Yesus Kristus: Apakah Dia Allah atau Manusia?

Sekitar 2.000 tahun yang lalu ketika Kaisar Augustus memerintah Kekaisaran Romawi yang luas, Yesus Kristus dilahirkan di Palestina dalam keadaan yang sangat sederhana. Sampai berusia 30 tahun, Ia hampir tidak dikenal.

Yesus Kristus: Allah atau Manusia?

Namun, selama tiga tahun pelayanan publik yang singkat, dampak dari keberadaan-Nya begitu besar sehingga mengubah dunia - termasuk perubahan kalender kita dari Sebelum Masehi ke Masehi.

H.G. Wells, sejarawan terkenal, pernah berkata tentang Kristus: "Saya bukan orang percaya. Tapi saya harus mengakui, sebagai seorang sejarawan, sangat menarik bahwa seseorang yang tidak memiliki uang dari Galilea ini adalah pusat dari sejarah."

Tidak ada orang lain yang pernah membuat pernyataan luar biasa seperti yang dilakukan Yesus. Dia mengaku sebagai Anak Allah, Mesias Yahudi yang dijanjikan, dan satu-satunya jalan kepada Allah untuk semua umat manusia. Ia menyatakan memiliki kuasa untuk mengampuni dosa dan memberikan hidup yang kekal kepada manusia. Di atas segalanya, Ia mengaku sebagai Tuhan, dengan mengatakan, "Aku dan Bapa [Allah] adalah satu."

Socrates pernah berkata, "Oh, seseorang akan muncul, manusia atau Allah, untuk menunjukkan Allah kepada kita."
Empat ratus tahun kemudian Kristus datang dan mengaku sebagai Orang itu.

Akan tetapi, apakah Yesus Kristus Anak Allah? Jika tidak, apakah itu berarti Ia adalah penipu terbesar yang pernah hidup?

Lew Wallace, seorang jenius secara umum dan dalam bidang sastra yang terkenal, serta Robert Ingersoll, seorang skeptis ternama, sepakat untuk menulis sebuah buku yang akan membuktikan bahwa Kekristenan adalah sebuah mitos.

Namun, setelah dua tahun penelitian, di beberapa perpustakaan terkemuka di Eropa dan Amerika dalam persiapan untuk menulis buku ini, Mr. Wallace mengalami perubahan sikap. Dia baru sampai di bab kedua ketika dirinya bersujud berlutut dan berdoa, "Ya Tuhanku dan Allahku."

Sangat menarik bahwa seseorang yang tidak punya uang dari Galilea ini adalah pusat dari sejarah.

Setelah mempelajari bukti, Wallace menjadi yakin tentang keilahian Yesus Kristus. Dia kemudian menulis Ben Hur, salah satu novel terbesar yang pernah ditulis tentang zaman Kristus. Beberapa waktu kemudian, Robert Ingersoll mengatakan ini: "Dalam menggunakan kata-kata, jangan gunakan serangan yang mungkin pernah saya tujukan tentang Kristus, yang dengan bodoh saya perbuat di awal kehidupan saya." Hal serupa terjadi pada salah satu penulis Kristen dan juru bicara terkemuka di zaman ini, Josh McDowell. Bukunya yang luar biasa mendukung kekristenan, "Evidence That Demands a Verdict" [Bukti Yang Menuntut sebuah Putusan - red.], dimulai sebagai upayanya untuk meniadakan Kekristenan.

Yesus Kristus, bagaimanapun, bukanlah satu-satunya pemimpin agama yang mengaku sebagai Allah, tetapi Ialah satu-satunya yang pernah meyakinkan sebagian besar dunia bahwa Dia memang Allah. Ia juga satu-satunya pemimpin yang pernah menyatakan bahwa Dia akan bangkit dari kematian. Menurut bukti sejarah, Ia benar-benar bangkit. Ia terlihat oleh para wanita yang mengunjungi kubur, yang didapati telah kosong, oleh murid-murid, dan lebih dari 500 saksi lainnya.

Kebangkitan Kristus juga dicatat oleh Josephus, sejarawan Yahudi, dalam Antiquities-nya (dua puluh volume karya historiografi, dibuat pada tahun ketiga belas pemerintahan Kaisar Romawi Flavius Domitianus, sekitar tahun 93 atau 94 M -red). Josephus adalah seorang Yahudi yang menulis untuk memuaskan orang-orang Roma, sehingga tulisannya tentang kebangkitan Kristus tidak akan disukai orang-orang Romawi sama sekali. Dia tidak akan memasukkan hal itu jika dia tidak percaya hal itu benar.

Bukti lebih lanjut yang mendukung keilahian Kristus terlihat dalam lebih dari 300 nubuatan tentang Diri-Nya dan hidup-Nya yang ditemukan dalam Alkitab dan ditulis berabad-abad sebelum kelahiran-Nya.

Misalnya, 700 tahun sebelum Kristus lahir di Betlehem, Mikha menulis, "Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda,dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel."

Seribu tahun sebelum kematian Kristus, Daud menubuatkan bagaimana Dia akan mati. "Mereka menusuk tangan dan kakiku," tulisnya. Ini terjadi pada penyaliban Kristus.

Hal ini bahkan lebih luar biasa ketika memperhatikan bahwa, dalam zaman Daud, mati dengan penyaliban tidak dikenal. Kematian yang tidak manusiawi dan menyiksa ini pertama kali dipraktekkan oleh bangsa Persia beberapa abad kemudian.

Daud juga menubuatkan bahwa Kristus akan dikhianati oleh seorang teman, bahwa orang-orang akan "membuang undi" untuk pakaian-Nya, dan bahwa Ia akan mati bersama dengan para penjahat. Ia juga menubuatkan seruan Juru Selamat ketika sekarat: "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? "7 Semua nubuat ini menjadi kenyataan.

Enam ratus tahun sebelum kedatangan Kristus, Daniel menubuatkan kapan itu akan terjadi. Seratus tahun kemudian Zakharia menceritakan bagaimana Kristus akan memasuki Yerusalem naik seekor keledai; bagaimana Ia akan dikhianati dengan 30 keping perak; dan bagaimana uang ini akan digunakan untuk membeli tanah tukang periuk.

Semua nubuat tentang Kristus ini dan banyak lagi - ditulis ratusan tahun sebelum kedatangan-Nya - digenapi secara rinci, memberikan bukti yang menunjukkan bahwa Yesus Kristus memang Mesias yang dijanjikan Allah - Juru Selamat dunia.

Ketika Yesus datang, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, "Menurutmu siapakah Aku?" Petrus menjawab, "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup."

Ini adalah pertanyaan penting yang harus dijawab oleh setiap kita. Jika Kristus adalah seperti yang Ia nyatakan, maka tanggapan kita terhadap pertanyaan ini akan menentukan hubungan kita dengan Allah selama-lamanya.

Menurut kamu, siapakah Aku ini?

Satu hal yang tidak bisa kita lakukan adalah menerima Kristus sebagai seorang guru moral yang besar, tetapi tidak sebagai Tuhan. Seperti yang ditulis oleh C.S. Lewis, mantan profesor di Cambridge dan Oxford, "Seorang manusia yang hanya seorang manusia dan mengatakan hal-hal yang Yesus katakan tidak akan menjadi seorang guru moral yang besar. Dia pastilah orang gila - sama dengan manusia yang mengatakan bahwa dirinya adalah telur rebus - atau pastilah dia setan dari neraka. Anda harus membuat pilihan. Apakah orang ini dulunya dan sekarang adalah Anak Allah; atau orang gila, atau sesuatu yang lebih buruk. Anda dapat membungkamnya karena dia seorang yang bodoh, Anda dapat meludahi-Nya dan membunuh-Nya sebagai penjahat; atau Anda bisa tersungkur di kakinya dan memanggilnya Tuhan dan Allah. Akan tetapi, mari kita tidak menyimpulkan dengan omong kosong tentang keberadaannya sebagai guru manusia yang agung. Ia tidak menyatakannya seperti itu kepada kita. Ia tidak berniat untuk itu."

Yesus sendiri berkata, "Siapa yang tidak bersama Aku, ia melawan Aku." Artinya, jika kita tidak bertindak atas keyakinan kita dan membuat komitmen untuk mengikuti Kristus dalam kehidupan kita sehari-hari, maka secara otomatis kita melawan Dia. (t/Jing Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Acts International
Alamat URL : http://www.actsweb.org/articles/article.php?i=24&d=1&c=7&p=1
Judul asli artikel : Jesus Christ: Is He God or Man?
Penulis artikel : Richard (Dick) Innes
Tanggal akses : 3 Maret 2014