Krisis Waktu!

Satu ungkapan yang biasa kita dengar atau biasa kita ucapkan ketika sedang terburu-buru adalah "saya sedang mengejar waktu." Jika direnungkan lebih dalam lagi sebenarnya bukanlah kita yang mengejar waktu tetapi waktulah yang mengejar kita. Ada banyak hal yang kita anggap perlu kita kerjakan, tetapi waktu yang tersedia bagi kita hanya terbatas saja. Itulah krisis waktu.

Pelayanan misi kini sedang mengalami krisis waktu! Begitu besar visi yang ingin kita wujudkan. Demikian banyaknya suku bangsa yang belum mengenal Kristus karena tidak tersedianya Alkitab dalam bahasa yang dimengerti oleh suku-suku itu. Semakin dekatnya waktu kedatangan Kristus yang kedua kali. Akankah ada cukup waktu untuk menerjemahkan Alkitab ke dalam semua bahasa yang membutuhkannya?

Dalam memperingati Paskah tahun ini, mari mengingat kembali bahwa Kristus pun melakukan misi-Nya dalam lingkup waktu yang sangat minim. Hanya tiga tahun, tetapi tepat pada waktunya, dan segala tugas-Nya di dunia dituntaskan sesuai rencana Allah Bapa. Secara manusia kita melihat bahwa Kristus pun berhadapan dengan terbatasnya waktu. Banyak pekerjaan yang harus Dia lakukan dengan waktu yang sangat minim.

Inilah yang saat ini sedang dihadapi oleh para pelayan misi, krisis waktu. Keadaan menuntut kita untuk cermat dan cekatan menggunakan waktu yang minim dalam mewujudkan visi yang ada. Waktu tak dapat dibekukan, tetapi untuk menjawab keterdesakan ini harus banyak pelayan terpanggil yang rela memberikan dirinya untuk ambil bagian.

Yohanes 9:4 "Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja."

Diambil dari:

Judul buletin : Berita Kardidaya (edisi 1, 2007)
Penulis artikel : Redaksi
Halaman : 1