetapi karena kematiannya di dalam Kristus, dia adalah Paulus yang sama sekali berbeda pada intinya.

    Ketika Anda menangkap sifat alamiah dasar dari perubahan di dalam diri Anda sebagai orang percaya, Anda akan mulai menangkap potensi sejati Anda. Anda tidak sama sebagaimana Anda dahulu. Anda sudah diubah selama-lamanya. Anda tidak lagi hidup di bawah beban hukum atau kuasa dosa. Kematian Kristus menggenapkan syarat hukum dan mematahkan kuasa dosa. Anda tidak harus menyerah kepada situasi yang sama karena ketika Kristus mati secara fisik, Anda mati secara rohani. Perubahan konstitusional ini bersifat permanen! Apakah Anda melihat diri Anda dengan potensi semacam ini untuk hidup yang baru di dalam Kristus?

  3. Realitas Saat Ini: "Melainkan Kristus yang Hidup di dalam Aku"

  4. Tidaklah cukup bagi Paulus mengatakan bahwa kematian Kristus sudah memperbarui dia. Dia berkata bahwa ketika dia mati, Paulus yang lama tidak digantikan dengan versi Paulus yang baru yang sudah lebih maju, tetapi dengan Kristus sendiri! Dia tidak sekadar mengatakan bahwa Paulus yang baru lebih baik dalam mengendalikan dosa di dalam hatinya. Dia sedang mengatakan bahwa di mana dosa pernah mengendalikan, Kristus sekarang berkuasa! Hati kita, dahulu di bawah kuasa dosa, sekarang adalah tempat tinggal Kristus, sumber terutama dari kebenaran, anugerah, kuasa, dan kasih.

    Inilah Injil dari potensi kita. Merupakan sesuatu yang perlu bagi kita untuk mati dengan Kristus sehingga Dia dapat hidup di dalam hati kita selamanya. Saya yang lama, yang berdosa, sudah mati. Tetapi saya yang lama tidak digantikan dengan saya yang lebih baik. Penggantinya adalah Kristus! Hati saya baru karena Kristus tinggal di sana. Hati saya hidup karena Kristus hidup di sana untuk memberikan hidup. Hati saya dapat merespons hidup dengan cara-cara yang baru karena hati saya tidak lagi dikuasai oleh dosa, tetapi dibebaskan oleh pemerintahan Kristus yang penuh anugerah. Karena itulah, saya memiliki potensi untuk perubahan dan pertumbuhan yang menakjubkan dalam hati dan hidup saya.

  5. Akibat dari Kehidupan Sehari-hari: "Dan Hidupku yang Kuhidupi Sekarang di dalam Daging, adalah Hidup oleh Iman dalam Anak Allah yang Telah Mengasihi Aku dan Menyerahkan Diri-Nya untuk Aku"

  6. Di sini Paulus membuktikan dengan pasti keuntungan-keuntungan masa kini dari Kristus yang hidup di dalam hati kita. Kita hidup oleh asas yang baru -- bukan asas yang lama dari dosa dan kematian, tetapi asas yang baru dari kuasa dan anugerah Kristus yang sekarang tinggal di dalam kita. Inilah yang Paulus maksudkan ketika dia berkata, "Aku hidup oleh iman di dalam Anak Allah." Kita tidak lagi hidup berdasarkan penilaian kita akan apa yang kita miliki dalam kekuatan, karakter, dan hikmat (dari keluarga, pendidikan, dan pengalaman). Kita mendasarkan hidup kita pada fakta itu karena Yesus hidup di dalam kita, kita dapat melakukan apa yang benar dalam keinginan, pikiran, perkataan, tindakan, tidak peduli berkat khusus atau penderitaan apa yang kita hadapi. Potensi kita adalah Kristus! Ketika kita benar-benar percaya hal ini dan menghidupinya, kita mulai menyadari potensi sejati kita sebagai anak-anak Allah. Kita mulai melihat buah baru yang matang dan mengejutkan di dalam hidup kita.

    Seorang ibu Kristen, yang berbicara dengan sabar ketika dia dahulu mungkin berbicara dalam kemarahan, sedang mengalami realitas dari Kristus yang hidup di dalam dia. Seorang suami, yang pulang ke rumah dengan letih dari tempat kerja tetapi masih melayani istrinya, sekarang hidup di dalam kuasa Kristus yang menetap. Seorang teman, yang memilih untuk mengabaikan pelanggaran kecil dan tetap dalam persahabat yang dahulu mungkin sudah dia tinggalkan, sedang memilih untuk hidup dengan dasar iman "Kristus di dalam saya." Apa yang Paulus paparkan di sini sangat praktis. Kebenaran ini memiliki potensi untuk mengubah cara kita hidup dan merespons setiap hari secara radikal.

Diambil dari:

Judul asli buku : How People Change
Judul buku terjemahan : Bagaimana Orang Berubah
Judul bab : Salib 1: Identitas Baru dan Potensi Baru
Penulis : Timothy S. Lane & Paul David Tripp
Penerjemah : Chrisnah Ruston
Penerbit : Penerbit Momentum, Surabaya 2008
Halaman : 208 -- 210