Paskah

Dampak dari Salib

Kematian Yesus Kristus 2.000 tahun yang lalu bukan semata-mata tindakan heroik seperti yang dibayangkan oleh para tokoh agama yang idealis. Tidak juga semata-mata menunjukkan kelemahan.

Tindakan tersebut merupakan misi penyelamatan yang berlandaskan kasih, keberanian, serta menantang maut. Hasilnya, orang yang percaya kepada Yesus Kristus, hubungannya dengan Allah akan diubahkan. Hubungannya dengan dosa juga akan diubahkan. Demikian pula dengan masa depannya, baik dalam kehidupan saat ini maupun kehidupan yang akan datang.

Kemenangan Melalui Darah

"Mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut." (Wahyu 12:11)

Selama ribuan tahun telah terjadi pertarungan hebat di antara "ular tua" yang menyesatkan manusia, dan "keturunan perempuan" untuk memperebutkan umat manusia.

Sering kali kerajaan Allah sepertinya sudah berkuasa, kemudian pada masa-masa yang lain kuasa jahat seakan-akan begitu unggul hingga pertempuran itu tampak tidak berpengharapan lagi.

Kita Juga Akan hidup

oleh: Billy Graham

Masih ada banyak tempat pemakaman yang lebih megah daripada makam yang dipakai membaringkan tubuh Juruselamat yang tidak bernyawa dua ribu tahun yang lalu. Di Mesir dapat ditemukan tempat peristirahatan Faraoh-faraoh termasyhur yang terbaring dalam kekayaan yang mewah dalam makam-makam yang dirancang secara artistik.

Pendapat tentang Salib

Jadi, apa pendapat orang tentang salib? Lebih khusus lagi, apa pendapat mereka tentang salib jika dikaitkan dengan Kristus? Dari Dialah lambang itu berasal, dan diskusi yang sesungguhnya dimulai. Mengapa kehidupan yang indah pada awalnya harus berakhir secara mengenaskan? Apa yang ada dalam benak Kristus? Dan apa yang seharusnya ada dalam benak kita sekarang? Berikut ini adalah beberapa pendapat yang diberikan orang tentang kematian Kristus.

Yesus Mati Supaya Manusia Hidup

Oleh: Peserta Kelas Diskusi Paskah Maret 2011 - Ryo Yusak

Fil 2:8; ”Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”

Pengorbanan membawa maksud "merelakan diri untuk melakukan sesuatu tanpa adanya paksaan”. Dalam rencana Allah untuk menyelamatkan manusia dari kematian akibat dosa sejak kejatuhan adam maka satu hal yang sebenarnya tidak terpikir oleh manusia ialah karya Allah dalam mengaruniakan Anak Tunggal-Nya Yesus Kristus menjadi manusia untuk menggenapi rencana agung-Nya, yaitu keselamatan.

Taat Sampai Mati

Taat Sampai Mati

Oleh: Peserta Kelas Diskusi Paskah Maret 2011 - Vika

Fil 2:8
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Dari tempat tertinggi, seorang anak raja yang memiliki jagat semesta menjadi seorang manusia, menempatkan diri-Nya sama dengan ciptaan-Nya. Seberapa besar kemampuan kita untuk bisa sama seperti Dia, pencipta manusia yang berkorban untuk ciptaan-Nya sendiri atas nama cinta kasih?

Dia Mati Dan Hidup

Oleh: Peserta Kelas Diskusi Paskah Maret 2011 - Yosua Tjuk

Roma 14:9

Rasul Paulus didalam surat 1 Korintus 15:3-4 mengatakan: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci.

Halaman