Ketetapan Salib

Ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, Allah bisa saja membuat mereka mati saat itu juga. Dan Dia dibenarkan untuk melakukan hal itu karena sifat-Nya yang kudus menuntut supaya ketidaktaatan dihukum dengan kematian.

Namun karena Allah itu kasih, Dia tidak membinasakan nenek moyang kita yang pertama itu. Sebaliknya, Dia menyuruh mereka keluar, memberi mereka pakaian dari kulit binatang dan memberi mereka sebuah janji yang indah (Kejadian 3:15). Pada saat itulah Allah menyampaikan kabar baik. Yaitu bahwa Allah sendiri telah memecahkan dilema yang ada -- kekudusan-Nya diimbangi dengan kasih-Nya! Karena kasih, maka ada jalan keluar, yaitu salib (Roma 5:6). Dalam hikmat-Nya Allah telah menyediakan sebuah jalan untuk memperbaiki kerusakan hebat yang diakibatkan oleh dosa manusia yang pertama.

Pohon yang ada di taman Eden telah membuka jalan bagi salib. Dan, pada salib yang menanggung kehinaan itu, kebaikan telah menang atas kejahatan. Belas kasihan menang atas keadilan. Penyelamatan telah dilakukan dengan sempurna. Misi yang dicanangkan telah tercapai. Dilema telah terselesaikan dengan baik.

Diambil dari:

Judul asli buku : Why Did Christ Have to Die?
Judul buku terjemahan : Mengapa Kristus Harus Mati?
Penulis : Staf Penulis RBC
Penerbit : Yayasan Gloria, Yogyakarta 1983
Halaman : 10