Arti Paskah Bagiku

Oleh: Paul S.

Allah sangat membenci akan dosa, namun Allah selalu akan tetap mengasihi setiap orang berdosa. Pernyataan ini bukanlah untuk dimaksudkan memberi kesempatan kepada setiap orang untuk berbuat dosa lagi, karena Allah yang Pengasih akan selalu mengampuninya. Yang harus kita lakukan bukan sekedar membenci akan dosa tersebut, tetapi bagaimana kita membuang racun dosa yang masih ada atau tersisa. Tinggalkan dosa dan tanggalkan untuk selama-lamanya sampai ke akar-akarnya.

Dalam menjalani hidup yang dipulihkan kita harus mampu menyingkirkan semua yang membelit diri kita. Jika tidak, kita tidak bisa dengan bebas dan leluasa menghampiri Allah. Kristus datang ke dunia supaya kita dimampukan melepaskan semua dosa yang membelit kehidupan setiap manusia.

Stanley Jones, seorang misionaris, mengemukakan, Spiritualitas orang Kristen sedang mengalami penuaan. Gairahnya, semaraknya, kegembiraannya, cahayanya, telah jauh memudar. Kehidupan moral telah kehilangan dinamikanya, Kekristenan kita terserang stroke, hingga membuatnya lumpuh tak berdaya, dan menjadikan kehidupan orang Kristen tidak lagi menjadi hidup yang berkemenangan.

Betapa pentingnya saat ini kita menemukan rahasia kehidupan yang berkemenangan. Hidup yang berkemenangan tidaklah datang secara tiba-tiba dan instant, melainkan adalah hasil dari sebuah proses yang panjang. Pembentukan karakter akan mempengaruhi kehidupan seseorang yang berhasil di kemudian hari. Keterbukaan hati untuk mengalami proses Allah akan menghasilkan hidup yang berkemenangan.

Paskah memberi kehidupan yang berkemenangan dalam hidupku, kemenangan sempurna bukan berarti terlepas dari penderitaan, bukan berarti kita terlepas dari sakit penyakit dan bukan berarti terlepas dari situasi yang penuh tekanan. Tapi hidup yang berkemenangan adalah dimana kita tidak terlepas dari Kasih Allah.

Segala puji dan syukur hanya bagi-Mu, terimakasih Kristus atas pengorbanan dan penderitaan yang telah kau berikan untuk umat-Mu. Kebangkitan-Nya membawa kemenangan dan mari kita wujudkan kemenangan itu di dalam kehidupan kita sebagai orang percaya.

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah" (Yohanes 12 : 24)