Puisi

Yesus, Aku Bersyukur

"Bersyukur" pada Tuhan bukanlah hal yang berat
dibanding dengan kayu salib yang harus dipikul hingga terjatuh berulang kali

Jika tidak ada penyaliban Yesus,
apakah kita bisa bersukacita karena Kristus yang menjamin keselamatan kita?
Jika tanpa darah bercucuran dan sakit cambukan yang ditahan,
siapakah yang bisa kita harapkan sekarang?

Tidak ada kekuatan yang bisa mengalahkan kekuatan-Nya
Semua ditanggung-Nya ...
Dosa, penyakit, kejahatan ... Ia yang menanggungnya

Apa alasan kita untuk tidak bersyukur pada-Nya?
Tidak ada...

Terima kasih, Tuhan atas salib-Mu Selanjutnya ... about Yesus, Aku Bersyukur

Hanya Kasih-Nya

Hanya kasih Yesus ,
yang mampu mengubah hati ini menjadi lembut

Hanya kasih Yesus,
yang mampu membuat orang tegar kuat, tunduk bersujud mengucap syukur

Hanya kasih Yesus,
yang mengangkat kita dari lembah kelam dan membawa pada keselamatan penuh pengharapan

Tidak ada yang bisa melakukan hal besar seperti ini,
yang rela mati untuk dosa-dosa yang tak pernah diperbuat-Nya
yang rela diolok-olok demi mempertahankan kita untuk tetap menjadi milik-Nya
selain Yesus ...
Tuhan dan Juru Selamat di hidupku Selanjutnya ... about Hanya Kasih-Nya

Sajak Si Pendosa untuk Sang Penebus Dosa

Sajak Si Pendosa untuk Sang Penebus Dosa

Aku adalah si pendosa.
Tanganku berlumuran dosa.
Hatiku berlumuran dosa.
Pikiranku berlumuran dosa.
Kakiku pun berlumuran dosa.

Tidak secuilpun dari aku yang bersih dari dosa.
Sejak lahirpun aku telah berlumuran dosa.
Hatiku ingin bebas dari dosa, nuraniku menjerit ingin bebas dari dosa.
Segala upaya kucoba untuk membebaskan diriku dari jerat dan belenggu dosa.
Tapi semuanya sia-sia.

Aku adalah si pendosa.
Pendosa yang merindukan kebebasan dari jerat dan belenggu dosa.
Hari-hari dalam hidupku ku jalani dengan terseok-seok. Selanjutnya ... about Sajak Si Pendosa untuk Sang Penebus Dosa

Via Dolorosa

Ketika sedang kutapaki jalan mendaki
Dengan langkah tertatih-tatih, duh Gusti
Dan badai menerpa tanpa henti
Serta dalam sunyi kuangkat beban derita
Seorang diri

Oh, betapa ingin kubelajar dari-Mu,
Duh Yesusku, Gusti junjunganku,
Tentang bagaimana memikul salib
Tanpa mengeluh,
Tentang bagaimana menghirup cawan beracun
Tanpa gerutu
Kecuali "Jadilah kehendak-Mu"

Ketika perjamuan malam itu berakhir
Dan Kau tahu betul itulah malam-malam-Mu yang terakhir
Lalu Kau ajak murid-murid-Mu khidmat berdoa:
"Ki le-olam hasdo" - "Ki le-olam hasdo" Selanjutnya ... about Via Dolorosa

Halaman